
keesokan harinya xia he memilih berdiam diri di dalam kediamannya, karena semua cara yg ia lakukan selalu gagal.
xia he memilih masuk ke dalam ruang dimensi dan di sambut oleh Lin lauyan dan Yu Feng.
"nona.... apa setelah kau menikah kau melupakan kami?? " ucap Yu Feng.
"benar.apakah Hari-hari nona sangat menyenangkan?? " ucap Lin lauyan.
"sangat menyenangkan, bahkan aku ingin bunuh diri kesenangan" ucap xia he ngasal.
"bagaimana pengawasan kalian terhadap organisasi?? " tanya xia he.
"Queen of death rose,semakin maju dan berkembang serta di takuti banyak orang" ucap Lin lauyan
"dan untuk Huaran dan Hongli, mereka benar-benar anak yg berbakat dalam organisasi, kini Huaran berada di tingkat awal rana langit, sedangkan Hongli berada di tingkat 2 rana langit" ucap Yu Feng.
"mereka....aku benar-benar tak salah pilih" ucap xia he bangga.
"hey... apa kalian tau cara pembalasan dendam yg di jamin berhasil?? " ucap xia he.
"heheh.... melihat segala cara yg nona lakukan, kami pun jga tak bisa memberikan saran" ucap Yu Feng.
"kalian menikmati dan menyaksikan perjalanan kehidupan ku bak neraka yh?? " ucap xia he.
"hehe... " ucapan Yu Feng.
"nona aku memiliki ide" ucap Lin lauyan
"katakan" ucap xia he sambil duduk memakan buah kehidupan.
"nona cukup membuatnya jatuh cinta kepada nona, dengan itu nona bebas membalas dendam kepada nya" ucap Lin lauyan
Kata-kata Lin lauyan membuat xia he tersedak buah kehidupan.
Lin lauyan dan Yu Feng panik melihat xia he.
"uhuk... uhuk.... kau ingin membuat ku mati dengan tersedak potongan buah kehidupan ini hah??!! " ucap xia he sambil memukul Lin lauyan.
"aduh... maaf nona, tapi ini adalah cara yg paling mudah dan mungkin saja berhasil, atau apa nona takut nona jatuh cinta??" ucap Lin lauyan.
"mulu lo yh, gue sumbat baru tau. heh.... buat dia jatuh cinta?,siapa takut kita lihat saja nanti" ucap xia he.
setelah selesai berlatih xia he kembali dan memasakkan sesuatu untuk mereka bertiga.
"wah...... akhirnya masakan kesukaan gue datang setelah beribu-ribu tahun" ucap Lin lauyan.
"silakan di makan para kakek tua, jangan biarkan liur kalian menetes" ucap xia he kemudian memakan bagiannya.
"baik" ucap keduanya, namun beberapa saat mereka menatap xia he.
"ada apa?? " ucap xia he.
"kami bukan kakek-kakek" ucap keduanya.
"baik... baik lh... terserah kalian saja" ucap xia he.
*******
kini xia he kembali lg ke kediamannya, dan termenung memikirkan perkataan Lin lauyan tadi.
"di bandingkan aku membuat dia jatuh cinta, lebih baik membuatnya muak dan membuang ku dari kediaman ini bukan?? " ucap xia he
yue yin datang dengan wajah cemberut.
"apa hal yg membuat wajah mu senelek itu, yue yin? " ucap xia he.
"nubi kesal dengan wanita bangsawan yg datang berbondong-bondong melihat ketampann tuan. tuan hanya milik nyonya" ucap yue yin.
"hahaha..... tak apa lh yue yin, dan aku merasa ini adalah kesempatan yg bagus untuk menghasilkan uang" ucap xia he dengan senyuman di bibirnya.
"ayo kita pergi" ucap xia he.
"baik nyonya" ucap yue yin.
keduanya menemui para nona bangsawan yg diam-diam mengintip Shen Yuwen yg sedang berlatih.
"wah... wah... mengintip suami orang tidak lah patut nona-nona" ucap xia he
"tapi kalau kalian mau membayar 2 keping emas aku akan membawa kalian menikmati wajah tampan suami ku" ucap xia he.
BERSAMBUNG........