Desmala Gralind

Desmala Gralind
Panas tinggi



Hari ini adalah hari terakhir kegiatan camping SMA GARUDA. Semua murid berkumpul setelah mengemasi barang-barang mereka.


"Anak-anak mohon perhatiannya! sebelum kita pulang kita akan mengambil absen terlebih dahulu" ujar Bu Salma.


Bu Salma langsung mengabsen satu persatu para muridnya. Dan syukurnya semua muridnya lengkap tidak ada yang hilang.


"Ayo semua! naik ke bus!" pinta Bu Salma.


.


.


.


Sampai di Jakarta, orang tua Mala sudah ada di sekolah menunggu kepulangan Mala.


"Mama, papa" ujar Mala memeluk keduanya.


"Gimana campingnya?" tanya Herman.


"Seru banget pa"


"Kamu pasti capek! kita pulang sekarang ya!" ujar Alisia.


"Iya ma"


"Haura, Dira, aku duluan ya!" ujar Mala.


"Iyaa"


"Affan, Zayyan duluan ya!"


"Oke!"


Kemudian ia melirik Rakha dan melambaikan tangan di sertai gerakan bibir "dah".


Rakha tersenyum menanggapi kode dari Mala.


"Hati-hati ya Mala!" ujar Kevin tiba-tiba.


"Oke" balas Mala mengacungkan jempol.


.


.


.


Di rumah Mala langsung menuju kamarnya. Ia ingin mandi dan tidur. Badannya terasa sangat lelah saat ini.


"Ma, pa, Mala ke kamar ya mau mandi trus istirahat. Capek banget" ujar Mala.


"Iya sayang" balas Alisia.


.


.


.


Malam harinya, Mala juga gak keluar dari kamarnya. Alisia yang sedang manyajikan makanan untuk makan malam sesekali melirik ke atas. Berfikir kenapa putrinya itu belum juga turun untuk makan malam.


"Wihhh makanan kesukaan nya Mala sama papa nih" ujar Herman sembari menarik kursi.


"Iya pa, tapi kenapa Mala belum turun ya buat makan malam?" tanya Alisia.


"Ketiduran kali ma"


"Masa tidurnya lama banget, dari siang loh"


"Coba cek aja, siapa tau lagi nonton Drakor sampai gak ingat waktu"


"Mama cek dulu ya pa"


"Iya"


Alisia menaiki tangga dan menuju kamar Mala. Ia mengetuk pintu kamar Mala. Namun tak ada sahutan dari Mala.


"Nih anak kemana ya?" ujar Alisia menerka-nerka.


Alisia langsung memasuki kamar Mala karna tidak di kunci. Ia kaget melihat putrinya yang pucat dan menggigil sembari menari selimut menutupi badannya.


"Mala, astaga kamu kenapa sayang?" ujar Alisia panik. Ia mengecek suhu badan Mala dengan telapak tangannya.


"Ya ampun panas bangettt" lirih Alisia yang khawatir dengan keadaan putrinya.


"Pa, papa!" teriak Alisia.


Herman yang merasa dirinya di panggil langsung menghampiri Alisia.


"Kenapa?" tanya Herman karna suara Alisia terdengar panik.


"Mala panas pa, ayo kita bawa ke rumah sakit"


"Iya ayo!"


Herman langsung mengendong putrinya ke dalam mobil dan langsung menuju rumah sakit.


.


.


.


Di rumah sakit Mala langsung di tangani oleh dokter dan di dampingi kedua orang tuanya.


"Anak saya kenapa dok?" tanya Herman.


"Gak papa, ini hanya demam biasa. Dua hari atau tiga hari lagi juga akan sembuh" balas dokter.


"Kalau gitu saya tinggal dulu" pamit dokter.


"Terimah kasih dok"


.


.


.


Setelah kondisi Mala mulai stabil Herman dan Alisia langsung membawanya pulang ke rumah.


"Mala istirahat ya!" pinta Alisia.


"Iya ma"


"Papa tinggal dulu ya, ada telfon" ujar Herman.


"Mala belum minum obat kan? Mama buatin bubur dulu buat ngisi perut, setelah itu minum obat" ujar Alisia.


"Iya ma" balas Mala sembari mengangguk.


.


.


.


Di lantai bawah, Alisia memasak bubur untuk Mala. Ia mengaduk nya dengan hati-hati agar rasanya enak dan Mala menyukainya.


"Semoga dengan bubur ini, anakku bisa cepat sembuh" ujar Alisia.


Selesai memasak, Alisia langsung menyajikannya dan membawanya untuk mala.


"Mala, makan dulu ya mama suapin!"


"Iya ma"


Pagi harinya Mala sudah merasa lebih baik. Ia ingin berangkat sekolah. Namun melihat kondisi Mala yang belum pulih Alisia melarangnya.


"Ma, Mala udah sehat kok. Mala berangkat sekolah ya" ujar Mala.


"Tunggu kondisi kamu pulih dulu ya, lihat tuh wajah kamu masih pucat gitu!" ujar Alisia.


"Tapi ma_"


"Dengerin mama ya" ujar Alisia lembut agar Mala bisa mengerti ke khawatiran nya.


"Iya, tapi besok Mala boleh sekolah kan?"


"Kalau kamu udah sehat, kenapa gak?"


.


.


.


Di sekolah kegiatan belajar mengajar telah di mulai. Teman-temannya Mala bingung dengan Mala yang belum juga datang.


"Rakha!" panggil Dira.


"Kenapa?"


"Mala mana?"


"Gak tau"


"Masa kamu gak tau sih?"


"Ya emang gak tau, mau gimana lagi?"


"Kevin!" panggil Dira.


"Apa?"


"Mala kenapa gak masuk?"


"Gak tau"


"Kenapa pada gak tau sih?" rutuk Dira.


.


.


.


Jam istirahat, semuanya berkumpul di kantin kecuali Mala.


"Kira-kira Mala kenapa gak masuk ya?" tanya Haura.


"Gak tau, kenapa gak kamu hubungi Rakha?" tanya Dira.


"Udah, tapi gak bisa. Aku chat gak di bales, aku telfon juga gak aktif"


"Apa Mala ada masalah ya?" terka Zayyan.


"Masalah apa?" tanya Rakha.


"Ya mana aku tau"


"Kan kamu yang Deket sama dia" ujar Affan.


"Aku juga bingung" balas Rakha menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Apa nanti kita ke rumah Mala aja" usul Haura.


"Boleh" balas Dira. Dan di angguki Affan dan Zayyan.


"Nanti kalau udah ketemu Mala bilang hubungin aku ya, sama sekalian kabarin aku tentang kondisi Mala"


"Kenapa gak ikut aja?" tanya Zayyan.


"Kan kamu tau sendiri, seberapa bencinya orang tua Mala sama aku"


"Iya juga sih" balas Zayyan.


.


.


.


Pulang dari sekolah, Haura, Dira, Zayyan dan Affan langsung menuju rumah Mala.


Haura menekan bel rumah Mala. Tak berapa lama Alisia keluar dari rumah.


"Cari siapa ya?" tanya Alisia.


"Halo Tante, kita mau ketemu Mala. Mala nya ada?" tanya Haura.


"Oh kalian teman-temannya Mala, ayo silakan masuk!" ujar Alisia ramah.


"Silakan duduk dulu"


"Iya Tante"


"Tante, Mala kenapa ya gak masuk sekolah?" tanya Dira.


"Mala lagi sakit, kemarin malam tiba-tiba aja badannya panas tinggi"


"Oh pantesan Tan, Mala gak masuk. Aku kira dia ada apa? ternyata lagi sakit" ujar Dira.


"Tan, kita boleh jenguk Mala" ujar Haura.


"Boleh dong, ayo Tante antar ke kamarnya Mala" ujar Alisia.


.


.


.


Di kamar Mala terus saja berbaring. Untuk berdiri saja ia sangat gemetar. Ternyata benar ucapan mamanya tadi pagi jika kondisinya belum pulih. Jika tadi ia ngotot pergi ke sekolah mungkin saja ia akan merepotkan banyak orang.


Tok Tok Tok


"Mala, ini ada teman-teman kamu mau jenguk" ujar Alisia.


"Iya ma, suruh masuk aja!"


"Kalian masuk aja, Tante bikinin minum dulu" ujar alisia.


"Gak usah repot-repot Tan" ujar Haura.


"Gak papa"


Haura, Dira, Zayyan dan Affan memasuki kamar Mala.


"Hai Mala, gimana keadaan kamu?" tanya Haura.


"Udah mendingan, tapi buat aktivitas masih suka pusing" balas Mala.


"Kenapa gak ngabarin kita sih kalau kamu sakit?" tanya Dira.


"Maaf, ponselnya lupa aku charger. Jadinya lowbat"


"Yaudah gak papa. Yang penting sekarang itu kesehatan kamu" balas haura.


Jangan lupa like dan comen...