Feng xia he

Feng xia he
Menghancurkan mereka



" baik lh waktunya membereskan kalian"ucap xia he yg membuat semua orang menjadi terkejut dan takut.


xia he mengangkat tanyanya lalu muncullah pusaran angin yg cukup banyak.


"apa yg ingin kau lakukan dasar wanita tak waras" ucap Feng Rui marah.


xia he tersenyum lalu membuat angin ****** beliung yg lebih besar lg semua orang berkumpul untuk mengungsi.


xia he melepaskan angin ****** beliung itu dan menghancurkan rumah-rumah orang yg ada di desa itu.


"hentikan dasar bodoh!!! " teriak Feng Rui sambil mengambil pedangnya dan menyerang xia he.


xia he hanya tersenyum dan dengan lihai menghindari serangan Feng Rui.


setelah semua rumah sudah hancur xia he menjentikkan jarinya yg membuat angin tersebut menghilang.


"apa sebenarnya mau mu hah?? " ucap Feng Rui.


"mau ku?? aku ingin menghancurkan mereka" ucap xia he santai.


"cih.... ternyata benar kau hanya berpura-pura bodoh dan lemah, ternyata kau adalah iblis tak berhati" ucap Feng Rui.


"haha..... kau baru mengetahui, jika iya.... maka rahasiakan semua ini dari anggota keluarga kita" ucap xia he sambil mengedipkan sebelah matanya.


kemudian xia he menapakkan tangannya ke tanahan yg membuat sulur-sulur kayu keluar dari dalam tanah dan reruntuhan rumah.


Feng Rui benar-benar muak melihat apa yg di lakukan xia he menggunakan busur surgawi nya dan menembakkannya ke xia he.


"ukh..... " ringis xia he saat panah itu menembus jantungnya.


"haha...... panah yg bagus adik ku" ucap xia he.


lautan sulur kayu tadi berhenti, dan memperoleh bangunan-bangunan rumah yg indah dengan segala hal dan peralatan yg masih lengkap yg di miliki rumah yg di hancurkan tadi, namun yg berbeda adalah bangunan rumah yg megah dan indah terbuat dari kayu itu.


semua orang menganga melihat bangunan-bangunan tersebut yg membuat desa mereka menjadi desa yg sangat indah dan bersih.


"apa kalian senang dengan rumah yg ku bangun?? " ucap xia he yg mengejutkan semuanya tak terkecuali Feng Rui yg jga terkejut.


"jiejie....... kami suka....kami kira jiejie benar orang yg jahat huaaaa...... hiks... " tangis Huaran yg menghambur ke dalam pelukan xia he.


"ukh..... " xia he meringis kembali.


Feng Rui yg melihat itu melihat tangannya yg memegang busur panahnya, merasa sangat bersalah sudah melukai xia he.


xia he menghampiri Feng Rui yg tertunduk,tangan xia he terulur dan menyentuh dagu sang adik dan mengangkatnya.


"jurus yg hebat.....kau.... semakin kuat" ucap xia he.


kemudian memegang bahu Feng Rui yg terluka dan menyembuhkannya dengan elemen penyembuhan.


"kau bertarung bersama ayah di medan peperangan, ketika kau pulang kau lupa membalut dan menyembuhkan luka mu..... kau dasar bodoh.... lain kali datang lh pada jiejie.... biarkan jiejie yg membalut luka mu dan menyembuhkannya" ucap xia he.


xia he tak sanggup lagi mempertahankan keseimbangan yang dan ingin terjatuh, beruntung Feng Rui menyambut tubuh xia he agar tidak terjatuh ke tanah.


"hahaha...... aku sangat lelah.... ku serahkan pada mu di sini... aku mau beristirahat sebentar..." ucap xia he sambil memberi cincin ruang kepada Feng Rui.


"Huaran.... Hongli.... bantulah diedie ku mengunakan cincin tuang ini...., bagikan air yg ada di dalam tong itu kepada semua orang" ucap xia he.


"dan satu lg.... bawa aku ke tempat yg lebih baik dong.... tak mungkin kan kalian membiarkan dewi penyelamat kalian ini berbaring di tanah.. haha" ucap xia he kemudian pingsan karena tak sanggup menahan rasa sakit di dadanya akibat dari panah surgawi tadi.


"jiejie..... maafkan Rui'er yg membuat mu seperti ini" ucap Feng Rui.


kemudian Feng Rui memapah xia he.


"kepala desa mohon pinjamkan tempat bagi jiejie ku" ucap Feng Rui.


BERSAMBUNG.....