Feng xia he

Feng xia he
gue belum mati



xia he mengerjap matanya.


"nyonya.... akhirnya nyonya bangun jga" ucap yue yin.


"gue belum mati kan?? " gumam xia he.


"hah?? " ucap yue yin.


"yue yin?? ukh.... bantu aku duduk" ucap xia he.


"mengapa kau ada di sini? " ucap xia he.


"nubi adalah pelayan pribadi nyonya... maka nubi akan selalu mengikuti kemanapun nyonya tinggal" ucap yue yin sambil tersenyum.


"ah... iya.... nyonya mengapa kau sampai keracunan?? " tanya yue yin


"itu semua gara-gara si sialan Shen Yuwen, untung saja gue kebal dengan racun" ucap xia he.


"huh..... lo kira gue berhenti begitu saja" ucap xia he.


"anu.... nyonya apa yg akan kita lakukan?? " tanya yue yin.


"tentu saja membalasnya, tpi.... dengan tubuh yg masih lemah ini tak mungkin membalas dendam" ucap xia he yg kembali tidur.


"tapi aku akan membalas mu setelah tubuh ku sembuh... S.... HEN.... YU..... WE.... NN" teriak xia he.


******


di ruang belajar Shen Yuwen bersin.


tak lama xing sheng datang dan memberi hormat.


"bagaimana apakah wanita itu mati?? " ucap Shen Yuwen datar.


"nyonya masih hidup, hamba mendengar ia berteriak mengumpat" ucap xing sheng.


"apa yg ia katakan?? " ucap Shen Yuwen.


"anu.... hamba tak bisa mengatakan nya" ucap xing sheng.


Shen Yuwen meletakkan buku yg ia baca.


"katakan" perintah Shen Yuwen.


"baik khem.... "itu semua gara-gara si sialan Shen Yuwen, untung saja gue kebal dengan racun".... itu perkataan nyonya bukan perkataan ku" ucap xing sheng.


"apa lg yg ia katakan?? " ucap Shen Yuwen.


"anda yakin ingin mendengar nya?? " ucap xing sheng.


"khem.. "Tentu saja membalasnya, tpi.... dengan tubuh yg masih lemah ini tak mungkin membalas dendam", "tapi aku akan membalas mu setelah tubuh ku sembuh... S.... HEN.... YU..... WE.... NN" itu yg di katakan oleh nyonya"ucap xing sheng.


"sangat menarik,aku akan menunggu mu membalas dendam mu" ucap Shen Yuwen.


*******


keesokan harinya xia he sudah pulih dengan total, karena makan begitu banyak buah kehidupan.


kini xia he sedang termenung sambil mengadu-aduk makannya.


"sialan.....bagaimana cara membalas Shen Yuwen?? " batin xia he.


yue yin merasa aneh dengan nyonya nya itu yg terus menerus termenung seolah-olah sedang berfikir keras.


"nya...... nyo....NYONYA!! " ucap yue yin.


"uh.... apa?? " ucap xia he tersentak karena terkejut.


"nyonya apa yg kau pikirkan sedari tadi?? lihat lah makanan nyonya sudah tak berbentuk" ucap yue yin.


"ck... kau ini berisik sekali" ucap xia he kemudian menyudahi makannya.


"aku sudah selesai makan" ucap xia he.


"ehhh... tapi nyonya... nyonya hanya makan beberapa suap" ucap yue yin.


"yue yin apa kau tau jika aku marah, seekor ayam enaknya di apakan??? " ucap xia he.


"tentu saja enak di goreng, di panggang di masak sup" ucap yue yin.


"yue yin..... bersihkan saja maja ku.. jika tidak aku akan menggoreng muu" ucap xia he kesal.


yue yin segera membersihkan meja xia he.


"huff..... benar-benar menguras emosi" ucap xia he sambil memijat pangkal hidungnya.


"kalau tak ada cara sama sekali lebih baik langsung saja memakai cara itu saja deh" ucap xia he.


yue yin masuk membawa teh dan kudapan.


"nyonya silakan di nikmati" ucap yue yin.


xia he langsung mencomot kudapan dan memasukkan nya kedalam mulutnya kemudian meneguk teh nya.


BERSAMBUNG......