Falling Into Your Smile

Falling Into Your Smile
Part 17



Sampai rumah sakit, Kevin segera menggendong Aeleasha agar segera diperiksa.


"Suster, Dokter!" panggil Kevin, dua Suster dan satu Dokter berjalan menghampiri Kevin.


"Ada apa pak?" tanya sang Dokter.


"Cepat tolong istri saya," ujar Kevin.


"Suster, ambilkan brankar!" ujar sang Dokter, Suster itupun mengangguk. Lalu berlari mengambilkan brankar untuk Aeleasha.


Setelah sang suster mengambil brankar, Aeleasha langsung dibawa menuju UGD untuk melakukan pemeriksaan.


'Semoga Aeleasha dan bayinya baik-baik saja.' batin Kevin merasa cemas.


Selang 20 menit menunggu Dokter keluar, Kevin berjalan menghampiri Dokter yang menangani Aeleasha.


"Dok, gimana keadaan istri dan calon anak saya?" tanya Kevin.


"Untunglah Bapak segera membawa Istri bapak ke rumah sakit jika, Tidak saya tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya," ujar Dokter tersebut.


"Kalo bisa, Jangan membuat Istri Anda stres, panik, takut, dan tertekan. Karena itu, mempengaruhi kandungannya." imbuh Dokter lagi.


"Baik dok."


"Apa saya bisa menemui istri saya dok?" tanya Kevin. Dokter itu hanya mengangguk.


Kemudian Kevin segera masuk ke dalam ruangan dan terdapat Aeleasha yang terbaring sambil mengelus perutnya.


"Sayang."


"Kak, bayi kita enggak apay, kan?" tanya Aeleasha sedikit khawatir.


"Iya sayang. Bayi kita enggak papa kok. Cuma Aeleasha harus dengerin Kakak! Apapun yang sekarang tengah terjadi Aeleasha harus janji, Aeleasha enggak boleh stress dan banyak pikiran. Karena itu bahaya. Untuk baby-nya ngerti?." ujar Kevin menatap lekat Aeleasha.


"Ngerti kak. Tapi Kakak harus selamatin orang tua Aeleasha, Aeleasha pengen ketemu mereka," lirih Aeleasha.


"Iya sayang Kakak janji, itu pasti! Sekarang tugas Aeleasha hanya berdoa dan fokus sama kandungan Aeleasha saja urusan orang tua Aeleasha itu biar. Kakak yang urus."


Aeleasha mengangguk dan tersenyum, Kevin menci*m kening Aeleasha lama.


"Pulang," ujar Aeleasha cemberut.


"Iya nanti Ya? Sekarang Aeleasha harus istirahat dulu, Oke?"


"Oke," ujar Aeleasha tersenyum manis.


Kevin pun duduk di samping Aeleasha dan mengelus kepala Aeleasha agar Aeleasha tertidur.


......................


Kini Aeleasha dan Kevin sudah sampai di rumah. Untung saja tidak terjadi apa-apa kepada Aeleasha dan bayinya. Namun, Rasa resah dan khawatir pada kedua orang tua masih ada Aeleasha berusaha untuk tidak terlalu memikirkan itu karena, Ini demi kebaikan calon anaknya.


"Kak!" panggil Aeleasha.


"Aeleasha mau Es cream," ujar Aeleasha dengan wajah menggemaskan.


Kevin tersenyum. "Mau es cream apa?"


"Coklat sama Vanila" ujar Aeleasha memegang ujung jas Kevin.


"No! Cukup satu es cream pilih mau coklat atau Vanila?"


"Dua-duanya!" kekeuh Aeleasha.


"No! Harus salah satu, Makan es cream berlebihan itu enggak bagus sayang."


"Yaudah rasa Es creamnya campur coklat dan Vanila," ujar Aeleasha lirih.


"Yaudah." Kevin pun pergi untuk membeli Es cream yang diinginkan Aeleasha..


...----------------...


20 menit Kevin kembali dengan Es cream di tangannya.


"Aeleasha!" panggil Kevin.


Tapi tak ada jawaban.


"Sayang."


"Sha, ini Es creamnya."


Kevin pun masuk ke dalam kamar tapi Aeleasha tidak ada di sana, Kevin kembali menyusuri beberapa ruangan di dalam rumah tapi tetap sama Aeleasha tidak ada.


'Ke mana gadis nakal itu?' batin Kevin.


Kevin melangkah ke halaman belakang, saat satu langkah menuju gudang Kevin melihat ....


"Aeleasha!" kaget Kevin.


Kevinn berlari menghampiri Aeleasha.


"Kamu ngapain di atas pohon sayang?!" bentak Kevin saat melihat Aeleasha sedang nangkring di atas pohon mangga.


"Hehehe Aeleasha Mau makan mangga kak," ujar Aeleasha.


"Iya tapi, Jangan manjat juga dong!" kesal Kevin, tak habis pikir dengan Aeleasha, dia seperti Ria ricis saja saat hamil begitu aktif, Sangking aktifnya bikin suami jantungan.


"Aeleasha, turun! Ini Es creamnya nanti cair loh."


"Taruh kulkas aja," ujar Aeleasha.


"Yaudah, sekarang kamu turun!" ujar Kevin.


"Enggak!" tolak Aeleasha.