
Arghhhh! cari Aeleasha, sekarang juga! suruh semua bodyguard untuk cari dia sekarang!" bentak Kevin bodyguard tersebut hanya mengangguk dan berlari untuk memberitahu bodyguard yang lain.
"Sha, maafin! saya," lirih Kevin Mengacak-ngacak rambutnya.
Kini Aeleasha sedang berjalan di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta yang begitu luas, Aeleasha dia tidak tahu kemana tujuannya kini? Dia hanya memandang kosong ke depan. Rasanya saat ini pikirannya hanya tertuju kepada Kevin apakah keputusan Aeleasha untuk pergi itu adalah benar.
"Kak Kevin nyariin Aeleasha gak ya." gumam Aeleasha dalam hati.
"Apa, Aeleasha. Pulang aja?" ujarnya pada diri sendiri.
"Enggak-enggak! Biarin aja, kalo misalnya Kak Kevin emang perduli sama Aeleasha, dia bakal nyari Aeleasha juga kan." ucap Aeleasha kembali berjalan.
"Tapi kok perasaan Aeleasha gak enak ya?' batin Aeleasha bergumam, ntah kenapa dia merasakan ada yang sedang mengikutinya.
Aeleasha beberapa kali melihat ke arah belakang tapi tidak ada siapapun kemudian Aeleasha berjalan dengan cepat.
"Semoga aja enggak ada apa-apa ... mending Aeleasha pulang aja deh" gumamnya dalam hati, saat hendak memberhentikan taxi tiba-tiba ada yang membekapnya.
"Hmmpp!" Aeleasha berusaha untuk memberontak tapi sayang dia keburu pingsan.
"Akhirnya, dapat juga." ucap orang misterius itu lalu menggendong Aeleasha seperti karung beras dan membawanya lari.
Siapa kira-kira dalang dibalik penculikan Ara?
...----------------...
Sedangkan disisi lain Kevin dan anak buahnya sedang kelimpungan mencari-cari keberadaan Aeleasha, ada beberapa bodyguard juga yang mencari Aeleasha sampai keluar dari daerah mereka tinggal.
"Bagaimana, apa kalian menemukan sesuatu?" tanya Kevin pada anak buahnya.
"Belum, Tuan. Kami juga sudah mencari-cari Nona Aeleasha, Tapi masih belum ditemukan," jelas salah satu bodyguard tersebut.
"Si*l! Pokoknya saya gak mau tahu? Kalian terus cari Nona Selesai Sampai ketemu!" tegas Kevin.
"Baik," ujar serempak para bodyguard dan kembali berpencar untuk mencari dimana Aeleasha.
Sedangkan Raiden dia Mengacak-ngacak rambutnya frustasi. "dimana kamu sayang"batinnya.
Selang beberapa menit ada sebuah notifikasi.
Ting!
Kevin melihat isi pesan yang dikirim oleh no asing, mata Kevin langsung terbelalak kala melihat foto Aeleasha sang pujaan hati yang sedang diikat.
"Aeleasha, siapa yang sudah berani-beraninya melakukan ini?!" ucap Kevin mengepal handphone yang dipegangnya.
Kevin langsung mengirimkan pesan kepada seluruh anak buahnya untuk datang ketempat dimana Aeleasha berada sekarang, karena orang tersebut mengajak duel Kevin dengan Aeleasha sebagai jaminannya.
"Kalo sampai terjadi sesuatu? Dengan Aeleasha, dan itu ulah orang yang selama ini saya curigai, habis lo!" ujar Kevin menatap tajam ke arah cermin yang memantulkan wajahnya sendiri.
Kini Kevin sudah sampai di tempat Aeleasha disekap.
"Kalian tunggu disini! nanti kalo saya butuh bantuan kalian, kalian baru masuk!" ujar Kevin.
"Baik, Tuan," ujar serempak mereka.
"Sha, Alesha!" panggil Kevin dengan langkah berhati-hati.
"Sha---" sebelum Kevin menyelesaikan ucapannya tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya.
Kevinn menoleh dan...
Bugh!
Bugh!
"Siapa, Lo?" tanya Kevin yang wajahnya memar akibat pukulan cukup keras dari orang misterius tersebut.
"Dimana, Aeleasha?!" bentak Kevin.
"Kalahin gue dulu! Baru Lo, boleh bawa Aeleasha. Pergi," ujarnya.
"Oke, tapi siapa. Lo?" tanya Kevin lagi berusaha untuk setenang mungkin.
"Lo, yakin gak kenal gue?" tanyanya tersenyum miring.
"Apa jangan-jangan ... Lo, itu Tara?" tebak Kevin, orang misterius tersebut malah tertawa.
"Ternyata, Lo. Masih ingat sama gue, hah?" ujarnya kemudian membuka topeng yang sejak tadi dia pakai dan benar saja dia adalah Tara temen kuliah Kevin dulu.
"Kenapa, Lo ngelakuin ini sama, Aeleasha?" tanya Kevin.
"Karena gue, mau balas dendam!" bentak Tara.
"Balas dendam apa? emang gue buat salah apa?!" Kevin juga membentak Tara balik.
"Dulu Lo, udah bikin cewek yang paling gua, sayang. bvnvh diri dan itu gara-gara Lo!" bentak Tara menarik kerah jas Kevin.
"Apa salah gua? dia bvnvh diri apa hubungannya sama gua, kan udah gua bilang! gua gak ada sangkut-pautnya sama kematian Annisa!" bentak Kevin juga menarik kerah baju Tara.
"Dia suka sama Lo, tapi Lo nolak dia mentah-mentah. Karena Amell, dia sampai depresi sangking dia cinta sama Lo! dan akhirnya dia milih buat mat1 daripada gak miliki Lo," lirih Tara.
"Gua gak tau, Annisa. Bakal senekat itu? lagian gue udah anggap Annisa itu adik gue sendiri," jelas Kevin memegang pundak Tara.
"Tapi Annisa enggak!... Lo, kan juga tau Annisa kalo udah menginginkan sesuatu? dia harus dapatkan itu walaupun dia harus kehilangan nyawanya!" bentak Tara.
"Ga please! Ini masa lalu, tolong jangan diungkit-ungkit lagi? dan Aeleasha dia gak tau apa-apa," ujar Kevin berusaha untuk menenangkan Tara.
"Gak perduli gue, yang gue perduliin. Balas dendam untuk kemat1an Annisa," ujar Tara tetap kekeuh.
"Jadi, mau Lo apa sekarang?" tanya Kevin mulai tersulut emosi.
"Duel sama gue! sampai diantara kita ada yang mat1!" ujarnya dengan tatapan horor.
"Oke, kalo itu yang Lo mau," ucap Kevin mulai memasang kuda-kuda begitu juga Tara.
Mereka saling bertatapan dengan amarah, sudah pasti diantara mereka akan ada yang babak belur bahkan mungkin sampai ada yang mat1. Karena keduanya memiliki ilmu bela diri yang sangat hebat luar biasa.