Feng xia he

Feng xia he
hari pernikahan



sekarang xia he berasa di kediamannya yg baru.


tok... tok....


"nona...... yue yin.... merindukan mu" ucap yue yin yg masuk ke dalam kediaman xia he.


"yue yin..... siapkan air untuk ku mandi..... kepala ku ingin pecah gara-gara hari ini" ucap xia he yg sedari tadi duduk termenung di atas peraduan dengan tatapan kosong.


"anu... nona.... kau kenapa?? " ucap yue yin.


"siapkan saja air untuk ku mandi yue yin, dan jangan byak tanya lg" ucap xia he.


"baik nubi akan melakukan nya" ucap yue yin.


setelah yue yin keluar untuk menyiapkan air untuk xia he mandi, xia he menatap langit-langit kediamannya.


"hah.... apa yg harus ku lakukan...... bukan mendapat pujian karena telah membuat orang-orang kotor itu kapok, malah mendatangkan bencana" ucap xia he.


******


Tak terasa satu minggu telah berlalu,berbagai macam usaha xia he untuk membatalkan pernikahan itu yg berakhir hanyalah sia-sia, karena pengawasan nyonya Feng sangat teliti kali ini.


pada hari ini adalah pernikahan xia he dengan pangeran ke-7.


kini xia he sedang di dandani.


"huaa....ibu.... bisakah di tunda saja pernikahan ini?? " ucap xia he.


"tidak boleh" ucap nyonya Feng yg mengawasi xia he yg sedang di dandani oleh pelayan.


setelah selesai para pelayan pamit undur diri, dan meninggalkan xia he dan nyonya Feng.


nyonya Feng menghampiri xia he.


"kau adalah putri ku, namun pernikahan ini bukan hanya karena memenuhi perintah Kaisar, namun ibu yakin kau pasti bahagia dengan pangeran ke-7" ucap nyonya Feng.


"setelah menikah nanti, datang lh kemari jika kau merindukan kami" ucap xia he.


"ibu......aku...bagaimana aku bisa menikahi pria yg tak ku kenal" ucap xia he.


"kau akan tau nanti, ayo ibu antar ke tandu" ucap nyonya Feng.


arakan pengantin sampai di istana.


"silakan pengantin laki-laki menjemput pengantin wanita keluar dari tandu" ucap kasim itu.


seorang pria tampan yg menggunakan hanfu pernikahan yg elegan pun berjalan menuju tandu.


pelayan menyibak kain penutup pintu tandu dan xia he keluar dari tandu.


"selamat datang pengantin ku" ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya agar xia he dapat turun dari tandu.


"tunggu!! mengapa suara pria ini tak asing bagi ku?? " batin xia he.


xia he menerima ukuran tangan itu dan turun dari tandu, keduanya pengantin berjalan menuju aula pernikahan dan melakukan penghormatan kepada langit dan bumi, kemudian keadaan kaisar.


*****


kini xia he berasa di kamar pengantin.


seorang pria masuk ke dalam kamar pengantin yg merupakan suami xia he mulai saat ini.


xia he mengeluarkan pisau lipat mini nya.


pria itu tersenyum meremehkan.


kemudian tangannya menyibak cadar pernikahan, saat itu xia he menyerang, nmun tangannya di tahan oleh pria itu.


keduannya saling menatap satu sama lain.


"gerakan yg sangat indah istri ku" ucap pria itu, yg tak lain adalah pangeran ke-7 Shen Yuwen.


"kau....!!!! " ucap xia he terkejut.


"ada apa istri ku, kau terkejut dengan wajah suami mu ini?" ucap Shen Yuwen.


"haha.... cih... kau sudah gila... lepaskan tangan ku" ucap xia he.


Shen Yuwen tersenyum tipis kemudian mendekati wajahnya kepada xia he.


"aa... apa yg ingin kau lakukan?? " ucap xia he tergagap.


Shen Yuwen masih terus mendekati wajahnya yg membuat xia he reflek menutup kedua matanya.


BERSAMBUNG......