
Cukup lama bergulat dengan alat-alat medis, akhirnya xia he menyelesaikan jahitan terakhir.
kemudian xia he menggunakan kain basah untuk membersihkan darah dari tubuh pria aneh itu.
"ckck..... sangat di sayangkan pria ini memiliki wajah yg sempurna namun sifatnya sangat lh buruk" ucap xia he sambil berdecak.
tak berselang lama Lin lauyan dan Yu Feng datang menyusul setelah membunuh kawanan serigala.
"nona.... lihat lh... baju ku sangat kotor oleh darah dari binatang menjijikkan itu" ucap Lin lauyan mengadu.
"jangan kan kau, lihat lh..... baju ku jga berlumuran darah" ucap Yu Feng.
xia he hanya menarik nafas kesal mendengar keduanya yg mengadu karena ingin di puji oleh xia he.
"kalian sangat hebat.... benar-benar bisa di andalkan...suatu saat aku akan memasakkan makanan yg enak untuk kalian" ucap xia he memuji.
"nona memang terbaik" ucap keduanya.
"heh... nona siapa pria itu?? " ucap Lin lauyan.
"entah lh.... manusia aneh ini hampir mati" ucap xia he.
"kalian berdua kembali lh ke ruang dimensi dan beristirahat lh, jika membantah..... hukuman kan menanti kalian" ucap xia he.
"baik nona" ucap keduanya yg tak bisa membantah karena takut di hukum.
kemudian xia he menggunakan elemen kayu miliknya untuk menciptakan sebuah pondok kecil dan memapah pria itu dan membaringkannya di atas peraduan.
"cih....kau sangat berat.jika aku tak memiliki hati nurani, aku akan mencincang mu dan menjadikan mu sebagai santapan binatang buas" ucap xia he.
kemudian xia he mengeluarkan beberapa bulan makanan dan alat-alat dapur kemudian memasak sup.
****
pria itu mengerjap matanya menyesuaikan cahaya matahari yg masuk ke matanya.
perlahan-lahan penglihatan pria itu menjadi jelas.
"ukh.... dimana ini?? apa wanita sialan itu yg membawa ku?? " batin pria itu.
"heh... ternyata kau sudah sadar" ucap xia he.
"wanita sialan, kau membawa ku kemana?? " ucap pria itu.
"haha..... apa kau tak memiliki sopan santun kepada penyelamatan hidup mu ini, malah mengatai ku wanita sialan. jika aku tak memikirkan kalau kau sedang terluka aku akan mencincang mu. sudah lh... cepat makan sebelum kau mati" ucap xia he sambil meletakkan nampan itu kepada pria itu.
pria itu menatap makanan itu dengan wajah penuh selidik.
"hayaya..... meski aku memiliki dendam dengan mu, aku tak akan meracuni mu Tuan" ucap xia he.
perlahan-lahan pria itu mencicipi makanan itu dan melebarkan matanya merasakan masakan xia he.
"bagaimana?? enak?? " ucap xia he.
"ehm... lumayan" ucap pria itu kemudian kembali melahap habis makan itu.
"cih.... bilang saja kalau sangat enak"gumam xia he.
" Tuan... aku tak bisa berlama-lama menemani kau di sini, karena aku memiliki urusan sendiri, kau bisa kembali ke tempat asal mu, karena di sini tempat kau hampir mati di bawah pohon. jadi selamat tinggal tuan, semoga kita tidak bertemu lg"ucap xia he tersenyum manis kemudian pergi dari pondok kecil itu.
"wanita yg menarik" batin pria itu sambil menatap ke arah pintu dimana xia he pergi.
****
xia he meneruskan perjalanannya yg sempat tertunda karena pria tadi.
sebentar lg matahari akan terbenam namun dari kejauhan xia he mendengar dentingan pedang.
"haha..... medan perang.... aku akan melihat bagaimana kehebatan ayah kandung ku" batin xia he.
xia he mencari tempat aman dan melihat jalannya pertempuran yg hebat itu.
ia melihat jendral besar zhang xi dengan tanpa ampun membunuh pasukan musuh meski kini ia di penuhi oleh luka.
BERSAMBUNG......