
Pulang sekolah, Mala langsung keluar dari kelas dan menghampiri pak Adi yang telah menunggunya di parkiran. Ia lebih baik pulang bersama pak Adi dari pada harus pulang bersama Kevin.
"Pak ayo jalan!" pinta Mala.
"Tapi non, itu den Kevin gimana?" tanya pak Adi yang tak sengaja melihat Kevin memanggil Mala. Tapi tak ia hiraukan.
"Udah, biarin aja pak"
"Baik non" balas pak Adi. Ia juga tak punya hak untuk mengatur anak majikannya itu.
Awalnya pak Adi mengemudikan mobil seperti biasanya. Namun, tiba-tiba saja pak Adi menghentikan mobil secara mendadak. Mala yang sedang asyik bermain ponsel kaget hingga ponselnya terjatuh.
"Ya jatoh" ujar Mala melihat ponselnya yang terjatuh.
"Kenapa berhenti mendadak pak?" tanya Mala sembari memunguti ponselnya.
"Non, kita di cegat" ujar pak Adi. Reflek Mala langsung melihat ke depan mobil. Ia langsung melotot kaget melihat banyaknya preman yang mencegat mobilnya.
"Kita harus gimana pak?" tanya Mala.
"Saya juga gak tau non, kalau di lawan pasti bakalan babak belur saya. Tapi kalau kabur udah gak bisa, kita udah di kepung" ujar pak Adi.
"Bentar pak"
Mala langsung mengirimi pesan pada Rakha agar ia membantunya.
...Rakha...
Tolongin aku! aku di cegat preman! banyak banget
*Lokasi
Setelah mengirim pesan pada Rakha, Mala bingung bagaimana caranya ia bisa mengulur waktu hingga Rakha datang membantunya.
...Rakha...
^^^Aku kesana sekarang!^^^
Setelah mendapat balasan dari Rakha hati Mala menjadi lebih tenang. Setidaknya ia masih punya harapan untuk bebas dari preman-preman yang mencegat mobilnya itu.
"Hey, keluar!" ujar salah satu preman menggedor-gedor pintu mobil.
Mala hanya diam di dalam mobil. Ia tetap diam dan tak menggubris para preman itu.
"Pak adi Mala takut! mereka serem!" adu Mala pada pak Adi.
"Apa saya keluar aja ya non?" tanya pak Adi.
"Jangan pak, bapak sendiri! mereka rame gitu. Nanti bapak jadi ayam geprek mau?"
"Jangan gitu dong non, doainnya yang baik-baik aja"
"Habisnya bapak aneh-aneh aja, masa preman segitu banyaknya mau bapak hadapin sendiri?"
"Maaf non, bapak bingung harus ngapain? kalau kita di dalam mobil terus yang ada mobilnya di ancurin sama mereka"
"Maksud bapak? bapak mau ngehadapin mereka?"
"Lebih baik mencoba kan non? dari pada enggak sama sekali"
"Yaudah deh pak, bapak hati-hati ya! Mala bantu doa"
"Iya non, doain bapak ya, selamat dunia akhirat"
"Ihhh pak Adi jangan gitu!"
"Iya-iya non, maaf"
Pak Adi keluar dari mobil dan menghampiri preman itu.
"Maaf mas, ada apa ya?" tanya pak Adi berharap jika preman itu mau di ajak berdamai.
"Berisik Lo!"
Preman itu langsung menghajar pak Adi dengan posisi satu memegangi pak Adi dan satu lagi memukulnya.
"Aduh, pak Adi ngapain sih? kalau kayak gitu bunuh diri namanya" lirih Mala tak habis pikir.
Kasihan melihat pak Adi Mala segera keluar dari mobil.
"Kalian mau apa? lepasin pak Adi!" pinta Mala.
"Akhirnya! target keluar! tangkap dia!" pinta salah satu preman hingga preman-preman lainnya bersiap menangkap Mala.
Untungnya Mala bisa menghindari mereka dengan dasar-dasar bela diri yang ia pelajari di tempat karate.
Walaupun bisa menghindar, namun Mala tetap kewalahan dengan preman sebanyak itu. Dan akhirnya ia terkena serangan dan terjatuh di aspal.
"Awhhh" ringis Mala.
Para preman itu langsung meringkus Mala dan hendak memasukkannya ke mobil. Namun sebuah motor datang dengan kencang hingga membuat para preman itu terpaksa menghindar.
Mala yang tau jika itu Rakha, langsung menyikut preman yang meringkusnya dan berlari menghampiri motor Rakha.
"Kamu gak papa?" tanya Rakha.
"Ada pahlawan kesiangan nih" kekeh salah satu preman dan preman lainnya tertawa meledek rakha.
"Mau sok jago Lo! Lo sendirian mana bisa ngalahin kita?" kekeh mereka.
"Kata siapa?" balas Rakha
Prokkk prokkk
Rakha bertepuk tangan dua kali. Tiba-tiba saja beberapa motor datang dan berhenti di belakang Mala dan Rakha. Di antara mereka ada Affan, Zayyan, Haura dan Dira.
"Mereka?" lirih Mala bingung.
"Mereka bakalan bantu kita" ujar rakha.
"Jadi ini lawan kita?" tanya Affan tersenyum kecut.
"Kayak tikus got semua" kekeh Zayyan.
"Badannya doang gede, hatinya hello Kitty" kekeh Haura tak sengaja melihat baju dengan gambar hello Kitty yang di kenakan seorang preman.
"Hahahaha" semua teman-temannya Rakha tertawa puas dengan ucapan haura.
"Hello Kitty!" ledek Affan.
Dira mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan langsung melemparkannya pada segerombolan preman itu.
"Woi ular! ular!" pekik para preman itu saat Dira melemparkan ular mainan pada mereka.
"Hahahahahahha"
Para preman yang sadar jika mereka tengah di kerjain oleh anak-anak itu. Sangat kesal dan langsung menyerang mereka.
"Serang!" pintanya.
Perkelahian antara teman-teman Rakha dan para preman itu tidak bisa di hindari. Di saat perkelahian terjadi, Mala, haura dan Dira sedikit menepi karna mereka di larang ikut berkelahi. Walaupun mereka bisa membantu, tapi mereka dengan keras di larang oleh pawang mereka sendiri dengan alasan jika wanita harus di lindungi bukan melindungi.
Dan akhirnya mereka bertiga hanya bisa jadi penonton dari perkelahian itu. Dari pengamatan Mala sepertinya para preman itu akan kabur terbirit-birit karna mereka telah kalah telak oleh teman-temannya Rakha.
Dan benar saja tak lama para preman itu kabur meninggal tempat itu. Sementara itu, teman-temannya Rakha bersorak senang karna berhasil mengusir para preman itu.
"Dasar pengecut!" teriak Zayyan.
"Badan doang di gedein!" ledek Affan.
Rakha langsung menghampiri Mala yang berdiri tak jauh dari tempat mereka berkelahi.
"Kamu gak papa! gak ada yang lecet kan?" tanya Rakha memastikan.
"Gak ada"
Rakha melihat telapak tangan Mala yang tergores karna aspal.
"Ini apa?" tukas Rakha.
"Tadi jatuh, tapi gak papa kok"
"Ini harus di obati!"
"Haura, kamu bawa P3K kan?" tanya Dira.
"Iya, aku bawa" Balas Haura. Ia langsung mengambilnya di dalam tas dan memberikannya pada Rakha.
"Ayo sini! aku obatin" ujar rakha.
Mala yang di tarik hanya diam dan mengikuti Rakha. Dengan hati-hati Rakha mengobati luka di telapak tangan Mala.
"Awwhh" ringis Mala.
"Perih ya?" tanya Rakha. Mala mengangguk mengiyakan.
Rakha kembali fokus mengobati luka Mala. Namun kali ini dengan sesekali di tiup agar Mala tak meringis.
Sementara itu Mala yang di obati oleh Rakha bukannya fokus pada lukannya. Tapi ia malah fokus pada wajah serius Rakha yang sedang mengobatinya.
"Ganteng" batin Mala.
"Udah" ujar Rakha.
Tapi ia malah melihat Mala yang terus saja menatapnya.
"Mala" ujar Rakha melambai-lambai kan telapak tangganya di wajah mala.
"Eh, iya" ujar Mala kaget.
"Udah selesai" kekeh Rakha yang tau jika Mala tengah menatapnya.
"Hehehe iya, makasih ya"
"Sama-sama"
Jangan lupa like, comen dan votenya ya...