Feng xia he

Feng xia he
balas dendam



Ketika feng rong dan feng Qixuan melihat Xia he yg lengah, mereka pun menyerang Xia he dengan kekuatan penuh.


Xia he terlempar jauh dan memuntahkan darah.


jendral yg melihat kelakuan putri-putrinya pun menjadi marah.


"apa yg kalian lakukan hah?? " ucap jendral yuan marah.


"ayah!! " ucap feng rong dan feng Qixuan terkejut.


"haha.... mari kita lihat pertunjukan yg di mainkan ratu film ini" batin Xia he yg tertawa di dalam hati.


"uhuk... uhuk... ayah... jangan memarahi meimei, ini salah he'er" ucap Xia he lemah.


"pelayan bawa nona tertua ke kediamannya dan obati lukanya" ucap jendral.


"ayah....kumohon tolong lh yue yin dulu" ucap Xia he yg berusaha untuk bangun duduk.


"bawa keduanya" ucap jendral.


"baik" ucap prajurit


Xia he dan yue yin di papah menuju kediaman Xia he.


saat melewati feng rong dan feng Qixuan Xia he menampilkan senyum meremehkan kepada keduanya.


"ayah.... dia hanya berpura-pura saja" ucap feng rong.


"Diam!! pelayan bawa putri kedua dan ketiga dan kurung mereka di dalam kediamannya selama sebulan" ucap jendral marah.


"ayah... maafkan kami" rengek keduanya.


jendral hanya memejamkan matanya menahan amarah nya yg memuncak.


"tuan apa anda tak ingin menjenguk tuan putri tertua?? " ucap pengawal pribadi jendral.


"kembali ke kediaman" ucap jendral acuh dan berjalan pergi menuju kediamannya.


"aku tak mengerti dengan keluarga ini" gumam pengawal pribadi jendral yg bernama yu Jin.


****


Tabib mengobati Xia he dan yue yin namun saat memeriksa Xia he, tabib hanya menghela nafas putus asa.


"ekspresi itu.... kau masuk jebakan" batin Xia he.


*flashback on.


sebelum tabib menyentuh lengannya, Xia he memanipulasi tubuhnya dengan penyakit yg tak bisa di sembuhkan.


"waktunya menjadi ratu drama se Kekaisaran ini" batin Xia he.


"nona..... sebaiknya nona beristirahat yg cukup, karena penyakit nona... " ucap tabib kemudian menggelengkan kepalanya


"semuanya di luar kemampuan hamba" ucapnya.


"tabib, bolehkan aku mengetahui berapa lama aku bisa bertahan?? " ucap Xia he lemah.


"6....,6 bulan" ucap tabib.


"baik lh terimakasih tabib" ucap Xia he.


setelah tabib itu pergi, yue yin menghampiri Xia he dan menangis memeluk erat Xia he.


"huhuhu...... ini salah nubi.... nubi yg menyebabkan nona menjadi seperti ini huhuhu... " tangis yue yin.


"hey... hentikan tangis mu itu" ucap Xia he sambil menghapus air mata yue yin.


"tapi nona hiks.. " ucap yue yin.


"baik lh....jika kau merasa bersalah maka lakukan lh seperti yg ku perintahkan" ucap Xia he.


"baik lh, namun jika nona pergi nubi akan selalu mengikuti nona kemana pun nona pergi" ucap yue yin.


"baik lh, kita sepakat" ucap Xia he.


"yue yin apa menurut mu aku ini sungguh menyedihkan?? " ucap Xia he bertanya.


"nona.... " ucap yue yin.


"katakan yg sebenarnya saja, aku tak akan marah" ucap Xia he.


"ya" ucap yue yin.


"jika kau sudah mengatakan demikian aku tak ragu lg, yue yin mau kh kau membantu ku?? " ucap Xia he.


"nubi akan membantu nona setiap saat, tapi nona,nubi membantu nona dalam hal apa??" ucap yue yin.


"membantu ku membalas dendam kepada orang-orang b****p di dalam kediaman ini" ucap Xia he sambil tersenyum devil.


"baik" ucap yue yin bersemangat.


"hahaha kau sangat bersemangat yh??" ucap Xia he.


"tentu... nubi ingin membalas dendam karena mereka telah membuat nona terluka" ucap yue yin.


"huh..... gadis yg polos, namun...... dia memiliki hati yg setia, mulai saat ini dan selamanya aku akan bertanggung jawab atas hidup mu mengantikan Xia he yg asli" batin Xia he.


BERSAMBUNG.......