Desmala Gralind

Desmala Gralind
Menjaga Jarak



Keesokkan paginya Mala berangkat sekolah di antar pak Adi. Sesampainya di sekolah seperti biasa ia tak banyak bergaul dengan anak-anak lainnya.


Hanya Dira, gadis yang duduk di sebelahnya yang selalu setia mengajaknya mengobrol walau tak di acuhkan.


"Mala, kamu kenapa?"


"Kok mukanya murung gitu?"


"Lagi ada masalah? kamu bisa kok cerita sama aku"


Dira terus berusaha mengajak Mala mengobrol. Ia tau jika Mala adalah tipe orang yang tertutup dan tak ingin menceritakan masalahnya pada siapa pun.


"Kamu ada masalah sama Rakha?" tanya Dira.


Hufttttt


Mala menghela nafas kasar.


"Berat banget ya masalahnya?" tanya Dira.


"Dira, aku bisa minta tolong?" tanya Mala.


"Bisa apa?" tanya Dira antusias.


"Tolong izinin aku ya! aku mau ke UKS kepala aku sakit"


"Iya pasti, mau aku anter?"


"Gak usah, aku bisa sendiri. Makasih ya Dira bantuannya"


"Sama-sama"


Mala segera menuju UKS, entahlah untuk saat ini ia hanya tak ingin bertemu Rakha. Karna ia tau itu hanya akan menimbulkan perasaannya yang semakin tumbuh untuk Rakha. Setelah mendengar perdebatan orang tua dan omanya Mala menjadi takut untuk melangkah lebih jauh lagi bersama Rakha. Ia takut jika pada akhirnya saat hubungan itu sudah semakin dekat mereka harus mengakhirinya.


Mala berbaring di ranjang UKS, ia menatap langit-langit yang berwarna putih. Untuk saat ini ia hanya ingin sendiri dan tak ingin di ganggu siapapun.


Sementara itu, Rakha sampai di rumah Mala. Beberapa kali ia memencet bel rumah tapi tak ada sahutan. Hingga mobil yang di kendarai pak Adi memasuki rumah. Rakha menghampiri mobil itu. Pak Adi keluar dari mobil dan menghampiri Rakha.


"Kamu temannya non Mala kan?" tanya pak Adi.


"Iya pak, mala nya ke mana ya pak?" tanya Rakha.


"Non Mala udah sampai di sekolah, tadi saya yang antar"


"Udah berangkat?" tanya Rakha kaget.


"Iya, emangnya non Mala gak ngasih tau kamu?"


"Gak ada pak, tapi mungkin saya yang telat jemput makanya Mala berangkat duluan"


"Iya, mungkin aja"


"Yasudah pak, saya pamit"


Rakha mengendarai motornya dan melakukannya menuju sekolah. Sesampainya di sekolah Rakha langsung menuju kelas. Namun ia tak melihat ada Mala di dalam kelas. Tapi, yang membuat Rakha heran adalah tas Mala yang terletak di atas mejanya.


"Dira, Mala mana?" tanya Rakha.


"Ke UKS, kepalanya sakit"


Mendengar itu Rakha langsung berlari menuju UKS. Dan benar saja ia menemukan Mala tengah tertidur di ranjang UKS.


"Mala kamu sakit?" tanya Rakha sembari mengelus kepala Mala.


"Cepat sembuh ya" lirihnya.


Rakha beralih menggenggam tangan Mala.


"Aku bingung, kenapa aku ngerasa kamu lagi ngehindarin aku"


"Tapi mungkin ini cuma perasaan ku aja"


"Jangan pernah ngehindarin aku ya, aku gak bisa"


Rakha mengecup tangan Mala.


"Aku ke kelas dulu, nanti aku balik ke sini lagi. Istirahat ya"


Rakha kembali ke kelas dan meninggalkan Mala di ruangan UKS. Tanpa Rakha tau jika Mala tidak benar-benar tidur. Ia mendengar semua ucapan Rakha. Ia senang ternyata Rakha punya perasaan yang sama dengannya. Tapi ia juga sedih karna masalah keluarga mereka, Mala terpaksa harus menahan perasaannya. Ia tak ingin kandas di tengah jalan.


Di dalam kelas Rakha tak bisa fokus dengan pelajarannya. Ia terus saja memikirkan Mala, bagaimana keadaannya? apakah Mala sudah bangun atau belum?


Rakha tak bisa berhenti memikirkan Mala. Sepertinya ia sudah terjebak dengan gadis itu.


Setelah jam pelajaran selesai Rakha kembali ke UKS tapi ia tak menemukan Mala di sana.


"Mala kemana?" tanya Rakha.


Melihat perawat UKS yang lewat Rakha langsung menanyainya.


"Bu, Mala kemana ya? kok gak ada" tanya Rakha.


"Dijemput?"


"Iya"


Rakha kembali terdiam, kenapa rasanya Mala memang sengaja menghindarnya. Sebenarnya apa yang tidak di ketahui Rakha. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Mala. Ia sungguh bingung dengan semua ini.


Karna jam pelajaran belum selesai Rakha terpaksa kembali ke kelas. Ia menunggu hingga pelajaran selesai setelah itu ia akan langsung ke rumah Mala untuk bertanya pada Mala apa yang sebenarnya terjadi. Sungguh hal ini membuat Rakha sangat bingung.


Sementara itu, Mala yang pulang di antar pak Adi langsung memasuki rumah. Hal itu membuat Oma Lia kaget karna tak biasanya Mala pulang jam segini.


"Mala, tumben pulangnya cepat?" tanya Oma.


"Iya Oma, kepala Mala sakit. Mala mau istirahat dulu"


"Kepala kamu sakit? kita kedokter aja ya" ajak Oma.


"Gak usah Oma, mala cuma butuh istirahat aja kok" ia tak mungkin mengiyakan ucapan Oma untuk di periksa ke rumah sakit. Karna sakit kepalanya itu hanyalah rekayasa yang di buatnya agar bisa menghindari Rakha.


"Yasudah"


Oma membiarkan Mala berisitirahat di kamarnya.


***


Sepulang sekolah Rakha langsung menuju parkiran. Ia harus segera ke rumah Mala untuk melihat keadaannya. Bahkan Affan dan Zayyan yang memanggilnya pun tak di hiraukannya.


Sesampainya di rumah Mala, Rakha langsung memencet bel rumah. Beberapa kali ia memencet bel rumah hingga seorang wanita paru baya muncul dan membukakannya pintu.


"Mau cari siapa?" tanya Bi Inem.


"Mala nya ada bi?"


"Ada"


"Bisa saya ketemu?"


"Tapi non Mala nya lagi istirahat"


"Bentar aja kok bi" ujar Rakha.


"Biar saya tanya non malanya dulu" balas bi Inem.


"Baik bi"


Bi Inem segera menuju kamar Mala. Namun, panggilan Oma membuat bi Inem berhenti.


"Bi Inem, mau kemana?" tanya Oma.


"Ke kamarnya non Mala Oma"


"Buat apa?"


"Diluar ada temannya non Mala yang nyariin"


"Gak usah, biarin Mala istirahat. Biar saya yang nemuin temannya itu"


"Baik Oma"


Oma segera menuju pintu untuk melihat siapa yang ingin menemui Mala.


"Ada keperluan apa ya?" terdengar suara Oma dari belakang Rakha.


"Hm Nenek siapa ya?" tanya Rakha.


"Omanya Mala, ada apa kamu cari Mala?"


"Saya mau ngobrol bentar sama Mala nek, boleh?"


"Mala lagi istirahat gak boleh di ganggu. Besok aja kamu ngobrol sama mala lagi" ujar Oma tegas.


"Yasudah Oma, ini saya mau nganterin tasnya Mala." ujar Rakha memberikan tas Mala yang tertinggal di kelas pada omanya.


"Terimah kasih"


Rakha meninggalkan rumah Mala dengan perasaan kecewa. Rakha sangat bingung kenapa semua orang seakan-akan ingin menjauhkannya dari Mala.


"Besok aku kesini lagi Mala" lirihnya. Tanpa ia sadari jika Mala tengah menatapnya dari atas balkon.


"Rakha, ngapain kamu disini?" batin Mala.


Merasa ada yang memperhatikan Rakha langsung mendongak ke atas. Tapi ia tak melihat apa pun. Karna Mala dengan cepat bersembunyi sebelum Rakha melihatnya.


"Mala" lirihnya. Entah kenapa ia merasa jika Mala memperhatikannya. Tapi ia menepis pikiran itu, mungkin itu hanya perasaannya saja.


"Maaf Rakha, aku emang mau ngehindarin kamu. Biar kita gak berakhir sakit nantinya" lirih Mala menatap motor Rakha yang sudah meninggalkan perkarangan rumahnya.


Jangan lupa like dan comen