Desmala Gralind

Desmala Gralind
Jenguk Haura



Setelah mengantarkan Haura pulang. Mala langsung pamit pulang. Sedangkan Dira ia masih di rumah Haura karna ia dan Haura tetangga jadi Dira memilih pulang nanti saja. Ia akan menemani Haura sampai ibu Haura pulang.


Mala pulang menaiki taksi. Pak Adi tidak bisa menjemputnya karna ia sedang mengantarkan berkas kantor papa. Mala yang tak ingin menunggu, jadi ia pulang naik taksi.


Sialnya saat ia menaiki taksi itu, beberapa motor menghalangi jalan mereka.


"Siapa mereka? apa musuh papa?" batin Mala.


"Turun!" pinta salah satu dari mereka.


Mala keluar dari mobil dan menghampiri mereka.


"Mau apa kalian?" tanya Mala.


"Serahin barang berharga kalian!" pintanya.


"Ternyata perampok" batin Mala. Ternyata ia salah menduga.


"Gak ada"


"Berani Lo ya, mau kita abisin!" ujarnya.


"Aku gak takut sama kalian" balas Mala.


"Udah mbak, kasih aja dari pada nyawa kita yang melayang" ujar sopir taksi yang mulai ketakutan.


"Dengerin tuh sopir taksi" kekehnya tertawa senang Karna telah berhasil menakuti mangsanya.


"Jangan harap!" balas Mala mengeluarkan smirknya.


"Siniiin tas Lo!" bentaknya menarik tas Mala. Namun, dengan cepat Mala memelintir tangannya hingga ia berteriak kesakitan.


"Awhhhh"


Mala dan orang-orang itu terlibat perkelahian. Walaupun awalnya sempat kewalahan. Tapi akhirnya Mala berhasil mengusir orang-orang yang ingin merampoknya itu.


***


Sesampainya di rumah, Mala langsung menghampiri mamanya di dapur. Saat memasuki rumah ia sudah dapat mencium wanginya masakan Alisia.


"Mama" ujar Mala girang.


"Mama masak apa?" tanya Mala, walaupun ia sudah bisa menebak jika mamanya tengah memasak opor ayam. Tapi Mala suka saja bertanya begitu pada mamanya.


"Tebak dong?" kekeh Alisia. Ia tau jika putrinya itu tidak benar-benar bertanya apa yang sedang ia masak.


"Opor ayam ya ma?"


"Ya, kamu bener"


"Udah masak ma? Mala mau cobain dong" ujar Mala bersemangat.


"Bentar lagi, kamu mandi dulu sana abis itu baru makan!" pinta Alisia.


"Siap ma"


Mala kembali ke kamarnya, ia mandi dan rebahan dulu sebentar sembari scroll tiktok. Asyik dengan ponselnya tiba-tiba saja Mala teringat dengan haura. Ini sudah saatnya Haura minum obat apa gadis itu sudah minum obatnya.


...Haura...


Haura, kamu udah minum obat kan?


^^^Iya, udah kok^^^


Syukur deh, maaf ya


^^^Gak papa^^^


Dari Haura Mala belajar jika teman sejati itu masih ada. Mulai hari ini Mala janji ia akan selalu membantu Haura. Ia akan menjadi teman yang baik untuk Haura maupun Dira.


"Pantesan si Zayyan bucin banget sama Haura. Orang dia baik banget" batin mala.


Mala kembali teringat dengan opor ayam buatan mamanya. Ia langsung menaroh ponselnya dan menghampiri mamanya.


"Yeay, opor ayam" ujar Mala. Saat ia turun, mamanya tengah menata makanan di atas meja makan. Mala juga ikut membantu mamanya, seperti membawakan piring, sendok dan gelas.


"Wihh enak nih kayaknya" ujar papanya yang baru saja pulang dari luar.


Dan makan malam keluarga Gralind dengan opor ayam buatan Alisia di mulai. Suasana hangat yang jarang sekali terjadi. Dan hari ini bisa terjadi karena orang tua Mala tengah mengurangi pekerjaannya. Mereka ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama mala.


.


.


.


Mala merasa bosan saat ini, sedari tadi ia hanya rebahan, main ponsel dan nonton Drakor.


...Rakha...


^^^Gimana tadi? Seru jalan-jalannya?^^^


Seru, tapi tadi ada insiden


^^^Insiden?^^^


Iya, tadi Haura keserempet motor


^^^Kok bisa? kalian gak hati-hati ya^^^


^^^Untungnya kalian gak papa kan?^^^


Iya, tapi kaki haura kekilir


^^^Trus keadaannya gimana?^^^


Tadi udah baikan


^^^Bagus deh^^^


Oh ya, tadi aku juga mau di rampok tau?!


^^^Kamu gak papa? ada yang luka?^^^


Gak papa, untungnya tadi aku bisa lawan mereka


^^^Ciee yang udah bisa bela diri^^^


Apaan sih?


^^^Jangan salting adik-adik^^^


Siapa juga yang salting


^^^Dih, gak mau ngaku^^^


Udah ah, mau tidur


^^^Tidur yang nyenyak ya cantik^^^


Melihat pesan singkat dari rakha, itu membuat Mala senyum-senyum sendiri.


***


Pagi harinya Mala sudah siap dengan seragamnya. Ia sarapan sendiri karna papa dan mamanya telah pergi bekerja. Sepertinya cuman kemarin mereka menyisakan banyak waktu untuk Mala. Terlihat sekali karna sekarang mereka kembali sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Tapi itu saja Mala sudah bersyukur, ia mendapatkan kasih sayang yang cukup bahkan lebih dari orang tuanya.


Mala berangkat di antar pak Adi. Sepanjang perjalanan Mala terus saja memainkan game di ponselnya. Sampai ia tak sadar jika dirinya telah sampai di sekolah.


"Non, udah sampe" ujar pak Adi.


"Oh udah sampe ya pak, yaudah Mala pamit ya"


"Iya non"


Mala keluar dari mobil dan langsung menuju kelas. Di koridor ia tak sengaja bertemu dengan Kevin yang juga ingin ke kelas.


"Mala, baru nyampe?" tanya Kevin.


"Iya"


"Oh ya la, kok beberapa hari ini gak keliatan di tempat karate?" tanya Kevin. Mala memang libur beberapa hari ini berlatih karate Karna orang tuanya takut membiarkan Mala terlalu lama berada di luar rumah.


"Gak papa, kurang enak badan aja. Jadi istirahat dulu"


"Oh gitu, nanti siang ada kegiatan gak?"


"Gak ada sih, kenapa?"


"Kita jalan yukk"


"Sorry Kevin aku harus pulang cepat hari ini"


"Hmm, kalau gitu aku main ke rumah kamu aja gimana?"


"Liat nanti ya" balas Mala. Ia sangat tidak suka dengan Kevin yang selalu saja memaksa jika keinginannya tak di penuhi.


"Mala!" panggilan rakha membuat Mala menoleh. Ternyata Rakha baru sampai.


"Ngapain ngobrol sama dia?" tanya Rakha terdengar ketus.


"Gak papa, ke kelas yuk" ajak Mala. Ia tak ingin jika Rakha menjadi badmood apalagi saat ini masih pagi.


Sampai di kelas mereka duduk di bangku masing-masing. Mala melirik bangku belakang, ia tak melihat Haura di sekolah. Apa dia masih sakit?


"Dira" panggil Mala.


"Iya?"


"Haura gak masuk?"


"Kakinya masih sakit buat jalan, dia minta aku buat izinin aja ke guru"


"Ohh, nanti siang kita jenguk Haura yuk"


"Boleh, Affan sama Zayyan jika mau jenguk"


"Oke, nanti aku ajakin Rakha juga deh"


Guru memasuki kelas, pelajaran di mulai. Pagi ini adalah pelajaran bahasa Inggris. Jadi tidak begitu sulit bagi mala dan murid lainnya.


Bel istirahat berbunyi, Mala dan teman-temannya duduk di kantin untuk makan.


"Gak seru ya, gak ada Haura" ujar Zayyan tiba-tiba. Ia seperti tak berselera memakan baksonya. Sedari tadi ia hanya mengaduk-aduk tanpa ada niatan untuk memakannya.


"Ya gimana mau seru, ayang nya aja gak masuk! ayangnya kan lagi sakit" ledek Affan yang duduk di samping Zayyan. Sedangkan yang lain hanya terkekeh dengan sikap kekanak-kanakan Zayyan. Sementara Zayyan menatap Affan sinis seperti ingin menelannya saat ini juga.


Jangan lupa like dan comen.....