Falling Into Your Smile

Falling Into Your Smile
Part 32



"Iya, yah. Ayah, ibu, apa boleh Kevin meminta tolong," ujar Kevin.


"Tentu, Nak. Apa?" Tanya ibu.


"Aeleasha belum tau, yang sebenarnya tentang Kevin menikah dengan Denisa. Jadi, Kevin mau ibu dan ayah bantu jelasin ke Aeleasha, supaya dia tidak terlalu syok," ujar Kevin, berharap kedua mertuanya mau membantunya.


"Tentu, Nak. Ibu dan Ayah akan mencoba menjelaskan tentang masalah ini kepada Aeleasha. semoga saja, dia bisa menerima pernikahan kedua kamu ini."


"Pernikahan kedua." Kevin, Denisa dan kedua orang tuanya menoleh ke arah pintu, dan terdapat Aeleasha dan Zi yang sudah berdiri di ambang pintu.


Deg. "A--eleasha!" Kaget Kevin.


Aeleasha berjalan mendekati Kevin, dan kedua orang tuanya yang saling pandang. "Maksudnya pernikahan kedua?" Tanya Aeleasha, dia sempat melirik Denisa yang menunduk, tapi kembali menatap Kevin.


Kevin menelan saliva, dia benar-benar bingung bagaimana cara menjelaskannya kepada Aeleasha.


Kevin menoleh ke arah Zi. "Airumi, apa dia baik-baik aja, gak kenapa-napa, kan?" Tanya Kevin mengalihkan pembicaraan, dia menatap Airumi yang berada di gendongan Zi.


"Kakak belum jawab pertanyaan Aeleasha, pernikahan kedua apa maksudnya?" Lagi-lagi Aeleasha bertanya, yang membuat Kevin menarik nafas panjang.


"Jawab kak." Aeleasha memegang tangan Kevin.


"I--itu."—Kevin memejamkan matanya. "Pernikahan kedua s--saya, dengan Denisa."


Deg.


"A--apa ... hahah, Kakak jangan bercanda, deh," ujar Aeleasha tertawa kecil mendengar ucapan Kevin.


"Kak Kevin, bercanda," ujar Aeleasha menepuk pundak Zi yang hanya tersenyum tipis, sebenarnya saat di perjalanan Zi sempat mendapat pesan dari Kevin, yang berisikan bahwa dia sudah menikah dengan Denisa, tapi Zi tidak memberi tahu Aeleasha dia takut Aeleasha syok.


"Saya serius!" Tegas Kevin menghentikan tawa Aeleasha, Aeleasha menatap Kevin tak percaya.


"Zi, tampar aku," ujar lirih Aeleasha menatap Rav.


"Ini mimpi, kan? aku ketiduran di mobil, kan? ini pasti mimpi. Ayo bangunin aku! tampar aku Zi, ini pasti mimpi aku aja," ujar Aeleasha memegang tangan Zi untuk menamparnya, untuk membuktikan bahwa ini semua hanyalah sebuah mimpi Aeleasha saja.


"T--tapi, Nona."


"Ayo, Zi tampar! ini pasti cuma mimpi-- enggak, mungkin kak Kevin nikah lagi," ujar Aeleasha memegang tangan Zi.


"Aeleasha ini bukan mimpi, ini kenyataan. bahwa saya sudah menikah dengan Denisa, dan dia ini istri kedua saya. dia madu kamu!" Bentak Kevin sambil menunjuk Denisa.


Plakk!


Satu tamparan mendarat dengan mulus, sampai wajah Kevin tertoleh kesamping. akibat tamparan keras yang didaratkan Aeleasha.


"Apa kamu bilang, hah?!" Bentak Aeleasha, menatap nyalang Kevin.


"Iya, sayang---"


"Jangan panggil aku, sayang. aku j1j1k!" Bentak Aeleasha, menatap tajam Kevin yang hanya menatap Aeleasha dengan tatapan bersalah.


"Tampar saya! pukul saya! Saya emang pantes kamu perlukan seperti itu, maafin saya, Aeleasha," lirih Kevin.


Aeleasha menarik kerah jas Kevin. "Anak kamu diculik, bukanya menyelamatkannya kamu malah menikah, saya-- saya, dan anak kamu hampir mat1 karena bom, saya dan Zi bertaruh nyawa untuk menyelamatkan anak kamu, tapi yang kamu lakukan apa, hah? malah menikah ... Laki-laki macam apa kamu, Ayah macam apa kamu, suami macam apa kamu, Kevin Soxukai, JAWAB!" Murka Aeleasha seolah dirinya bukanlah Aeleasha, tatapan yang tajam penuh amarah, kekecewaan, semua terlihat di matanya.


Aeleasha memukuli dada bidang Kevin dengan amarah, Kevin hanya diam. rasa sakit yang dia rasakan akibat pukulan Aeleasha, tak lebih menyakitkan daripada hati dan diri Aeleasha yang hancur. saat mengetahui suami yang begitu dia cintai menikah di belakangnya.


"Laki-laki si4lan, laki-laki brengs3k, laki-laki bedeb4h, dasar laki-laki kurang ajar!" Murka Aeleasha terus mengumpat Kevin, amarahnya benar-benar sudah meluap, bak sungai yang diterjang badai.


Aeleasha terus memukul-mukul dada bidang Kevin, Denisa yang tidak tega melihat Kevin pun. memberanikan diri untuk berbicara. "Mbak, saya bisa jelasin. ini semua bukan salah, mas---"


"Diam kamu perempuan si4lan!" Bentak Aeleasha matanya memerah menatap Denisa.