Feng xia he

Feng xia he
mentri Xu



"keluar kau xia he.... sebelum aku menghancurkan tempat ini, bahkan ke ujung dunia pun kau lari aku akan menemukan mu" ucap mentri Xu.


Tak.


xia he meletakkan tehnya dengan keras ke meja.


semua orang memandang kepada asal suara itu.


"mentri Xu..... apa kau sudah cukup mengacau??" ucap xia he.


"hey.... gadis kecil diam kau!! " ucap mentri Xu.


"kau mencari ku bukan?? mentri Xu. " ucap xia he yg sudah berada di belakang mentri Xu dengan pisau lipat yg sudah berada di leher mentri Xu.


semua orang ternganga melihat kehebatan xia he yg kecepatannya tak bisa di ikuti oleh mata.


"kau..... kau xia he!???! " ucap mentri Xu.


"benar tuan..... apakah kau ingin membunuh ku?? " ucap xia he.


"sialan kau wanita j****g, lepaskan aku" ucap mentri Xu.


"bukan kh aku sudah memperingati kepada anak mu agar tak mengusik ku?? jadi jangan salahkan ku bertindak lebih brutal" bisik xia he.


kemudian xia he mengangkat tubuh mentri Xu yg gempal itu dan membantingnya ke lantai, mentri Xu langsung pingsan tak sadarkan diri.


xia he memandang ke arah anak buah mentri Xu.


"hay..... apa kalian jga ingin merasakannya?? kalian jga cocok kok buat latihan ku" ucap xia he sambil meregangkan otot Lehernya yg kaku.


semua anak buah mentri Xu dengan cepat pergi, ada jga sebagiannya menyeret tubuh mentri Xu yg tak sadarkan diri.


"jiejie... apa yg terjadi?? " ucap Qixuan berlari mendekati xia he.


"tak ada.... hanya melakukan latihan tubuh yg tidak sehat ini" ucap xia he acuh.


xia he menghampiri pemilik restoran dan penginapan itu.


"ini sebagai bayaran atas kerusakan semua ini" ucap xia he sambil meletakkan sekantong keping emas.


"trimakasih nona" ucap pemilik tempat itu sambil membuka kantong uang itu, dan membelalakkan matanya terkejut.


"nona... ini terlalu banyak" ucap pemilik restoran itu.


"ambil saja" ucap xia he datar.


"trimakasih nona.... trimakasih" ucap pemilik restoran itu.


keduanya keluar dari restoran itu, banyak orang yg berbisik-bisik ketika melihat xia he.


"apa kalian ingin merasakan hal yg sama dengan mentri Xu??!!! " ucap xia he lantang.


semua orang langsung tak berani menatap xia he dan langsung mengerjakan pekerjaan masing-masing.


"merepotkan" gumam xia he.


"Qixuan berhenti lh" ucap xia he.


"ada apa jiejie? " ucap Qixuan bingung.


xia he mengendong Qixuan lalu menggunakan Qing gongnya melompati tiap-tiap atap rumah orang.


Qixuan memegang erat xia he karena takut.


"tak apa, pegangan lh yg kuat kita akan cepat sampai" ucap xia he sambil menambah kecepatannya.


-


-


-


akhirnya xia he dan Qixuan sampai di kediaman jendral besar.


dan mendarat dengan sempurna di halaman utama.


"kita sudah sampai di rumah baru kita" ucap xia he.


"XIA HE!!!!!!" suara gemuruh yg sangat di kenali oleh xia he sebagai suara raungan dewi kematian pembawa bencana baginya.


"hehe..... Qixuan.... katakan jika itu bukan suara dewi kematian" ucap xia he yg mencoba tak percaya dengan pendengaran nya.


nyonya Feng sudah berada di belakang xia he dan menarik telinga xia he.


"apa kau sudah puas bermain-main di luar sana?? apa yg kau lakukan kepada mentri Xu dan putranya???" ucap nyonya Feng.


"ayiaya..... ibu... bisa kah kau melepaskan jeweran mu ini, ini sangat menyiksa"ucap xia he.


" kau ini... "ucap nyonya Feng kemudian menambah cubitannya yg membuat xia he mengaduh kesakitan.


BERSAMBUNG.......