Falling Into Your Smile

Falling Into Your Smile
Part 9



Kevin hanya mengusap wajahnya gusar, lalu beralih menatap Aeleasha yang hanya diam.


"Kamu gak papa, 'kan?" tanya Kevin menangkup kedua pipi Aeleasha.


"Enggak," lirih Aeleasha, Kevin tersenyum lalu merangkul pundak Aeleasha dan membawanya pulang.


Aeleasha dan Kevin sudah tiba di mansion, Kevin langsung membawa Aeleasha menuju kamar.


Ceklek!


"Sayang, kamu mau mandi. Atau langsung tidur?" tanya Kevin memegang pundak Aeleasha.


"Mandi dulu," lirih Aeleasha berjalan ke kamar mandi.


Kevin hanya menatap Aeleasha sedih. Dia pasti masih teringat-ingat akan kejadian tadi, semoga saja Aeleasha bisa segera melupakan kejadian tadi, dan Kevin akan menjaga Aeleasha lebih baik lagi.


Tak lama, Aeleasha keluar dari kamar mandi. Dan sudah memakai pakaian tidurnya serta rambut yang dibiarkan terurai.


Dia celingukan mencari Kevin, ke mana Kak Kevin ya?


"Kakak, ke mana?" gumam Aeleasha dia duduk sambil menyandarkan kepalanya di sofa yang dia dudukki.


Beberapa menit kemudian pintu kamar terbuka, dan menampakkan Kevin yang membawa piring berisi makanan kesukaan Aeleasha.


Kevin berjalan menghampiri Aeleasha dengan senyuman manisnya.


"Makan dulu, ya?" bujuk Kevin, Aeleasha hanya menggeleng.


"Kok, gitu? Nanti Ayam gorengnya Kakak makan, nih?!" ancam Kevin, Aeleasha melihat sekilas piring yang berisi Ayam goreng dan beberapa lauk lainnya.


"Aeleasha laper, tapi gak nafsu makan"batin Aeleasha.


"Sayang!" panggil Kevin membuyarkan lamunan Aeleasha


"Hemm?" Aeleasha mendongak menatap Kevin.


"Kenapa? Makan, ya?" lagi-lagi Kevin membujuk Aeleasha tapi Aeleasha tetap sama menggeleng.


Kevin menghembuskan nafas berat. "Aeleasha mau apa? Kakak janji, Kakak turutin tapi makan!" ujar Kevin menatap lekat Aeleasha.


"Aeleasha mau makan, tapi nanti? Kakak Usap-usap rambut Aeleasha, ya?" mohon Aeleasha, Raiden hanya terkekeh. Kenapa Aeleasha begitu menggemaskan sekali.


40 menit Aeleasha sudah menyelesaikan makannya, minum lalu bersiap untuk tidur.


"Kakak!" panggil Aeleasha saat Kevin hendak melangkah keluar kamar.


Kevin berbalik dan mengangkat alis. "Kenapa?" tanya Kevin.


"Katanya mau Usap-usap rambut, Aeleasha!" kesal Aeleasha, Kevin tertawa renyah kenapa gadisnya begitu tidak sabaran.


"Sabar, sayang. Kakak mau taruh piring ke dapur."


"Nanti, aja!" rengek Aeleasha seperti bayi yang tidak mau ditinggal ibunya.


"kalo bukan karena, sayang. Udah saya ceburin ke kolam." batin Kevin terkekeh gemas.


Kevin berjalan menghampiri Aeleasha, dan berbaring di sampingnya dan mulai mengelus rambut Aeleasha.


Aeleasha memejamkan matanya dan merasakan kelembutan usapan tangan Kevin.


Selang beberapa lama Aeleasha tertidur, Kevin tersenyum lalu menc*m setiap inci wajah Aeleasha.


"Selamat tidur, sayang." ucap Kevin kemudian melangkah pergi, untuk mengobati luka yang berada di wajahnya. Dia harus segera mengobatinya jika tidak luka lebamnya tidak akan sembuh.


"Arghhh!" ringis Kevin saat mengobati luka yang berada di sudut b1b1rnya, dengan alkohol.


Tiba-tiba saat Kevin sedang fokus mengobati lukanya ....


"KAKAK!"


Kevin menoleh ke arah tangga, dan melihat Aeleasha berdiri dengan wajah cemberut nan menggemaskan.


"Kenapa Sayang?" tanya Kevin kembali fokus mengobati lukanya.


Aeleasha berjalan menghampiri Kevin dan duduk di sampingnya. "Kok, Kakak tinggalin, Aeleasha. Sih!" kesal Aeleasha cemberut dan bibir di manyunkan seperti pantat bebek.


BERTEMBUNG....


Note : Selanjutnya percakapan akan terus memakai bahasa Indonesia walau ada percakapan dengan orang asing demi kelancaran alur cerita.