
"Apa kamu sanggup?"
In Syaa Allah, bu. intinya bertahannya Aeleasha di sini, di kehidupan rumah tangga ini, semata-mata hanya untuk baby Airumi. semarah-marahnya Aeleasha, Aeleasha gak akan tega pisahin baby Airumi dan kak Kevin ... walaupun berat untuk Aeleasha, Aeleasha akan tetap berlayar walaupun ombak menerjang kapal dengan kuat, Aeleasha akan bertahan selama kapal itu, tak tenggelam. akibat ombak yang berusaha membalikkan kapal, Aeleasha akan menyerah dan pergi hanya di saat kapal itu, sendiri yang terbalik bukan sebab ombak yang menerjang. Tetapi kapal itu, sendiri yang terbalik karena angin yang bertiup. yang membuat kapal tenggelam dengan sendirinya, Aeleasha akan menunggu masa-masa di mana kak Kevin sendiri sebagai angin yang meminta Aeleasha untuk pergi, dan tenggelam dalam hidupnya," ujar Aeleasha tatapan yang sendu menggambarkan kekecewaan yang besar.
Jika Aeleasha tidak mengingat baby Airumi, sudah sejak kemarin di saat Aeleasha memarahi Kevin. dia meminta cerai, tapi yang Aeleasha pikiran bagaimana baby Airumi? dia terlalu kecil untuk ini ... biarlah Aeleasha bertahan sebagai ibu, dan benteng untuk melindungi Aeleasha. walaupun bertahannya Aeleasha akan menyakiti dirinya sendiri, biarlah. Aeleasha akan menjadi, induk rusa yang akan selalu menjaga anaknya yang diincar oleh sekawanan singa kelaparan, walaupun nyawa taruhannya. dia akan tetap melindungi anak-anaknya dari incaran hewan buas yang kapan saja, bisa datang, ntah. ingin memakan anaknya? atau induknya? semua, tak ada yang tau. begitu juga Aeleasha, dia pasrah kemana takdir akan membawanya berlayar, akankah. Aeleasha sampai di pelabuhan? atau mungkin perjuangan Aeleasha hanya sampai di tengah lautan? yang menenggelamkan kapal tanpa adanya pertemuan dengan pelabuhan, tempat singgahnya kapal yang sesungguhnya.
"Anak ibu udah besar, ya. Sekarang sudah menjadi, seorang ibu yang siap berkorban demi anaknya. walaupun sakit," ujar ibu memeluk Aeleasha, Aeleasha membalas pelukan hangat ibunya. Di sini bukan Aeleasha yang menangis melainkan ibu, hati ibu mana yang, tak sedih dan sakit melihat anaknya dalam kondisi seperti ini ... antara pergi atau bertahan, sungguh menyakitkan.
Mereka melerai pelukan hangat tersebut, saling tersenyum dan memberikan semangat satu sama lain, Aeleasha mencoba untuk memberi tahu ibunya lewat senyuman. bahwa dia baik-baik saja, walaupun luka itu, tetap terlihat jelas di matanya.
Terdengar suara klakson mobil, Aeleasha tahu itu, mobil milik Kevin, tapi dia hanya diam. Tidak ada keinginan untuk menyambut, memeluk, dan bermanja-manja seperti dulu lagi.
Kevin memasuki rumah sambil menggendong Denisa. yang terlihat masih menahan sakit di kepalanya, Aeleasha yang melihat itu, ada rasa sakit ketika melihat orang yang dulu selalu, menggendongnya, memeluknya perhatian padanya, mengkhawatirkan-nya, kini menggendong dan mengkhawatirkan orang lain ... hahaha lucu bukan?
...****************...
Kevin menidurkan Denisa di atas kasur, Kevin segera mengambil obat Denisa yang berada di laci. "Ini obatnya?" Tanya Kevin menunjukkan obat di tangannya.
"Iya, mas. itu, obatnya," jawab Denisa.
"Saya ambi air dulu." Kevin bergegas turun ke bawah untuk mengambilkan air, agar Denisa segera meminum obatnya.
Sampai bawa dia bertemu Aeleasha yang sedang bermain dengan baby Airumi, Kevin tersenyum menatap putri kecilnya yang mulai berbicara tak jelas.
"Kalo mau ngambil air minum, cepetan! nanti Denisa nya kenapa-kenapa!" Ketus Are membuyarkan lamunan Kevin.
"Astaga, iya. saya lupa." Kevin kembali bergegas menuju dapur.
Kevin kembali dengan gelas di tangannya, segera menuju kamar Denisa tanpa menoleh sedikitpun kepada Aeleasha.
"Ini minum." Kevin membantu Denisa untuk meminum obatnya.
"Makasih, ya. Mas," ujar Denisa setelah merasakan kepalanya tidak terlalu sakit.
"Hemm, sekarang istirahat!" Titah Kevin, Denisa mengangguk dan merebahkan tubuhnya.
Kevin pun segera keluar dari kamar Denisa untuk membiarkannya Istirahat.
Kevin menoleh ke arah bawah, di sana sudah tidak ada Aeleasha dan Baby Airumi. mungkin mereka berada di kamar, Kevin pun menyusul Aeleasha dan baby Airumi ke kamar.
Ceklek!
Saat Kevin memasuki kamar, dia melihat baby Airumi sedang mengoceh, tak jelas dia juga mendengar suara keran air. mungkin Aeleasha sedang mandi.
"Lagi ngapain anak Daddy." Kevin menggendong baby Airumi "Owaw ... Waw!" Ocehan, tak jelas dari baby Airumi membuat Kevin tertawa senang.
"Owaw! Waw ... Waw ...." baby Airumi tampak senang bisa bermain dengan daddy-nya.
Aeleasha yang baru selesai mandi, tampak tersenyum tipis melihat Kevin, dan baby Airumi andai tidak ada kejadian seperti kemarin. mungkin saat ini Aeleasha bisa tersenyum lebih lebar melihat anak dan suaminya yang asik bermain.
Tapi apalah daya, nasi sudah menjadi bubur.