Falling Into Your Smile

Falling Into Your Smile
Part 19



Kevin memakai jaket hitam miliknya memakai sepatu dengan warna yang sama menaruh handphone di saku, dompet, dan memakai kaca mata hitam.


Aeleasha yang melihat itu menatap Kevin bingung. Dia berjalan perlahan karena kini usia kandungan Aeleasha sudah memasuki delapan bulan jadi, kesusahan untuk berjalan.


"Kakak, mau ke mana?" tanya Aeleasha.


Kevin terlonjak kaget. "Ee, Kaka. Mau,hmm?." bingung harus mengatakan apa.


"Kakak, mau pergi?" Tebak Aeleasha.


"I--iya," jawab Kevin.


"Pergi ke mana? Aeleasha, mau ikut," ujar Aeleasha memegang tangan Kevin.


"Jangan sayang." Kevin membelai rambut Aeleasha.


"Kenapa?"


"Kakak bukn mau jalan-jalan, tapi mau pergi kesuatu tempat," lirih Kevin.


"Iya, pergi ke mana Aeleasha pengen ikut!" kekeuh Aeleasha.


Kevin menghembuskan nafas berat. "No! Enggak boleh!" tegas Kevin.


"K---"


"Sayang, Kamu itu lagi hamil besar kalo kenapa-kenapa gimana?" ujar Kevin selembut mungkin.


"Iya, sih...Tapi Kakak janji perginya enggak lama ya?" ujar Aeleasha.


"Iya sayang." Kevin mencubit gemas hidung Aeleasha.


"Kakak pergi, Ya? Baik-baik di rumah kalo ada apa-apa telpon, atau pergi ke bawah ada bodyguard yang jagain kamu 24 jam," ujar Kevin, Aeleasha mengangguk.


Kevin mengec*p kening Aeleasha, lalu melangkah keluar kamar menuju mobilnya.


'Maaf kak. Bukanya Aeleasha enggak nurut sama Kakak tapi. Aeleasha tau Kakak mau ke mana, Kakak pasti mau pergi ke tempat dimana kedua orang tua Aeleasha berada. Maka dari itu, Aeleasha akan ikutin Kakak diam-diam,'batin Aeleasha.


Aeleasha mengambil Hoodie berwarna hitam memakai sepatu sneaker, kemudian melangkah diam-diam keluar rumah dan mengendarai mobil untung saja. Aeleasha sudah bisa mengendarai mobil dan dia mengikuti ke mana perginya mobil milik Kevin.


'Baik-baik ya, Nak. Kita akan ikuti Daddy kamu,' ujar batin Aeleasha mengelus perutnya dengan sebelah tangannya.


Mobil Kevin berhenti di sebuah hutan. Yang cukup lebat, Aeleasha terus memperhatikan Kevin dari dalam mobil. Dia mulai benar-benar penasaran, kenapa Kevin pergi ke hutan yang cukup lebat malam-malam ditambah banyak anak buahnya juga walaupun Aeleasha tau. Kevin ingin menyelamatkan Kedua orang tuanya tapi kenapa ke hutan?


Aeleasha turun dari mobil dan mulai melangkah mengikuti Kevin. Yang masuk ke dalam hutan bersama anak buahnya, Aeleasha berjalan dengan hati-hati karena cuaca yang dingin serta banyak ranting-ranting dan batu-batu kecil yang jika salah langkah pasti akan terpeleset atau mungkin terjatuh dan itu bahaya bagi Aeleasha.


"Kak Kevin kok, Makin masuk ke dalam hutan sih? Bikin merinding aja apa lagi pohon-pohonnya tinggi-tinggi banget," ujar Aeleasha berjalan sambil meraba-raba batang-batang pohon agar dia tak terpeleset.


"Tuan itu dia. Di ujung sana terdapat sebuah rumah kosong," ujar salah satu anak buahnya.


"Kedua orang tua Nona, Aeleasha disekap di sana," ujar anak buah Kevin yang satunya.


Tiba-tiba hujan turun dengan lebat.


"Yah, hujan lagi ... Aduh, gimana dong? Pandangan Aeleasha jadi gak jelas nih," ujar Aeleasha dia tidak bisa melihat jalan dengan baik, karena hujan turun dengan lebat ditambah malam hari.


"Apa Aeleasha pergi ke arah sana aja ya? Siapa, tau ketemu kak Kevin." Aeleasha pun berjalan ke arah yang berbeda, dia berfikir Kevin pergi ke arah Utara. Padahal Kevin pergi ke arah timur.


Aeleasha berjalan dengan oleng, karena pandangannya tidak jelas karena air hujan.


...----------------...


Drett! Drett!


Kevin mengambil handphonenya dari saku celananya dan melihat nama bodyguard yang berjaga di rumah.


"Halo."


"Tuan, Nona. Tidak ada di rumah," ujar bodyguard tersebut.


"Apa! Kok. Bisa?" ujar Kevin dia terkejut bukan kepalang.


"Sepertinya Nona pergi menyusul Tuan, karena pas saya cek CCTV, Nona pergi tepat beberapa menit setelah Tuan pergi."


"Si*l! Yaudah, sekarang kalian cari Nona Aeleasha ketempat, saya pergi! Saya akan keluar dari hutan dan mencarinya juga," ujar Kevin.


"Baik, Tuan."


Tut!


Kevin menggenggam handphonenya. "Aeleasha nekat banget sih. Mana hujan lagi kalo, Kamu kenapa-napa gimana? Ini hutan sayang!" geram Kevin, tidak menyangka bahwa Aeleasha akan senekat itu.


Kevin pun mengirim pesan kepada salah satu anak buahnya, untuk menggantikan Kevin dalam misi ini. Dia juga memberi tahu bahwa dia akan mencari Aeleasha.


"Aeleasha semoga kamu nggak kenapa-napa." Kevinn mulai melangkah keluar dari hutan untuk segera mencari Aeleasha, karena hujan semakin lebat.


Di sisi lain, Aeleasha sedang kesusahan berjalan karena air hujan yang turun begitu lebat. Pandangannya juga tak jelas.


Bruk!


"Aduh." Aeleasha tersandung akar pohon.


"Aduh, gimana ini? Kayaknya Aeleasha salah jalan deh," ujarnya.


Tiba-tiba Aeleasha merasakan perutnya sakit. "Aakgh! Aduh, kok. Perut Aeleasha sakit sih, Aakgh" Aeleasha memegangi perutnya yang terasa sakit.


'Kak Kevin' batin Aeleasha memanggil nama Kevin berharap bahwa dia akan datang.


Apa yang akan terjadi dengan Aeleasha selanjutnya?