Desmala Gralind

Desmala Gralind
Kepergok



Pelajaran bahasa Indonesia baru saja di mulai. Semuanya mendengarkan dengan baik penjelasan dari guru yang mengajar.


30 menit kemudian....


"Baik anak-anak, dari penjelasan ibu tadi. Ibu akan membagi kalian jadi beberapa kelompok dan dibuatkan makalah. Besok di presentasikan di depan kelas"


"Kelompoknya gimana Bu? ibu yang bagi atau kita bagi sendiri?" tanya Haura.


"Ibu yang bagi" balas Bu guru.


"Rakha, Haura, Affan, Zayyan, Dira, dan kamu Zizi" ujar Bu guru.


"Yang belum kebagian, masuk kelompoknya kevin"


Pulang sekolah, Rakha, Haura, Affan, Zayyan, Dira dan Zizi berkumpul di parkiran.


"Jadi kita mau ngerjain tugasnya di mana?" tanya Haura.


"Di rumah kamu aja dir" usul affan.


"Gak bisa, mama aku lagi arisan sama teman-teman nya di rumah" Balas Dira.


"Rumah kamu aja Haura" ujar Dira.


"Apalagi itu, di rumah aku lagi ada ponakan aku! yang ada dia bisa gangguin kita belajar" balas Haura.


"Affan, kenapa gak di rumah kamu aja" ujar Dira.


"Jangan di rumah aku deh, kejauhan"


"Zayyan?" ujar Haura.


"Janganlah haura, kamu tau keluarga ku kan? kalian gak bakalan nyaman" ujar Zayyan. Haura lupa jika Zayyan adalah anak broken home. Setiap kali ia ada di rumah yang ia dengar hanya pertengkaran mama dan papanya.


"Oh iya ya"


"Rumah kamu aja zi" ujar Affan.


"Rumah aku?" tanya Zizi.


"Iya, kamu kan anak baru. Biar kita juga tau alamat kamu" balas Affan.


"Hm boleh deh"


Rumah Zizi, mereka tercengang dengan rumah Zizi. Sangat mewah dan elegan.


"Ini rumah kamu zi?" tanya Haura.


"Iya, ayo masuk!"


"Besar banget" ujar Zayyan.


"Orang kaya nih, Zizi" kekeh Affan.


"Kalian gak ingat apa, namanya aja queen, ya kali queen tinggal di rumah kayak kita" kekeh Haura.


"Hehe iya juga ya"


Di dalam rumah, Zizi mempersilakan teman-temannya duduk di ruang tamu.


"Kalian duduk dulu, aku siapin minuman dulu" ujar Zizi.


"Okey"


Rakha dan teman-temannya duduk di ruang tamu. Mereka melihat sekeliling dan langsung takjub dengan furniture di rumah itu yang jika di lihat saja sudah bisa menebak harganya yang sangat mahal.


Namun, tatapan Rakha terhenti pada sebuah foto besar yang terpajang di dinding ruang tamu. Di sana ada sebuah foto sepasang suami istri yang terlihat saling mencintai.


Tatapan Rakha, tertuju pada pria di foto itu. Ia seperti pernah melihatnya. Tapi Rakha lupa di mana.


"Siapa pria itu?" batin Rakha.


Setelah pulang dari rumah Zizi. Rakha kembali duduk di tepi danau. ia masih berusaha mengingat siapa pria yang ada di foto itu. Kenapa wajahnya sangat familiar bagi Rakha.


Tiba-tiba sebuah kejadian terlintas di kepalanya.


"Itu kan, pria yang ada di tempat itu" ujar Rakha mengingat pria paru baya yang pernah berbicara dengannya di tempat kejadian kecelakaan Mala.


"Ternyata dia ayahnya Zizi, kebetulan banget ya" kekeh Rakha. Yang berfikir jika takdir seakan-akan mempermainkannya.


Disisi lain, ada seseorang yang memperhatikannya dari kejauhan.


"Sepertinya dia mulai curiga, aku harus bertindak cepat" lirihnya.


Di rumah Rakha, rakha duduk di balkon kamarnya. Ia terus menatap ke arah rumah yang ada di depannya. Rumah itu tampak gelap dan tak berpenghuni. Orang tua Mala ada di Amerika. Sedangkan Mala ia tak tau ada di mana sekarang.


"Rumah kamu gelap ya Mala" lirihnya.


Brukkk


Seketika Rakha kaget dengan suara benda jatuh dari lantai bawah.


"Apa itu? papa kan masih di luar kota" ujar Rakha.


"Apa jangan-jangan maling" terka Rakha.


Rakha langsung berlari ke lantai bawah. Ia melihat sekelibat bayangan hitam.


"Siapa kamu?" ujar rakha.


Mendengar suara Rakha, sosok itu langsung pergi. Rakha langsung berlari mengejarnya. Namun, Rakha kehilangan jejak.


"Kemana dia?"


"Siapa sih itu? apa bener maling?" pikir Rakha.


Karna tak lagi menemukan sosok itu. Rakha kembali ke rumahnya. Dan sosok yang tadi bersembunyi keluar dan menatap Rakha yang mulai menjauh darinya.


"Kita akan bertemu lagi, kalau semuanya sudah selesai" ujarnya lalu pergi.


***


Jam istirahat telah usai sekitar 15 menit yang lalu. Tapi Zizi masih setia duduk di kantin. Bukan tanpa alasan, ia sedang sibuk dengan sesuatu yang sangat penting di laptopnya.


Sementara itu, Rakha yang di suruh mengambil buku di perpus untuk materi pelajaran. Ia tak sengaja melihat Zizi yang tengah serius dengan laptopnya. Tampaknya gadis itu sedang kesal tapi Rakha tidak tau kenapa gadis itu kesal.


"Ngapain dia disini? bukannya masuk kelas malah main laptop" ujar Rakha geleng-geleng kepala dengan sikap Zizi yang terlihat jelas jika dirinya tengah bolos pelajaran.


Rakha menghampiri Zizi, dengan tatapan ketusnya ia berdiri di depan meja Zizi.


"Ngapain kamu?!" satu pertanyaan Rakha membuat Zizi kelabakan dan reflek langsung menutup laptopnya.


"Rakha?" ujar Zizi kaget.


"Kamu ngapain disini?" tanya Zizi, bukannya sekarang jam pelajaran seharusnya Rakha ada di kelas. Bukannya di kantin ini dan memergokinya.


"Seharusnya aku yang nanya, kamu ngapain disini? pelajaran udah di mulai! kamu malah asyik-asyiknya main laptop disini!" ujar Rakha menatap sinis pada Zizi.


"Ya maaf, tapi jangan sinis gitu! takut tauu" ujar Zizi menunduk tatapan rakha sungguh membuatnya merasa terintimidasi.


"Yaudah, sekarang ikut aku!"


"Iya" Zizi hanya bisa menuruti Rakha. Ia tak mau jika Rakha kembali memarahinya, karna itu sangat menyeramkan.


"Kita ngapain ke perpus?" tanya Zizi.


"Mau berenang" balas Rakha.


"Ohhhh berenang" balas Zizi dengan polosnya. Hingga kemudian ia tersadar dengan ucapan Rakha.


"Tapi ngapain berenang di perpus? emangnya di perpus ada kolam renang?" tanya Zizi.


"Ya ngambil buku lah Zizi, ngakunya pindahan luar negeri tapi masalah beginian aja harus di jelasin detail banget! sejak kapan coba orang mau berenang di perpus!" balas Rakha, ia memijat pelipisnya yang pusing dengan tingkah Zizi.


"Nih! bawa!" ujar Rakha memberikan setumpuk buku paket pada Zizi.


"Berat Rakha" lirihnya.


"Sana jalan! aku juga bawa lebih banyak ini!"


Rakha dan zizi memasuki kelas. Mereka membagikan buku paket tersebut pada teman-temannya di kelas. Setelah selesai mereka kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.


"Kok kamu bisa bareng Rakha?" tanya Dira. Ia ingat betul jika Rakha keluar dari kelas sendiri. Lalu di mana ia bisa bertemu dengan Zizi.


"Tadi aku kepergok sama rakha lagi main di kantin" balas Zizi.


"Lagian kamu ada-ada aja! ngapain coba pake acara bolos segala?" tanya Dira sembari membuka buku paket yang telah di bagikan.


"Aku lagi nyari buk_" tiba-tiba saja zizi menghentikan ucapannya.


"Nyari buk_ apa?" tanya Dira.


"Ah nyari buk Siti, iya nyari buk Siti" balas Zizi.


"Ngapain kamu cari buk Siti penjaga kantin?"


"Aku laper, jadi mau mesen makan"


"Bukannya tadi udah makan ya, jam istirahat"


"Eh iya, soalnya aku lapar lagi"


Jangan lupa, like, comen dan vote...