
Keduanya kembali ke kediaman xia he.
sesampainya di depan kediaman xia he dan yue yin masuk.
"nona... nyonya besar... nubi izin undur diri" ucap xia he yg mulai memuliakan perannya yg menutup suara yue yin sama persis.
"baik lh..... pergi lh, xia he kembali lh tidur" ucap nyonya Feng.
kemudian xia he keluar dari kediaman jendral dan melepas penyamaran nya, dan pergi menggunakan jubah hitam bertudung miliknya.
xia he masuk ke dalam penginapan kemaren.
_
_
_
"hahh.... nona kemana saja sih....?? " ucap Lin lauyan yg kesal karena xia he belum saja datang.
"lihat saja jika nona datang aku akan memarahinya habis-habisan yg membuat aku harus menjaga dia orang anak yg sedari tadi merengek ingin pulang"gumam Lin lauyan.
tap..
" siapa yg ingin memarahi ku?? "ucap seseorang yg melompat melalui jendela kamar penginapan tersebut.
" nona kau akhirnya datang kemana saja?? "ucap Lin lauyan.
" bukan urusan mu"ucap xia he.
"jiejie.... " ucap Huaran.
"ada apa ran'er?? " ucap xia he saat Huaran datang dan memeluknya.
"jiejie.... kami ingin pulang..... Orang-orang desa pasti khawatir" ucap Huaran.
"baik lh mari kita pergi" ucap xia he.
"Lin lauyan kau bisa kembali" ucap xia he.
"itu nona.... apa tak bisa jika aku berjalan-jalan lg di pasar?? " ucap Lin lauyan.
"kau tak merasa lelah yh?? " ucap xia he tersenyum manis.
"tentu saja.... tenaga ku masih sangat banyak" ucap Lin lauyan bangga.
alhasil sekarang Lin lauyan harus menjadi tumpangan bagi xia he, Huaran dan Hongli.
"nona... mengapa kau tak mengizinkan hamba ke pasar?? " ucap Lin lauyan.
"diam lh" ucap xia he.
"jiejie itu desa kami" ucap Huaran.
"Lin lauyan menghilang lh" ucap xia he.
"baik nona" ucap Lin lauyan.
Lin lauyan menghilang dan kembali masuk ke dalam ruang dimensi.
sedangkan xia he mengendong Huaran dan Hongli dan mendarat ke tanah.
semua orang terkagum-kagum dan sedikit takut ketika melihat seorang berjubah hitam mendarat dengan sempurna dangan Huaran dan Hongli yg berada di pelukannya.
"ran'er.... li'er" ucap seorang pria Parubaya.
"paman... " ucap keduanya.
"kalian dari mana saja?? " ucap sang paman.
"kami di selamatkan jiejie Lea saat di pukuli oleh pemilik kedai yg menganggap kami mencuri" ucap Hongli.
"nona.... terimakasih atas kebaikan mu sudah menolong kedua keponakan saya" ucap sang paman.
"ya... tentu saja... namun aku meminta imbalan atas itu semua" ucap xia he yg membuat semuanya menegang.
"akan kami usahakan nona" ucap sang paman.
"apakah ini sifat seseorang yg sudah membantu?? " ucap seseorang pemuda.
xia he melihat ke arah orang yg tak asing baginya, ia mengetahui orang tersebut dari ingatan xia he yg asli.
"aku akan mengatakannya setelah aku selesai membereskan kalian semua" ucap xia he sambil membuka tudung jubahnya.
pemuda itu terkejut namun beberapa saat raut mukanya menunjukkan bahwa ia sangat marah kepda xia he.
xia he mendekati pemuda itu dan ingin menyentuh wajahnya namun pemuda itu menepis keras tangan xia he.
"singkirkan tangan kotor anda nona tertua" ucapnya.
tak sengaja tangan xia he mengenai luka di bahu pemuda itu yg membuat pemuda itu meringis.
"apa kau tak apa-apa rui'er" tanya xia he yg khawatir.
"jangan pedulikan aku ucap pemuda itu kemudian berlalu pergi.
" xia he....mengapa kau membuat hubungan kalian berdua sangat buruk ?? "gumam xia he lirih yg tertuju pada xia he yg aslinya.
" baik lh waktunya membereskan kalian"ucap xia he yg membuat semua orang menjadi terkejut dan takut.
BERSAMBUNG.....