Falling Into Your Smile

Falling Into Your Smile
Part 31



"Tuan, jangan lupa setiap bulannya transfer uang, sebesar sepuluh juta!" Terika bu Susi, Kevin hanya mengangguk dingin.


Mobil Kevin sudah pergi meninggalkan area KUA, bu Susi tersenyum bahagia. akhirnya beban hidupnya berkurang, dengan tidak adanya Denisa, tidak ada suaminya yang menjengkelkan itu, kini dia bisa melakukan apapun dengan uang yang diberikan oleh Kevin setiap bulannya.


"Serasa surga di depan mata," ujar bu Susi kemudian tertawa puas bak orang g1la.


......................


"Mas!" Panggil Denisa, kini mereka di perjalanan menuju rumah Kevin.


"Hmm."


"Apa mbak Aeleasha, akan terima kehadiran aku?" Tanya Denisa.


"Saya tidak tau, yang saya tau, Aeleasha pasti akan sangat marah," ujar Kevin masih fokus menyetir.


"Saya janji, saya akan bantu jelasin ke mbak Aeleasha. semoga aja, dia mau mengerti dan memahami," ujar Denisa.


'Semoga,' ujar batin Kevin.


Dia begitu khawatir dengan Aeleasha, bagaimana reaksi Aeleasha? Semoga saja tidak terjadi, sesuatu nantinya saat mereka tiba di rumah dan mengatakan semuanya.


'Sepertinya, mas Kevin begitu mencintai mbak Aeleasha,' ujar batin Denisa menatap Kevin yang sedang fokus menyetir.


45 menit mereka menghabiskan waktu di perjalanan, kini mereka sudah tiba di halaman mansion.


Kevin turun dari mobil dan diikuti Denisa, Denisa begitu terpukau dengan megahnya mansion milik Kevin ini, dia fikir rumah seperti ini hanya ada di cerita dongeng saja, tapi ternyata benar-benar ada, dan kini dia akan tinggal di sini juga.


"Selamat datang, Tuan!" Sapa bodyguard yang berjaga di depan pintu.


Kevin hanya mengangguk dingin, sedangkan Denisa hanya membalas sapaan bodyguard tersebut dengan senyuman dibalik cadarnya.


Mereka memasuki ruangan utama di rumahnya, terlihat kedua mertuanya sedang bersantai. Kevin berjalan menghampiri mereka.


"Loh, Nak, kok. sudah pulang mana Aeleasha?" Tanya ibu.


Untuk pertama kalinya Kevin merasa takut berbicara dengan seseorang, seperti sekarang ini.


"Lalu itu, siapa?" Tanya ibu menunjuk Denisa yang berdiri di samping Kevin.


"Saya Denisa bu" ujarnya.


"Denisa." Ayah bangkit dari duduknya, Denisa mengangguk.


"Dia siapa?" Kini Ayah yang bertanya.


"D--dia, i--istri Kevin."


Deg.


"Istri," ujar kedua orang tua Aeleasha, Kevin mengangguk Ayah dan ibu saling pandang.


"Maksudnya apa ini?" Tanya Ayah.


"Akan Kevin jelasin." Kevin pun mulai menceritakan kejadian yang terjadi, tidak dikurangkan tidak dilebihkan, semua Kevin ceritakan dengan seksama agar Ayah dan ibu mertuanya tidak salah paham.


Ayah dan ibu begitu terkejut mendengar penjelasan Kevin, mereka kecewa dengan Kevin, tapi ini bukan sepenuhnya kesalahan Kevin, seandainya mereka memberitahu Kevin sejak awal siapa yang sudah menculik mereka mungkin Kevin bisa langsung menangkap orang tersebut, dan mungkin tidak akan ada kejadian Airumi diculik, Kevin menabrak orang karena buru-buru ingin menyelamatkan baby Airumi hingga ini semua harus terjadi, Kevin harus menikah dengan anak dari orang yang dia tabrak.


"Maafin Kevin, bu, yah." Kevin menunduk merasa bersalah.


"Ini bukan sepenuhnya salah kamu, Nak. Ini salah kami juga. seandainya sejak awal kami memberi tahu kamu soal siapa yang menculik kami, mungkin ini tidak akan terjadi," ujar Ayah, dan diangguki ibu.


"Iya, yah. Ayah, ibu, apa boleh Kevin meminta tolong," ujar Kevin.


"Tentu, Nak. Apa?" Tanya ibu.


Maaf typo soalnya Author udh ngantukk banget:), semoga kalian suka dan selamat membaca.