
"Kakak!" panggil Aeleasha..
"Hmm?" dehem Kevin masih memunggungi Aeleasha.
"Ih, jangan marah!" ujar Aeleasha mencolek-colek telinga Kevin.
Tapi Kevin tak merespon. "Aeleasha sekarang udah ngerti, kok Maksud Kakak tadi," ujar Aeleasha.
Kevin yang mendengar itu, langsung bangkit dan menatap Aeleasha.
Raiden menatap berbinar Aeleasha, sedangkan yang ditatap hanya menunduk sambil menahan senyumnya.
"Jadi, boleh. Nih?" tanya Kevin.
"B--oleh," lirih Aeleasha.
Kevin tersenyum menyeringai lalu ....
"Aaaaa!" teriak Aeleasha saat Kevin menarik Aeleasha ke dalam dekapannya secara tiba-tiba.
Akhirnya mereka, hmmm.
"Kakak bangun!" teriak Aeleasha mengguncang punggung Kevin, karena Kevin tidur dengan tengkurap.
"Kak, ayo. Bangun!" ujar Aeleasha.
"Apa, sayang aku masih ngantukk?" ujar Kevin masih dengan mata terpejam.
"Ih, bangun! Aeleasha. Mau jalan-jalan."
"Jalan-jalan, ke mana?" ujar Kevin membuka sebelah matanya.
"Ke kebun binatang ,Aeleasha pengen lihat Kupu-Kupu" ujar Aeleasha. Kevin yang mendengar kata 'Kupu-Kupu' langsung membuka matanya.
"Kalo, Aeleasha pengen lihat Kupu-kupu. Pergi ke taman sana!" ujar Kevin dengan suara khas bangun tidur.
"Enggak mau. Aeleasha mau lihat Kupu-kupu di kebun binatang!" kekeuh Aeleasha.
"Di kebun binatang mah. Enggak ada Kupu-kupu." ujar Kevin.
"Ada!" Keukeh Aeleasha
"Tau dari mana?" tanya Kevin.
"Aeleasha, lihat. Dimimpi."
"Itu, 'kan di mimpi Song So Aeleasha Alsava
Athifa," kesal Raiden menutupi wajahnya dengan bantal.
Aeleasha mengambil bantal yang menutupi wajah Kevin. "Ihh, ayo!" rengek Aeleasha.
"Masih pagi ini. Kupu-kupu belum bangun masih tidur," ujar Kevin kembali menutup matanya.
"Tau, dari mana?" tanya Aeleasha.
"Sekarang, kan masih pagi. Kupu-kupu-nya juga pasti masih tidur," jelas Kevin dengan mata terpejam.
"Emang iya? Kupu-kupu-nya belum bangun?" tanya Aeleasha polos.
"Iya kupu-kupu-nya masih dalam mimpi. Belum bangun nanti aja kalo udah bangun," ujar Kevin dengan mata terpejam.
"Yaudah, deh. Kasian Kupu-kupu-nya kalo diganggu, kalo gitu kita perginya nanti ya? Kalo Kupu-kupu-nya udah bangun!" ujar Aeleasha memeluk Kevin.
"Hmmm," dehem Kevin kembali tertidur karena ini masih pukul 06.08
...----------------...
Aeleasha berlari ke arah Kevin Kakak!" panggil Aeleasha.
"Eh, jangan lari-lari! Ntar jatoh!" peringat Kevin.
"Hehehe, maaf." Aeleasha hanya menyengir.
"Kak ayo. Ke kebun binatang!" ajak Aeleasha memegang ujung baju Kevin.
"Ngapain?"
Kevin menepuk jidatnya. "Allahuyya Karim." Kevin benar-benar dibuat pusing oleh Aeleasha, semenjak dia Hamil Aeleasha jadi suka meminta yang aneh-aneh.
"Kak, ayo!" Aeleasha kembali merengek.
"Pasti kupu-kupu-nya udah bangun, kan sekarang udah siang," ujar Aeleasha menarik-narik tangan Kevin.
"Yaudah, ok." Pasrah Kevin.
"Yeay!" girang Aeleasha.
'Ada-ada aja, Di kebun binatang mana ada Kupu-kupu, adanya juga harimau. Biar aja nih. Si Aeleasha diterkam, biar kapok sekalian,' gerutu Kevin dalam hati.
Aeleasha dan Kevin berjalan menuruni tangga, Aeleasha terus saja tersenyum senang. Karena Kevin akan membawa Aeleasha melihat kupu-kupu yang dia inginkan. Di kebun binatang, tentu saja Kevin tidak ingin membawa Aeleasha ke kebun binatang. Mana ada kupu-kupu di kebun binatang, Aeleasha-Aeleasha ada-ada aja.
"Loh kak kok. Kita malah ke belakang?" tanya Aeleasha kala Kevin menggandeng tangan Aeleasha menuju ruangan belakang.
"Diam!" ujar Kevin, Aeleasha hanya memanyunkan b1b1rnya.
Kevin terus berjalan menggandeng Aeleasha menuju Taman "Kakak, Aeleasha maunya pergi ke kebun binatang? Bukan ke Taman."
"Enggak!" ketus Kevin.
"Terus ngapain ke Taman? Kaka pasti sengaja ya, biar. Aeleasha nggak jadi pergi ke kebun binatang!" kesal Aeleasha berhenti berjalan dan melepaskan genggaman tangan Kevin.
"Bisa diam, tidak!" ujar Kevin menatap horor Aeleasha.
"Aeleasha gak mau ke Taman! Aeleasha mau lihat kupu-kupu!" kekeuh Aeleasha mengeluarkan suara cemprengnya.
'Ya Allah, berikanlah hamba kesabaran. Atas nikmatmu ini.' batin Kevin.
"Aeleasha sayang. Kamu mau lihat kupu-kupu kan?" tanya Kevin lembut berusaha untuk sabar.
Aeleasha mengangguk lucu. "Kalo gitu jangan banyak tanya! Ikutin Kakak mau ke mana, ok?" ujar Kevim mengelus sebelah pipi Aeleasha yang menggembung karena kesal.
"Oke, tapi Kakak janji, 'kan? Bakal bawa Ara lihat kupu-kupu-nya."
"Iya, sekarang ikutin Kakak." Kevin kembali berjalan dan diikuti Aeleasha.
Sampai di taman belakang, Kevin menyuruh salah satu bodyguard untuk pergi dari sana.
Pintu Taman terbuka, dan nampaklah Taman yang begitu Indah dan sejuk . Serta Tanaman bunga yang sangat indah sejuk untuk di lihat.
Kevin membawa Aeleasha masuk. "Ih, bagus sekalii" Aeleasha menatap taman tersebut.
"Kita ngapain ke sini? keluh Aeleasha.
"Udah diam, dulu!" ujar Kevin sambil memperhatikan sesuatu.
"Aeleasha lihat, tuh!" tunjuk Kevin.
"Apaan?" tanya Aeleasha melirik ke arah yang ditunjuk Kevin.
"Aaa! Gemes banget." girang Aeleasha langsung menghampiri Kupu-kupu yang hinggap di bunga Mawar
"Kak lihat deh. Lucu banget." Aeleasha menunjukkan kupu-kupu yang baru dia tangkap kepada Kevin.
"Iya, lucu." Kevin hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Aeleasha.
"Itu, ada lagi."
"Itu, juga."
Aeleasha malah asik bermain dengan kupu-kupu dan sesekali mengejar kupu-kupu yang ingin kabur.
Kevin hanya tersenyum tipis, melihat Aeleasha yang begitu bahagia. Bisa bermain dengan kupu-kupu, yang mungkin bagi sebagian orang merasa jyjyk.
"Kak, ayo. Sini! kupu-kupunya lucu!" ajak Aeleasha yang masih asik mengelus-elus Kupu-kupu yang berada di tangannya.
"Kamu aja, saya. Geli," ujar Kevin.
"Masa sih? Bukannya Kakak Berani yaa? Terus kalo Kakak geli, ngapain bawa Aeleasha ke sini?" tanya Aeleasha menghampiri Kevin sambil membawa kupu-kupu yang di genggamnya.
"Saya, kalo. Lihat doang biasa aja, cuma kalo disuruh megang saya geli," jelas Kevin, Aeleasha hanya mengangguk mengerti lalu kembali bermain dengan kupu-kupu tersebut.
BERTEMBUNG....