Feng xia he

Feng xia he
amarah dewi kematian



Saat sedang asik berbicara dengan feng rui nyonya feng membawa tongkat yg ia pukul-pukul pada tangannya, sambil menyeret seseorang dengan wajah sama persis dengan xia he.


"gawat dewi kematian sudah datang.... tamat lh riwayat ku" gumam xia he yg baru menyadari jika ia lupa mengubah tampilannya seperti yue yin.


"xia he.... apa kau bisa menjelaskannya kepada ibu?? " ucap nyonya feng sambil berjalan mendekati xia he dan feng rui.


"Rui'er.... kau adalah adik terbaik ku.... mau kh kau membantu ku?? " ucap xia he berbisik kepada feng rui.


"ekhm..... jiejie... ini sudah larut aku akan kembali ke kediaman ku" ucap feng rui kemudian meninggalkan xia he bersama sang dewi kematian.


"Feng rui..... suatu saat aku akan membalas mu" ucap xia he penuh dendam kepada feng rui.


kini xia he dan yue yin berlutut di hadapan nyonya feng.


"xia he... " ucap nyonya feng.


"baik.. baik. he'er mengaku, he'er mendadani yue yin menjadi serupa dengan ku, dan keluar dari kedalam jendral selama dua hari" ucap xia he sambil mengangkat kedua tangannya.


"kau ini... " ucap nyonya feng kemudian menjewer telinga xia he.


"aduhh... " ucap xia he


"kau tak tau bagaimana khawatirnya diri ku, ketika kau pergi dan pelayan setia mu ini yg menyamar sebagai kau??! " ucap nyonya feng.


"maaf ibu... he'er salah" ucap xia he.


nyonya feng lalu memeluk xia he dan menangis.


"kau tau aku sangat sedih ketika mengetahui jika kau hanya bisa hidup selama setahun, aku bahkan rela meninggalkan kuil dan kembali ke kediaman dengan tubuh yg belum sehat... bagaimana jika kau kenapa-kenapa..... kau sama saja membawa ku untuk mati" ucap nyonya feng.


"maaf he'er ibu.... " ucap xia he.


"percayalah dengan he'er..... he'er bukan wanita lemah seperti dulu lg" ucap xia he sambil menghapus air mata nyonya Feng dengan tangannya.


*******


keesokan harinya xia he terbangun dini hari seperti kebiasaanya saat di kehidupan pertamanya.


xia he berjalan menuju perpustakaan.


"banyak hal yg belum ku ketahui tentang dunia ini" ucap xia he.


xia he mengambil 10 buah buku tebal dan! berjalan menuju meja baca.


dengan daya ingat xia he yg sangat tinggi, xia he dapat menyelesaikan semua buku itu dalam waktu satu jam.


"ternyata aku salah satu orang yg dapat mengendalikan lebih dari satu elemen, dan untuk orang misterius yg jga memiliki elemen lebih dari satu seperti ku, sepertinya seseorang yg menarik" ucap xia he.


"itu karena anda adalah seorang monster nona" ucap Lin lauyan dari dalam ruang dimensi.


"seperti nya kau ingin secepatnya bertemu dengan dewa kematian yh?! " ucap xia he.


"heheh..... kasihanilah nyawa kecil ku nona" ucap Lin lauyan.


sedangkan Yu Feng hanya tertawa melihat kemalangan Lin lauyan.


"Yu Feng....... apa kau puas berbelanja di pasar waktu itu?? " tanya xia he.


"sangat puas nona" ucap Yu Feng.


"huh.kau sangat puas sekali yh, sekarang aku memiliki hadiah untuk mu. dan ini hanya berlaku pada mu Yu feng" ucap xia he.


"wah..... nona kau sangat baik" ucap Yu Feng.


"Yu Feng..... ap kau....... sudah lh Terima saja hadiah mu. namun satu yg ku ingatkan perasaan ku tak enak. Berhati-hatilah"ucap Lin lauyan kepada Yu Feng.


" hoho.... tenang saja, apakh kau iri? ? " ucap Yu Feng sambil mengankat-angkat alisnya.


"tidak.....kau bisa memilikinya" ucap Lin lauyan.


"baik lh..... nona berikan sekarang hadiahnya"ucap Yu Feng.


" kau sangat tidak sabar"ucap xia he kemudian menjentikan jarinya yg membuat 5 ekor beruang.


Yu Feng berlari sekuat tenaga melarikan diri dari kejaran para beruang.


xia he meletakkan kembali buku-buku itu kembali ke rak nya, dan kembali lg memilih buku-buku yg lain.


BERSAMBUNG.....