Falling Into Your Smile

Falling Into Your Smile
Part 10



Tiba-tiba saat Kevin sedang fokus mengobati lukanya ....


"KAKAK!"


Kevin menoleh ke arah tangga, dan melihat Aeleasha berdiri dengan wajah cemberut nan menggemaskan.


"Kenapa Sayang?" tanya Kevin kembali fokus mengobati lukanya.


Aeleasha berjalan menghampiri Kevin dan duduk di sampingnya. "Kok, Kakak tinggalin, Aeleasha. Sih!" kesal Aeleasha cemberut dan bibir di manyunkan seperti pantat bebek.


"Lagian, bukanya kamu udah tidur, kok. Bisa bangun?" tanya Kevin mengalihkan pandangannya menatap Aeleasha.


"Pas, Aeleasha. Berbalik ke kanan mau meluk Kakak, Kakak-nya gak ada." cemberut Aeleasha lagi, Kevin hanya terkekeh sambil menggelengkan kepala.


"Maaf, 'kan kakak mau ngobatin luka dulu!" ujar Kevin mengelus rambut Aeleasha.


"Sekarang, udah selesai?" tanya Aeleasha melihat Kevin merapikan obat-obatan yang tadi, dia gunakan untuk mengobati lukanya.


"Udah yuk sayang, Balik ke kamar." ajak Kevin, Aeleasha mengangguk dan mengikuti langkah Kevin menuju kamar.


Sampai kamar, Kevin berjalan ke kamar mandi dan diikuti Aeleasha yang membuat Kevin menoleh.


"Sayang ngapain ikut ke kamar mandi?" tanya Kevin.


"Aeleasha, mau sama kakak." melas Aeleasha.


"Iya, tapi saya mau ganti baju dulu! Kamu tunggu aja, di kasur, ya?"


"Enggak!" Keukeh Aeleasha.


"Yaudah, terserah kamu." pasrah Kevin.


Kevin pun terpaksa mengganti pakaiannya, dengan Aeleasha yang berada di dalam kamar mandi juga.


Selesai mengganti pakaiannya, Kevin berjalan keluar kamar mandi dan diikuti Aeleasha.


"Sekarang tidur, oke?!" tegas Kevin.


"Iya, tapi kakak jangan pergi lagi!" rengek Aeleasha.


"Iya sayang."


Kemudian Aeleasha pun tertidur di pelukan Kevin.


"Lagi kenapa sih? Tumben manja banget." batin Kevin memperhatikan wajah damai Aeleasha.


Kevin pun perlahan menutup matanya, dan menyusul Aeleasha ke alam mimpi.


...----------------...


Pagi tiba, disertai angin dan hujan yang mengguyur kota Jakarta dengan lebat.


"Eugh."


Tiba-tiba, Aeleasha merasakan mual.


"Hoeekk!" Aeleasha membekap mulutnya, dia begitu mual sekali.


Kevin membuka matanya dan melihat Aeleasha sedang muntah, Kevin terbangun dan memijat Tengkuk leher Aeleasha.


"Kenapa?" tanya Kevin setelah Aeleasha berhenti muntah.


"Enggak tahu. Maaf, ya? kena selimut," lirih Aeleasha pasalnya Aeleasha muntah tepat pada selimut.


"Enggak apa-apa, sayang." Kevin mengec*p kening Aeleasha, dan memperhatikan wajah Aeleasha yang pucat.


"Ke dokter, yuk!" aja Kevin.


"Tapi, kan lagi hujan," ucap Aeleasha.


"Iya, nanti kalo udah reda, ya?" ujar Kevin.


"Oke," jawab Aeleasha, dengan senyuman manisnya. Walaupun wajahnya pucat tapi tidak menghilangkan wajah imutnya.


Siang ini, Aeleasha dan Kevin sudah berada di rumah sakit. Untuk memeriksa keadaan Aeleasha hujan masih turun, namun. Tak selebat tadi, pagi.


"Gimana keadaan istri saya, Dok. Apa dia baik-baik, aja?" tanya Kevin khawatir.


"Istri, bapak. Baik-baik saja, kok. Cuma ...." Dokter menggantung ucapannya, membuat Aeleasha dan Kevin deg-degan.


"Cuma apa?" tanya Aeleasha harap-harap cemas.


"Nona, Aeleasha Sedang mengandung Tuan," jelas dokter tersebut membuat Kevin tersenyum senang begitu juga Aeleasha.


"S--serus?" tanya Kevin memastikan, saking senangnya Kevin sampai tidak bisa berkata-kata.


"Iya, selamat ya, Pak. dijaga baik-baik istrinya! Karena diusianya yang masih terbilang sangat muda, ini harus ekstra dijaga, kesehatan dan mentalnya," terang dokter, Kevin mengangguk mengerti.


"Ini vitaminnya, diminum rutin!" ujar sang dokter.


"Baik, terima kasih," ucap Kevin.


"Sama-sama."


Kevin dan Aeleasha berjalan keluar rumah sakit, untuk langsung pulang. Sepanjang jalan Kevin hanya diam, dan membuat Aeleasha bingung, "Apakah Kevin, senang atau tidak? Dengan kehamilannya." Pikir Aeleasha.


Aeleasha dan Kevin memasuki rumah, dengan Kevin yang masih diam. Kevin langsung menuju kamar dan diikuti Aeleasha.


Ceklek!


Kevin membuka pintu kamar, dan langsung masuk. Membuka sepatu, jas, kaca mata lalu menggulung lengan bajunya, dan naik ke atas ranjang lalu ....


BERTEMBUNG.....