Falling Into Your Smile

Falling Into Your Smile
Part 44



"Sayang!" Panggil Kevin yang terus mengikuti Aeleasha ke mana saja, sepertinya misi Kevin kali ini adalah membuat Aeleasha kembali luluh.


Aeleasha terus saja cuek terhadap Kevin, dia tidak perduli Kevin terus mengikuti Aeleasha ke mana saja.


Aeleasha ke dapur Kevin ikut ke dapur, Aeleasha memandikan Airumi. Kevin ikut memandikan Airumi, Aeleasha duduk di sofa


Kevin juga duduk di sofa, dan semua yang Aeleasha lakukan selalu diikuti Kevin.


"Gak capek apa dari. Tadi, ngikutin mulu?!" Tanya Aeleasha dengan kesal.


"Aku, kan gak bisa jauh-jauh dari kamu," jawab Kevin dengan nada suara yang dibuat manja.


Membuat Aeleasha menatapnya geli. "Ih, kok. Suaranya jadi, gitu, sih!" Kesal Aeleasha menoyor jidat Kevin.


Kevin malah memanyunkan b1b1rnya, mengikuti Aeleasha jika sedang kesal padanya. "Itu, kenapa ekspresinya gitu?" Tanya Aeleasha melihat ekspresi Kevin seperti anak perawan ngambek, gara-gara gak dibeliin kuota internet.


"Ngikutin Aeleasha, kalo lagi ngambek," jawaban polos Kevin membuat Aeleasha tertawa terbahak-bahak.


Kevin ikut tersenyum, akhirnya setelah kejadian itu, Kevin bisa kembali membuat Aeleasha tertawa, dan melihat Aeleasha tertawa lepas. Aeleasha terlihat lebih cantik dan lucu jika tertawa. Karena tawanya begitu renyah dan membuat tenang hati Kevin.


"Emang Aeleasha, kalo ngambek mukanya gitu, ya?" Tanya Aeleasha masih tertawa, karena dia baru tahu ternyata dirinya jika sedang marah wajahnya seperti itu.


"Iya, tapi lucu dan bikin Kakak gemes." Kevin malah menguyel-nguyel pipi chubby Aeleasha dengan gemas.


Aeleasha menepis tangan Kevin, dan memanyunkan b1b1rnya sama seperti Kevin tadi. "Ish! Sakit!" Kesal Aeleasha mengusap-usap pipinya.


"Uluh-uluh, mana yang sakit?" Tanya Kevin mengelus pipi Aeleasha.


Aeleasha hanya menatap Kevin lekat, andaikan tidak ada permasalahan dalam rumah tangganya. Sudah pasti Aeleasha akan terus merasakan perasaan seperti ini, di sayang, di prioritaskan.


Aeleasha kembali mengingat kenangan indah bersama Kevin, dulu dia begitu manja dan selalu ingin bersama Kevin, tapi setelah kejadian itu, Aeleasha mulai menjauh dari Kevin, mulai dingin dan cuek, mulai enggan bermanja-manja seperti dulu lagi.


Kevin terkejut saat air mata yang cukup deras membasahi pipi Aeleasha, yang merah akibat dia menguyel-nguyelnya tadi." Loh, kok. Nangis." Kevin langsung memeluk Aeleasha, tangisan Aeleasha kembali meluap seiring dekapan Kevin yang mengerat.


Kevin mengusap-usap punggung Aeleasha, dan sesekali menc1um pucuk kepala Aeleasha, dia juga benar-benar sedih melihat Aeleasha seperti ini. Coba saja semua baik-baik saja.


Denisa yang melihat itu, hatinya terasa panas dan kesal. Melihat Aeleasha dan Kevin kembali dekat, sepertinya dia harus menyusun rencana baru.


'Aku gak akan pernah, biarin kalian bersama lagi.' batin Denisa.


Kemudian dia melangkah pergi meninggalkan Kevin dan Aeleasha yang masih berpelukan.


Aeleasha melepaskan pelukan Kevin, dan menghapus air matanya. "Kenapa, kok. Pelukannya di lepas. Sih, kan aku masih pengen peluk kamu," ujar Kevin dengan suara manja.


"Udah, kak. Geli tau kakak ngomongnya gitu, lagian gak baik juga kalo kita pelukan di sini. Nanti, kalo Denisa lihat gimana, kan gak enak sama dia," ucap Aeleasha. Dia bukan tak ingin berlama-lama dalam dekapan Kevin, hanya saja Aeleasha ingin menjaga perasaan Denisa. Bagaimana jika Denisa sampai lihat, apa dia tidak akan sedih.


"Tapi aku masih pengen peluk kamu!" Rengek Kevin bergelayut manja di lengan Aeleasha yang kecil, Aeleasha hampir saja terjungkal kebelakang.


Tidak sadar badan! Sudah, tau badannya lebih besar dari Aeleasha. Tiba-tiba bergelayut seperti itu, jika Aeleasha tidak pegangan dengan sofa. Mungkin Aeleasha sudah jatuh dan jadi, Aeleasha geprek gara-gara tertimpa Kevin.


Aeleasha hanya menatap Kevin malas, sedangkan Kevin asik bergelayut di lengan Aeleasha. Sambil jongkok, Kevin jongkok saja tingginya hampir dada Aeleasha apa lagi jika dia berdiri. Lalu menimpanya. Tidak terbayangkan bagaimana nasib Aeleasha.


"Kaya mony3t aja," ujar Aeleasha berbisik, menatap Kevin jengah. Sepertinya sifat kanak-kanak Aeleasha pindah ke tubuh Kevin


"Aku dengar loh Sha," ujar Kevin masih asik bergelayut di lengan Aeleasha.


Aeleasha yang mendengar itu, menelan salivnya. Dasar kuping kucing dengar aja, lagi.


BERTEMBUNG....


Note: guys cuma mau bilang, secara tidak langsung Denisa atau Amell. Itu, bukanlah istri Kevin karena pernikahan mereka tidak sah, karena Amell memakai nama orang lain, ya. Itu, Denisa yang sudah meninggal. jadi, Amell bukan istri kedua Kevin, Kevin tidak menikah lagi, dan Aeleasha tidak memiliki madu karena pernikahan antara Denisa atau Amell dengan Kevin itu, tidak. Sah. Jelas ya mereka bukan suami, istri, karena pernikahan mereka tidak sah.