
"XIA HE!!!!!!" suara gemuruh yg sangat di kenali oleh xia he sebagai suara raungan dewi kematian pembawa bencana baginya.
"hehe..... Qixuan.... katakan jika itu bukan suara dewi kematian" ucap xia he yg mencoba tak percaya dengan pendengaran nya.
nyonya Feng sudah berada di belakang xia he dan menarik telinga xia he.
"apa kau sudah puas bermain-main di luar sana?? apa yg kau lakukan kepada mentri Xu dan putranya???" ucap nyonya Feng.
"ayiaya..... ibu... bisa kah kau melepaskan jeweran mu ini, ini sangat menyiksa"ucap xia he.
" kau ini... "ucap nyonya Feng kemudian menambah cubitannya yg membuat xia he mengaduh kesakitan.
-
-
kini xia he berlutut di depan nyonya Feng dan jendral zhang xi di aula utama.
" ayah..... ibu.....aku.... ck..... knapa kalian menatap ku tak bergeming sedikit pun?!! "rengek xia he.
" jelaskan! "perintah nyonya Feng sambil memainkan bilah rotan di tangan nya yg membuat bulu kuduk xia he berdiri.
" mati lh kau xia he...,... mama tak akan pernah berubah seinci pun" batin xia he menangisi nasibnya.
"ayah..... ibu..... xia he hanya memberi pelajaran kepada ayah dan anak itu. krena mereka lh yg sudah mengganggu kesabaran ku" ucap xia he.
"tpi mengapa kau berbuat terlalu jauh he'er, seharusnya kau di beri hukuman cambuk 50 kali karena sudah melukai mentri kaisar" ucap jendral zhang xi.
"aku tak perduli ayah, meski dia sendiri kaisar jika mereka mengusik ku dan keluarga ku maka neraka adalah tempat yg cocok bagi mereka" ucap xia he sedikit emosi.
"baik lh, sudah ku putuskan" ucap nyonya Feng.
"a... apa yg ibu putuskan?? " ucap xia he tergagap.
"melihat dari mimik wajah ibu.... perasaan ku menjadi tidak enak, seakan-akan ada bencana besar dalam hidup ku" batin xia he.
"hehe... I.... I.. ya... " ucap xia he
"berapa umur mu sekarang? " tanya nyonya Feng.
"17 ta.. tahun" ucap xia he.
"ckck..... seharusnya kau sudah menggendong cucu untuk ku" ucap nyonya Feng.
rahang xia he serasa lepas mendengar pernyataan nyonya Feng.
"a.. aturan... di dunia ini sangat mengerikan, anak usia 17 thn di zaman ku masih seorang pelajar" batin xia he bergidik ngeri membayangkan nasibnya.
"ibu.... aku masih sangat muda... ba... bagaimana bisa memiliki anak" ucap xia he.
"Tidak!!! ibu sudah memutuskannya, kau akan menikahi anggota kerajaan sesuai dekrit kaisar" ucap nyonya Feng.
"apa??!! " ucap xia he terkejut.
"ayah..... " rengek xia he sambil menatap jendral zhang xi.
"putri ku..... maaf kau memang sudah waktunya untuk memiliki keluarga, apalagi dengan kau yg hanya bisa bertahan dalam satu tahun, itu membuat kami sangat kasihan" ucap jendral zhang xi.
"tidak... tidak... aku berbohong.... aku menggunakan kekuatan dan ramuan yg membuat aku sakit parah untuk membalaskan dendam kepada orang-orang di kediaman jendral yuan....ayah... ibu.... percaya lh aku sehat dan bugar, a.. an'er menjadi saksi di mana aku mengangkat mentri Xu dengan santai" ucap xia he merengek.
"Tidak bisa, kau harus menikahi pangeran kerajaan" ucap nyonya Feng dan jendral zhang xi bersamaan.
"jika tidak..... aku akan menghukum mu" ucap nyonya Feng.
"dengan batu raksasa di hati, aku mengikuti kemauan kalian" ucap xia he yg akhirnya menyerah.
BERSAMBUNG........