
Pagi ini sesuai dengan permintaan Kevin, Aeleasha dan baby Airumi akan pergi ke puncak untuk liburan. Aeleasha sedikit lega karena bisa pergi untuk sementara dari rumah untuk menenangkan pikirannya.
"Ayo, sayang. Kakak udah bawa berbagai makanan, baju hangat, selimut, perlengkapan Airumi, baju kita, kaus kaki, topi, sepatu, handuk, pakaian dalam, s---"
"Apa, pakaian dalam!" Kaget Aeleasha tak percaya.
"Iya, masa kita nanti di puncak gak pake pakaian dalam, gak enak tau," ujar Kevin membuat Aeleasha bergidik ngeri.
"Lagian, ya. Kita itu, liburannya cuma sebentar. Bukan berbulan-bulan, ngapain bawa barang sebanyak ini? Emang bakal muat di bagasi mobil? Terus nanti yang angkut ini ke villa siapa?" Cerocos Aeleasha berkacak pinggang, Kevin yang mendengarnya hanya mengerjabkan mata lucu.
"Aku yang angkut. Lagian, 'kan ada petugas villa yang bantu," jawab Kevin menatap polos Aeleasha.
Aeleasha menghembuskan nafas berat. "Kak, kita gak perlu bawa makanan, kan kita bisa petik di villa nanti sayur-sayurannya. Terus, kalo daging-dagingan, kan bisa beli di sana gak perlu bawa," jelas Aeleasha menatap keresek-keresek putih yang tersusun rapi di sudut kamar.
"Orang itu, bukan sayur-sayuran sama daging. Kok, itu. Tuh makanan ringan buat ngemil," jelas Kevin berdiri dari duduknya.
"Masa sebanyak itu!" Kesal Aeleasha.
"Nanti, kan kita piknik-piknik gitu. Kayak orang-orang kaya," ujar Kevin.
"Emang Kakak bukan orang kaya?" Tanya Aeleasha.
"Bukan ... Kakak, kan sultan." ujar Kevin cengengesan, sambil menyisir rambutnya dengan sela-sela jari.
Aeleasha hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Kevin akhir-akhir ini.
"Yaudah, sekarang kamu siap-siap! Kita perginya diam-diam." Bisik Kevin.
"Kenapa diam-diam?"
"Biar gak ketahuan Denisa." Bisik Kevin.
"Emangnya kenapa?"
"Udah jangan banyak tanya, cepetan!" Kesal Kevin mendorong Aeleasha masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian.
Kevin celingak-celinguk memastikan bahwa tidak ada yang mendengar, waktu menunjukkan pukul 04.19. Kevin sengaja membawa Aeleasha pergi di subuh hari alasan pertama, agar tidak macet dan mereka bisa tiba lebih cepat, alasan dua. Kevin tidak ingin ada yang minta ikut, kalian tahulah siapa, kalo soal Ayah, ibu, Kevin sudah mengatakannya. Jadi, mereka tidak akan khawatir.
Pokoknya misi Kevin untuk bersama dengan Aeleasha tidak boleh gagal, semua pekerjaan sudah diserahkan pada Chelsea, Sekertaris kedua Kevin.
Aeleasha keluar dari kamar mandi. Dia sudah rapi menggunakan celana hitam panjang, dan jaket berbulu berwarna putih.
baby Airumi juga terlihat cantik, memakai baju hangat modelan baju Marsha, di Marsha and the bear yang berwarna pink tua.
Airumi terlihat lucu, pipinya semakin menggembung membuat Kevin gemas, sejak. Tadi, Kevin terus menoel-noel pipi baby Airumi yang tengah tertidur. Karena masih subuh.
"Ayo, kak!" Ajak Aeleasha.
Aeleasha menggendong baby Airumi, dan beberapa maid sudah membawa barang-barang mereka ke mobil secara diam-diam, pokonya semua serba diam-diam, ntah kenapa Kevin bersikap seperti itu.
"Ayo, kita berangkat." Semangat Kevin.
Brukk!
"Aduh!" Kevin memegangi kepalanya yang terbentur pintu.
"Hahaha." Aeleasha dan beberapa maid tertawa terbahak-bahak melihat Kevin, salah sendiri! Orang masih subuh pakai kaca mata hitam, kejedot pintu, kan.
Bruk!
"Siapa yang naruh pintu di sini!" Kesal Kevin memukul pintu tersebut dengan telapak tangannya.
"Udah dari dulu kali, salah sendiri masih subuh udah pakai kaca mata," jawab Aeleasha masih menahan tawanya.
Kevin berdehem, lalu membetulkan kaca matanya yang sedikit miring akibat kejedot tadi, memalukan.
"Ayo." Kevin menarik tangan Aeleasha.
•
•
•
Kini mereka sudah berada di dalam mobil. "Pokoknya, kalo ada yang bertanya saya pergi ke mana. Jangan kasih tau, ngerti!" Peringat Kevin pada tiga maid tersebut.
"Ngerti, Tuan," jawab mereka setengah berbisik.
"Bagus." Setelah mengatakan itu, Kevin mulai menjalankan mobilnya.
Sepanjang jalan begitu dingin, karena ini masih terlalu pagi untuk berangkat ke puncak.
baby Airumi masih tertidur pulas di pangkuan Aeleasha, dia sama sekali tidak terusik.
Kini mereka sudah sampai di villa milik Kevin, kiri, kanan villa tersebut sawah, dan kebun-kebun sayuran, ada juga buah-buahan yang sedang berbuah lebat, suasananya begitu asri dan menenangkan. Serta kicauan burung begitu menyejukkan hati, ditambah angin sepoi-sepoi, beuh bisa kalian bayangkan sendiri gimana rasanya.
"Ayo masuk, yuk!" Ajak Kevin , Aeleashamengikuti langkah Kevin memasuki villa yang kecil, tapi indah dan nyaman.
Barang-barang mereka dibawa oleh orang yang menjaga villa tersebut, dia adalah mang Asep.
BERTEMBUNG...
Pokoknya part ini sama part selanjutnya, bener-bener khusus liburan mereka aja.