
Xia he keluar dari ruang dimensi bertepatan hampir bertepatan dengan yue yin masuk dengan membawa telur dan lemon.
"no... nona?? ya Tuhan wajah nona sangat cantik" pekik yue yin.
alis Xia he mengerut melihat cetakan tangan di wajah yue yin.
"apa yg terjadi dengan mu?? " ucap Xia he
"ah...nona saya mendapatkan apa yg nona minta" ucap yue yin.
Xia he bangun dari peraduannya dan berjalan mendekati yue yin dan menyentuh wajah yue yin.
"siapa yg menyakiti mu?? " ucap Xia he.
"ini sudah biasa nona... jadi nona tak perlu khawatir dengan nubi" ucap yue yin.
"biasa?? huh..... kau cukup katakan siapa yg melakukan ini semua! " ucap Xia he.
"it... itu pelayan yg melayani nona kedua dan nona ketiga" ucap yue yin.
"baik lh, mulai saat ini hidup mu adalah tanggung jawab ku" ucap Xia he.
kemudian ia keluar dari kediamannya.
"huh.... musuh di sini cukup banyak sama seperti lalat. sungguh menggangu" ucap Xia he.
"kalau tak salah nyonya kediaman ini sedang berdoa di kuil, sepertinya aku tak akan menahan diri untuk memberikan neraka yg indah bagi seluruh orang di kediaman ini hahaha... " batin Xia he tertawa di dalam hati.
"nona... nona ingin pergi ke mana?? " ucap yue yin
"ingin bermain" ucap Xia he
"hah bermain?? " beo yue yin.
kaki Xia he melangkah menuju dapur kediaman jendral, namun dewi fortuna sedang berpihak kepadanya.
"hei... hey... apakah ini putri buruk rupa itu?? " ucap seorang wanita.
"seperti iya jiejie,tapi mengapa ia terlihat cantik?? apa karena ia selalu ber kurung di kediaman bagai kandang kuda itu?? hahah" ucap wanita yg lain.
ia bukan hanya bertemu dengan pelayan-pelayan yg menyakiti yue yin namun jga bertemu nona mereka yg tak lain adalah feng rong dan feng Qixuan.
"huh... " Xia he mengendus muak melihat wajah menor nan menjijikkan milik keduanya.
"kemalangan ku memiliki saudara yg menjijikkan seperti ini" batin Xia he
yue yin yg melihat itu pun menjadikan dirinya tameng bagi Xia he.
"jangan sakiti nona ku" ucap yue yin.
pelayan-pelayan feng rong dan feng Qixuan tertawa terbahak-bahak,kemudian menyerang yue yin.
yue yin terlempar dan terbatuk darah.
melihat itu Xia he merasa amarahnya memuncak dan berlari menghampiri yue yin.
"no.. nona pergi lh" ucap yue yin.
"pertahankan kesadaran mu" ucap Xia he.
"a.. akan.. nu.. nubi usahakan" ucap yue yin
"dasar pelayan bodoh, waktunya giliran mu wanita j****g" ucap feng rong.
pelayan-pelayan feng rong dan feng Qixuan maju ingin menyerang Xia he.
namun dengan gesit Xia he menumbangkan pelayan-pelayan itu.
"kalian menyebut ku apa tadi??" ucap Xia he dengan wajah yg datar dan dingin.
"a.. a.. apa mau mu hah?? da.. dasar wanita.... j****g" ucap feng Rong tergagap.
Xia he hanya mengangkat sebelah alisnya kemudian menatap tajam keduanya dan melangkah semakin mendekati keduanya.
keduanya merasa takut dengan aura yg di miliki oleh Xia he.
"jangan berani-berani melukai ku, atau aku akan membunuh mu dengan mudah karena aku kultivator rana akhir tingkat 3" ucap feng Qixuan.
"maaf sekali, tapi tuan putri lemah ini tak akan takut dengan ancaman remeh kalian" ucap Xia he
namun dari jauh ia melihat jendral feng Yuan, Xia he tersenyum miring.
ketika feng rong dan feng Qixuan melihat Xia he yg lengah, mereka pun menyerang Xia he dengan kekuatan penuh.
Xia he terlempar jauh dan memuntahkan darah.
jendral yg melihat kelakuan putri-putrinya pun menjadi marah.
BERSAMBUNG......