Falling Into Your Smile

Falling Into Your Smile
Part 26



"Sayang. Kamu tunggu di sini dulu, ya. Bunda mau ambil minum," ujar Aeleasha kepada baby Airumi, yang berada dalam stroller.


Aeleasha pun berjalan meninggalkan Airumi yang sedang mengoceh khas bayi.


Lima menit Aeleasha kembali, dengan air minum di tangannya.


"Airumi, Bun---"


Brakk!


Gelas yang Aeleasha pegang terjatuh, dan pecah kala melihat stroller baby Airumi kosong.


"A--air, Airumi!" Panggil Aeleasha mulai histeris.


"Airumi, kamu di mana Nak?" Aeleasha mencari-cari baby Airumi di area taman rumah.


"AIRUMI!" teriak Aeleasha, sampai membuat beberapa bodyguard terkejut, lalu menghampiri Aeleasha yang sudah menangis.


"Ada apa, Nona?" Tanya salah satu bodyguard.


"Airumi hilang." Isak Aeleasha.


"Apa!" kaget semua bodyguard.


"Tolong cariin Airumi," ujar Aeleasha.


"Baik, Nona, nona tenang kami akan mencari Nona Airumi," ujar salah satu bodyguard.


Aeleasha mengangguk dengan linangan air mata.


Salah satu bodyguard pun pergi menghubungi Kevin yang kebetulan sedang berada di kantor.


"Halo, tuan."


"Ada apa?" Tanya Kevin di sebrang telpon.


"Tuan, Nona Airumi hilang," ujar bodyguard tersebut.


"Apa!"


"I--iya, Tuan."


"Bagaimana, bisa?"


"Kami juga kurang tau. Tadi, Nona Aeleasha histeris kala Nona Airumi tidak ada di stroller, Tuan," jelas bodyguard tersebut.


"Astaga, kalo. Gitu sekarang juga kalian semua cari anak! Saya sampai ketemu, kalo tidak ketemu atau terjadi, sesuatu saya pastikan hidup kalian tidak lama lagi!" Bentak Kevin.


"B--baik Tuan," ujar bodyguard.


"Satu lagi, jaga Nona Aeleasha, saya pulang sekarang."


"Baik."


Tut.


Setelah menghubungi Kevin, bodyguard tersebut ikut pergi bersama bodyguard lain untuk mencari baby Airumi.


Sedangkan Aeleasha, dia terus menangis karena dia merasa gagal untuk menjaga anaknya.


"Sudah, Nak." Ibu terus menenangkan Aeleasha.


"Bu, Aeleasha gagal jadi, ibu yang baik untuk Airumi. Harusnya Aeleasha gak tinggalin dia sendiri!" Tangis Aeleasha.


"Sudah, Nak. Ini sudah takdir, bukan salah kamu," ujar Ayah Aeleasha.


"Gimana kalo terjadi, sesuatu. Sama Airumi, kak Kevin pasti marah banget sama Aeleasha!" tangis Aeleasha semakin kencang.


"Ibu yakin, Nak Kevin enggak akan marah ini, 'kan bukan sepenuhnya salah kamu," ucap ibu.


"Betul itu, Nak, Nak Kevin pasti bisa mengerti." Ayah mengusap-usap punggung Aeleasha.


...----------------...


Kevin kini dalam perjalanan pulang, dia begitu khawatir akan Airumi dan Aeleasha dia pasti merasa sedih.


Saat di tengah perjalanan handphone Kevin berbunyi.


"Halo, Tuan."


"Kami berhasil melacak keberadaan nona Airumi, Tuan," ujarnya.


"Bagus, kirim lokasinya ke saya sekarang!" tegas Kevin.


"Baik," ujar bodyguard tersebut, dan langsung mengirimkan lokasi tempat Airumi diculik.


Ting!


Setelah Kevin menerima pesan lokasi tersebut, Kevin langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


'Semoga kamu baik-baik aja, Nak.' batin Kevin.


"Aeleasha, kamu mau ke mana?" Tanya Ibu kala melihat Aeleasha berjalan tergesa-gesa.


"Aeleasha mau pergi ke tempat Airumi diculik, Bu. Kata anak buah kak Kevin, mereka berhasil temuin lokasinya," ujar Aeleasha.


"Jangan Nak! Lebih baik, kamu di rumah aja, ibu takut nanti kamu kenapa-kenapa," ujar Ibu.


"Enggak Bu, Aeleasha harus datang ke sana. Aeleasha takut, nanti baby Airumi kenapa-kenapa!" Kekeuh Aeleasha.


"Ael---"


Tanpa mendengarkan ibunya, Aeleasha terus berjalan menuju mobil untuk pergi ke lokasi Airumi diculik.


"Semoga Aeleasha, dan Airumi baik-baik aja," ucap Ibu merasa khawatir.


...****************...


Kevin terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia tidak perduli akan pengendara lain, yang ada dalam pikirannya saat ini adalah Airumi.


Kevin tak sadar ada seorang laki-laki paruh baya yang akan menyebrang jalan.


"Ya Allah!" Teriak laki-laki paruh baya tersebut, kala mobil Kevin melaju dengan kecepatan tinggi ke arahnya.


"Astaga!" Kaget Kevin, saat dia ingin menginjak rem, tapi sayang. Sudah terlambat.


Brakk!


Kevin menabrak laki-laki paruh baya tersebut.


"Astaghfirullah, apa yang saya lakukan," ujar Kevin langsung turun dari mobilnya.


"Pak, bapak!" Panggil Kevin menghampiri orang yang, tak sengaja dia tabrak.


"Ayah!" Panggil seseorang.


"Ayah, bangun yah, Ayah Kenapa?" Tangisnya.


"Mbak, maaf saya gak sengaja," ujar Kevin merasa bersalah.


"Maaf, mas. Bilang ini Ayah saya gimana!" Bentak gadis tersebut.


"Saya akan tanggung jawab, kita bawa ke rumah sakit," ujar Kevin.


Kemudian Kevin pun membantu mengangkat laki-laki paruh baya itu, untuk dibawa ke rumah sakit.


"Mbak, tunggu di mobil! Saya mau telpon seseorang dulu," ujar Kevin, hanya mendapat anggukan dari gadis yang Ayahnya tak sengaja Kevin tabrak.


"Halo, Zian. Sekarang kamu pergi ke lokasi Airumi diculik, saya ada urusan," ujar Kevin.


"Urusan apa, Tuan?"


"Saya gak sengaja, nabrak orang," ucap Kevin lirih.


"Astaga! Baiklah Tuan, Tuan hati-hati, biar urusan Airumi saya yang tanggung jawab."


"Terimakasih."


"Sama-sama, apa Tuan ingin saya mengirim orang untuk menemani Tuan?"


"Tidak usah! Saya bisa handle ini."


"Iya."


Tut!


Kevin pun segera masuk ke dalam mobilnya, dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit.