Falling Into Your Smile

Falling Into Your Smile
Part 15



Kak, ayo. Sini! kupu-kupunya lucu!" ajak Aeleasha yang masih asik mengelus-elus Kupu-kupu yang berada di tangannya.


"Kamu aja, saya. Geli," ujar Kevin.


"Masa sih? Bukannya Kakak Berani yaa? Terus kalo Kakak geli, ngapain bawa Aeleasha ke sini?" tanya Aeleasha menghampiri Kevin sambil membawa kupu-kupu yang di genggamnya.


"Saya, kalo. Lihat doang biasa aja, cuma kalo disuruh megang saya geli," jelas Kevin, Aeleasha hanya mengangguk mengerti lalu kembali bermain dengan kupu-kupu tersebut.


Disaat Aeleasha sedang asik bermain dengan kupu-kupu Kevin mendapat telpon.


"Halo, gimana?"


"........."


"Oke, lalu?"


Aeleasha menoleh ke arah Kevin yang pergi menjauh. Siapa yang menelepon Kevin? Sampai-sampai Kevin harus menjaga jarak dengannya, ketika mendapat telpon tersebut.


"Kakak dapet telpon dari siapa? Kok sampai gak mau Aeleasha denger apa jangan-jangan? Kak Kevin nyembunyiin sesuatu dari Aeleasha ya?" ujar Aeleasha masih menatap Kevin dari jauh yang sepertinya sedang berbicara serius.


Aeleasha pun berjalan menghampiri Kevin, dengan langkah pelan. Agar Kevin tidak tahu bahwa Aeleasha akan menguping pembicaraannya.


Kevin tersenyum Aeleasha berfikir Kevin tidak tahu bahwa Aeleasha ada beberapa langkah di belakangnya padahal Kevin tahu Aeleasha sedang menguping pembicaraannya.


Kevin pun mendapat ide untuk mengalihkan pembicaraannya dengan sang penelpon misterius "Ya pak Baik, kalo begitu soal kerja samanya kita bicarakan nanti! Terima kasih." Kevin langsung mematikan telpon tersebut.


'Kak Kevin Ngobrol soal bisnis kok, Sampai enggak mau Aeleasha dengar.' batin Aeleasha.


"Udah main, Sama kupu-kupunya?" tanya Kevin tanpa berbalik menatap Aeleasha.


"Loh kok. Kak Kevin tau Aeleasha ada di belakangnya?' batin Aeleasha.


Kevin berbalik dan berjalan menghampiri Aeleasha. "Kalo orang nanya itu, dijawab!" ujar Kevin menatap datar Aeleasha.


"U--udah."


"Saya tau, Kamu nguping, 'kan?" ujar Kevin membuat Aeleasha gelagapan.


"Tapi kamu emang mau nguping kan?" tebak Kevin lagi.


"Iya." polos Aeleasha.


"Kok ngaku Sih." gemas Kevin langsung menarik-narik pipi Aeleasha.


"Ihh!" kesal Aeleasha melepaskan tangan Kevin yang menarik-narik pipinya gemas.


"Kakak Aeleasha mau seblak," ujar Aeleasha membuat Kevin berfikir.


"Seblak? Apaan tuh?" tanya Kevin.


"Masa Kakak enggak tau. Seblak sih!" kesal Aeleasha memanyunkan b1b1rnya.


"Enggak, Emang seblak apaan?" tanya Kevin lagi.


"Ihhhh!" kesal Aeleasha langsung berjalan meninggalkan Kevin yang tampak bingung.


"Orang nanya, malah pergi!" gerutu Kevin.


"Kamu!" panggil Kevin pada bodyguard yang sedang berjaga.


"Iya Tuan," ujar bodyguard.


"Seblak apaan?" tanya Kevin membuat bodyguard tersebut ingin tertawa maklum saja Kevin tidak tahu seblak. Karena yang dia tahu hanya seputar bisnis, soal makananpun dia hanya mengetahui makanan luar yang terbilang mewah Kevin jarang bahkan mungkin tidak pernah mencoba makanan yang terbilang makanan umum seperti itu.


"Seblak itu makanan khas sunda Tuan. Ada yang pedas, ada juga yang tidak. Dan isiannya macam-macam banyak yang jual di pinggir jalan bahkan, Restoran juga sekarang banyak yang menjual seblak dengan berbagai pilihan isian," jelas bodyguard tersebut, Kevin hanya manggut-manggut.


"Ohh kok Saya enggak tau ya?" ujar Kevin menggaruk kepalanya.


Bodyguard tersebut terkekeh. "Wajar Tuan Tidak tau kan makanan Tuan elit semua," ujar sang bodyguard.


"Sok tau!" ujar Kevin berjalan meninggalkan bodyguard yang hanya terkekeh, melihat tingkah Tuanya yang biasanya galak seperti singa.


BERTEMBUNG...