Falling Into Your Smile

Falling Into Your Smile
Part 11



Aeleasha dan Kevin memasuki rumah, dengan Kevin yang masih diam. Kevin langsung menuju kamar dan diikuti Aeleasha.


Ceklek!


Kevin membuka pintu kamar, dan langsung masuk. Membuka sepatu, jas, kaca mata lalu menggulung lengan bajunya, dan naik ke atas ranjang lalu ....


"YESS! AKHIRNYA, GUE PUNYA ANAK!" teriak Kevin girang, sambil lompat-lompat di atas ranjang. Aeleasha yang melihat itu ikut tertawa dan geleng-geleng kepala melihat tingkah Sang suami, Kevin seperti anak kecil yang dibelikan mainan oleh ibunya, dia tidak pernah melihat Kevin bertingkah seperti itu sebelumnya. Yang Aeleasha tau Kevin itu, datar dan dingin tapi ternyata dibalik itu, ada tingkah absurdnya.


"Yess! Akhirnya, huuhhh!" heboh Kevin.


"Udah, kak. Turun!" titah Aeleasha dengan kekehan karena tingkah Kevin.


Kevin melompat dari ranjang, dan langsung menggendong Aeleasha. Lalu berputar-putar, Aeleasha tertawa lepas walaupun dia agak pusing dengan tingkah Kevin, tapi dia juga benar-benar senang.


"Makasih sayang." Kevin terus memutar-mutar, dengan Aeleasha yang berada dalam gendongannya.


"Iya kak. Udah turunin!" pinta Aeley, Kevin pun langsung menurunkan Aeleasha dan menci*m setiap inci wajah Aeleasha dan perut Aeleay juga.


"Baik-baik ya, Nak." Kevin mengelus-elus perut Aeleasha dengan senyuman mengembangnya.


"Kakak kok, Girang banget, sih?" heran Aeleasha, Kevin berdiri lalu duduk dan mendudukkan Aeley di pangkuannya.


"Karena kakak seneng bentar lagi kakak punya baby," ujar Kevin tersenyum manis.


Aeleasha dan Kevin sama-sama tersenyum manis, mereka begitu bahagia.


Wah Om dan Tante online bentar lagi ada debay nih


"Kak?" panggil Aeleasha menghampiri Kevin yang sedang sibuk dengan laptopnya.


"Apa, sayang?" tanya Kevin melirik sekilas Aeleasha.


"Aeleasha pengen sesuatu," lirih Aeleasha, Kevin menoleh dan tersenyum.


"Mau apa, hm?" tanya Kevin membelai rambut Aeleasha.


"Aeleasha, mau rujak mangga. Tapi kulitnya doang," ujar Aeleasha sedangkan Kevin mengerjab tak percaya.


"Masa kulitnya?" bingung Kevin.


"Enggak tau? Mungkin baby-nya mau, kulitnya doang." Aeleasha mengelus perut ratanya, sambil menunjukkan ekspresi wajah baby facenya.


"Jadi, kakak gak mau nurutin hah?" Aeleasha mulai menangis dan membuat Kevin kalang kabut.


"Enggak gitu, sayang. Habisnya kamu ngidamnya aneh banget masa rujak Mangga, Tapi kulitnya doang," ujar Kevin menenangkan Aeleasha.


"Orang dedenya yang mau." tangis Aeleasha membuat Kevin menghembuskan nafas berat, ternyata punya bumil itu meresahkan.


"Yaudah kakak, Suruh bibi buat beli! Terus bikin rujaknya, ya?" Ujar Kevin mengelus kepala Aeleasha.


"Enggak!" tolak Aeleasha


"Terus apa sayang?"


"Aeleasha, mau Kakak yang manjat pohon mangga. Terus kakak juga yang bikin rujaknya!" rengek Aeleasha, jika bukan karena sayang sudah pasti Kevin saat ini juga membuang Aeleasha ke jurang.


"Ya, kali saya manjat pohon mangga? Saya ini CEO, loh. Ditambah saya disuruh bikin rujak!" kesal Kevin menatap Aeleasha tak habis pikir.


"Yaudah deh, Kayaknya Papa enggak sayang kamu kita pergi aja," ucap Aeleasha hendak berdiri, tapi Kevin langsung menarik tangan Aeleasha membuat Aeleasha duduk kembali.


"Enggak gitu sayang." lirih Kevin memeluk Aeleasha.


"Kalo gitu buruan!" rengek Aeleasha, Kevin hanya mengangguk. Kemudian melangkah menuju halaman belakang, untung saja di belakang halaman rumah Kevin terdapat pohon mangga yang sedang berbuah.


...----------------...


"Tuan, ada apa? Tumben datang ke halaman belakang?" tanya salah satu tukang kebun, yang sedang menyapu Daun-daun kering.


"Mau panjat mangga!" ketus Kevin.


"Loh kalo. Tuan mau mangga biar saya aja yang manjat!" seru tukang kebun, kita panggil saja mang Kosim.


"Jangan! Biar Kaka aja," ujar Aeleasha tiba-tiba, mang Kosim langsung mengerti mungkin saja Nona-nya sedang ngidam.


"Baik, Nona." Mang Kosim kembali menyapu Daun-daun kering.


"Ayo kak, manjat!" kesal Aeleasha.


"Sabar!"