Falling Into Your Smile

Falling Into Your Smile
Part 8



Tak berselang lama Tara langsung menarik Aeleasha dan mencengkram kedua pipinya dan membuat sang empu meringis kesakitan.


"TARAAAA!" bentak Raiden


Tara terus mencengkeram erat pipi chubby Aeleasha, dan membuat Kevin semakin marah. Dia berusaha untuk bangun tapi sayang. Akibat luka yang ada di sekujur tubuhnya membuatnya susah untuk bangun.


"L-lepas!" ujar Aeleasha memberontak tapi Tara malah semakin memperkuat cengkramannya.


"Cantik juga ternyata ... Harusnya tadi gue gak usah kirim pesan ke Lo Vin, kenapa gue gak cobain aja istri lo yang imut dan manis ini? Itu, 'kan udah pasti bikin lo hancur iya, 'kan?" ucap Tara tersenyum menyeringai.


"Tutup mulut lo! Jangan berani-beraninya lo sentuh milik gue!" bentak Kevin yang masih berusaha untuk bangkit.


"Ternyata Lo, gak berubah dari dulu, ya." ujar Tara terkekeh.


"Aeleasha yang imut dan manis! Gimana kalo kita main-main dulu? Di depan suami lo yang bentar lagi mungkin? Innalilahi hahahaha," ujarnya tertawa puas.


"Tara!" bentak Kevin.


"Kenapa sahabat? Hah? 'kan cuma main-main doang, ya palingan sedikit ci*man manja gak papa, 'kan?" ucap Tara meledek dan semakin membuat amarah Kevin memuncak.


"Awas aja, lo. Berani lo sentuh dia! Abis lo sama gue!" ancam Kevin.


"Tapi sayangnya, gue gak takut. Sama sekali." ujarnya kemudian menarik Aeleasha ke dekapannya dan mulai melirik ke arah b1b1r mungil Aeleasha yang menurutnya terlihat menggoda.


"J-jangan," lirih Aeleasha berusaha untuk memberontak tapi sayang tenaganya kalah dibanding tenaga Tara.


Saat Tara hendak menci*m b1b1r Aeleasha tiba-tiba aksinya jadi terhenti.


"SEKARANG!" teriak Kevin.


Brak!


Masuklah sejumlah anak buah Kevin yang sejak tadi, menunggu di luar dan memastikan daerah sekitar. Sambil menunggu perintah Kevin.


Mereka langsung mengepung Taraa dan menolong Aeleasha juga Kevin.


"Hebat sangat hebat!" puji Tara dia tidak menyangka ternyata Kevim secerdik itu.


Apa yang akan Kevin lakukan kepada Tara selanjutnya?


Kevin berjalan menghampiri Tara yang sudah di tangkap oleh anak buahnya, dia sama sekali tidak melawan. Mungkin karena saat ini tenaganya terkuras akibat perkelahian dengan Kevin.


"Tar gue tau! Sifat lo bukan ini, ini bukan sifat lo! Yang pendendam kayak gini, lo orang baik. Lo sahabat gue, gu---" ucapan Kevin terpotong oleh Tara.


"Gue kayak gini, juga karena lo!" bentak Tara.


"Berapa kali sih? Gue harus bilang! Gue gak tau apa-apa soal, Annisa. Kalo gue tau dia bvnvh diri, gue pasti cegah dia," ucap Kevin menatap lekat Tara yang hanya menampilkan wajah datar.


"Yakin?... Kalo pada saat itu, lo berusaha cegah Annisa dan Annisa dia berucap dia gak akan bvnvh diri. Asal lo mau nikah sama dia, dan lo tinggalin Amell demi dia, apa lo akan menuruti permintaan Annisa?" tanya Tara membuat Kevin bungkam.


"Gak bisa jawab, 'kan lo, hah?!" bentak Tara, Kevin hanya memalingkan wajahnya.


"Ga g---" lagi-lagi ucapan Kevin terpotong.


"Apa? Udahlah semua udah selesai, gue ikhlas kalo harus masuk penjara. Tapi gue gak akan pernah ikhlas! Atas apa yang terjadi, sama Annisa dan itu semua GARA-GARA LO KEVIN SOXUKAI!" teriak Tara dengan wajah yang memerah.


"Tuan, sekarang dia kami apakan?" tanya Zi yang sejak tadi, hanya menyimak.


"B-bawa dia ke polisi," lirih Kevin , sebenarnya dia tidak tega jika harus memasukkan sahabat terbaiknya ke penjara, tapi atas apa yang sudah dia lakukan itu lebih menyakitkan bagi Kevin.


"Bawa dia!" titah Zi dan diangguki oleh anak buahnya.


"Sampai kapanpun dendam itu, akan tetap ada!" kekeuh Tara yang sudah diseret paksa anak buah Kevin.


Kevin hanya mengusap wajahnya gusar, lalu beralih menatap Aeleasha yang hanya diam.


"Kamu gak papa, 'kan?" tanya Kevin menangkup kedua pipi Aeleasha.


"Enggak," lirih Aeleasha, Kevin tersenyum lalu merangkul pundak Aeleasha dan membawanya pulang.


BERTEMBUNG......