
Kevin dengan ragu mendekati Denisa, dan menc1um kening Denisa. Denisa menggigit b1b1rnya dibalik cadar, dia merasa senang. sedangkan Aeleasha, dia memalingkan wajahnya ... Istri mana yang sudi melihat suaminya menc1um orang lain di depannya, tidak ada istri yang sudi melihatnya.
Denisa menc1um punggung tangan Kevin, begitu juga Aeleasha "Saya berangkat." Pamit Kevin. "Hati-hati!" Seru Aeleasha dan Denisa bersamaan, Kevin hanya mengangguk dan tersenyum.
Kevin memasuki mobil dengan buru-buru, Zi yang kebetulan hari ini akan menjadi supir Kevin, hanya menahan tawa melihat ekspresi Tuanya yang tertekan. "Enak, punya istri dua?" Ledek Zi, membuat Kevin melotot tajam.
"Saya bingung, kenapa orang-orang ada yang punya istri, lebih. dari tiga bisa hidup tenang," ujar Kevin memanyunkan b1b1rnya.
Zi sudah tertawa terbahak-bahak mendengar itu, dia baru pertama kali mendengar Kevin ngedumel. "Cepat jalan!" Bentak Kevin jengkel karena Zi malah menertawakannya. "Tuan, tidak mau melambaikan tangan? kepada kedua Nona yang masih berdiri di depan pintu," ujar Zi masih tertawa, sambil menunjuk Aeleasha dan Denisa yang masih berada di depan pintu.
Mereka heran kenapa mobil Kevin tidak jalan-jalan. apa terjadi, sesuatu?
"Tidak! saya bukan sedang uji nyali, ngapain melambai-lambaikan tangan!" Kesal Kevin, Zi masih sibuk tertawa.
"Cepat jalan, kalo. tidak kau tidak akan mendapat gaji bulan ini!" Ancam Kevin, seketika Zi berhenti tertawa. bisa terancam dirinya jika tidak mendapatkan gaji.
"B--baik," ujar Zi masih sedikit menahan tawa.
Kevin hanya bersedekap dada, sambil b1b1rnya manyun beberapa senti.
"Sudah tau, tidak pernah belajar ilmu berpoligami. pake nerima segala waktu minta buat nikahin Denisa. repot sendiri, 'kan." Sindir Zi yang fokus menyetir.
"Dengerin ini baik-baik, kalo. saya di penjara gimana kehidupan, anak, istri, saya? gimana keadaan kantor saya, kalo gak ada saya? apa gak berantakan semua. terus gimana nasib kamu, kalo. perusahaan bangkrut karena saya di penjara, mau makan apa kamu? gimana nasib karyawan saya, kalo. sampai perusahaan kenapa-kenapa karena gak ada saya, mau makan apa, anak, istri, mereka, hah!" Bentak Kevin, Zi hanya mengangguk. dia setuju dengan apa yang dikatakan Kevin, bagaimana nasib karyawan jika saat Kevin di penjara dan perusahaan terjadi, masalah dan bangkrut. Itu, tentunya sangat merugikan para pekerja.
Jika Kevin tidak memikirkan keadaan anak, istrinya, dan karyawannya. Kevin juga tidak mau menikah dengan Denisa, dia lebih baik di penjara, tapi Kevin berfikir jika dia di penjara bagaimana nasib para pekerjanya? Mereka juga pasti butuh uang untuk membiayai hidup Mencari pekerjaan itu, tidak mudah.
Baca bentar ⚠️
"gak suka, ah. Kevin-nya nikah lagi jadi, males baca."
Author. "Yaudah, gak usah lo baca, tapi butiknya masih lo baca, 'kan."
"Males, banyak banget masalahnya."
Author. "Yang namanya rumah tangga, mau cerita fiksi atau bukan. itu, pasti harus ada bumbu-bumbu masalah, gak ada, tuh. cerita lempeng aja, pembaca juga bakalan bosen. karena jalan ceritanya romantis-romantisan mulu, sedih-sedih mulu, kekerasan mulu, dan bla-bla, semua itu, harus seimbang. hargai juga yang jomblo, kaya saya yang nulis. anda pikir ketika saya nulis adegan romantis saya tidak iri? Saya iri."
Pokoknya, kalo lo kagak suka yaudah gak usah di baca, tapi ujung-ujungnya masih lo baca, 'kan.