
Pagi menyapa Aeleasha menggeliat kecil, dia melihat ke samping dan tersenyum tipis. Ternyata Kevin menepati janjinya, Kevin tertidur pulas di samping Aeleasha.
Kevin juga membuka matanya, dia tersenyum kepada Aeleasha, Kevin memeluk Aeleasha dari samping. tangannya mulai nakal.
Plak!
Aeleasha memukul lengan Kevin, pasalnya tangan Kevin malah masuk kedalam baju.
"Kamu hobi banget, sih. mukul aku!" Kesal Kevin mengusap punggung tangannya.
"Lagian nakal banget jadi, orang!" Ketus Aeleasha.
"Maaf," lirih Kevin.
Aeleasha bangkit meninggalkan Kevin yang menatapnya dengan tatapan sendu, Aeleasha begitu berbeda di pagi hari ini. dia lebih dingin dan cuek.
Setelah selesai mandi, Aeleasha pun masuk ke dalam kamar baby Airumi, dia menggendong baby Airumi kemudian turun ke bawah untuk sarapan.
Sampai bawah dia bertemu dengan Denisa, perasaan sakit itu, kembali terasa. Aeleasha berusaha mengabaikan perasaan sakitnya, rasanya dia tidak ada tenaga untuk menangis dan mengumpat.
"Mbak!" Panggil Denisa membuat Aeleasha menghentikan langkahnya, Denisa dan Aeleasha usianya memang lebih tua Denisa, Denisa berusia 24 tahun. hampir seumuran dengan Kevin makanya Denisa memanggil Kevin dengan sebutan 'Mas', tapi Denisa memanggil Aeleasha dengan sebutan 'Mbak'. karena itungannya adalah Aeleasha istri pertama Kevin, pikir Denisa.
"Iya," jawab Aeleasha datar, dan sibuk menimang-nimang baby Airumi.
"Aku udah masak buat kita sarapan, apa mas Kevin sudah bangun?" Tanya Denisa, rasanya sakit sekali saat mendengar Denisa memanggil Kevin dengan sebutan 'Mas', Aeleasha saja jarang memanggil dengan sebutan itu, sungguh sakit.
"Kak Kevin, lagi mandi," jawab Aeleasha tersenyum paksa.
"Ohh, kalo. gitu aku izin panggil mas Kevin ya," ucap Denisa.
"Udah aku bilang, dia lagi mandi," ujar Aeleasha dengan sabar.
"Iya, maksud aku. aku mau panggil dia, aku kan harus izin sama mbak buat, masuk kamar kalian," ujar Denisa menunduk.
Denisa mengangguk senang, Aeleasha pun kembali berjalan menuju meja makan. yang sudah terdapat ibu dan ayahnya.
Denisa berjalan menuju kamar Kevin dan Aeleasha, dia mengetuk pintu, tapi tak ada jawaban.
"Apa mas Kevin belum selesai mandi, ya." Denisa kembali mengetuk pintu.
Tok! Tok! Tok!
"Mungkin belum selesai." Gumamnya.
Saat Denisa ingin berbalik, tangannya tak sengaja mendorong pintu, pintupun terbuka sedikit.
Denisa melihat dari sedikit celah pintu yang terbuka, dia begitu terpukau dengan kamar milik Kevin dan Aeleasha, begitu mewah dan bagus, tanpa sadar Denisa melangkah memasuki kamar. dia memandang setiap inci ruangan itu, terdapat banyak lukisan, foto-foto kebersamaan Aeleasha dan Kevin yang tersusun rapi.
"Maa syaa Allah, bagus banget." Puji Denisa.
Saat Denisa asik melihat-lihat isi kamar, pintu kamar mandi terbuka dan menampakkan Kevin yang baru selesai mandi.
Kevin maupun Denisa sama-sama terkejut, pasalnya Kevin hanya menggunakan handuk di pinggangnya. membuat perut sixpacknya terlihat jelas.
Denisa membalikkan badannya, Kevin kembali masuk ke dalam kamar mandi, dia tidak ingin ada orang selain Aeleasha yang melihat tubuh kekarnya ini.
"M--maaf, mas," ujar Denisa gugup, dengan pipi yang memerah dibalik cadarnya.
"Kamu ngapain, di kamar saya?!" Tanya Kevin dari dalam kamar mandi, dengan ketus.
A--aku cuma mau panggil, mas. buat sarapan," ujar Denisa.
BERTEMBUNG...
Selamat membaca semuanya🙂