Desmala Gralind

Desmala Gralind
Cemburu



2 hari kemudian...


Mala bangun dengan kondisi badannya yang telah terasa bugar. Mala menuju kamar mandi dan bersiap untuk pergi ke sekolah.


"Udah rapi, waktunya sarapan" ujar Mala.


Ia menghampiri Alisia dan Herman yang tengah sarapan.


"Pagi ma, pa" sapa mala.


"Pagi sayang, gimana keadaannya?" tanya Alisia.


"Udah sehat dong ma"


"Sekarang sarapan dulu, trus baru berangkat sama pak Adi" pinta Alisia.


"Mala berangkat sama papa aja, nanti pak Adi jemput Mala aja pulang sekolah" ujar Herman.


"Papa mau nganterin Mala?" tanya Mala.


"Iya dong"


"Senang deh, papa mau nganterin" ujar Mala senang.


.


.


.


Sampai di depan gerbang sekolah Mala langsung berpamitan pada papanya.


"Mala pamit ya pa"


"Iya, yang rajin belajarnya"


"Oke pa"


Mala memasuki sekolah dan menyusuri koridor menuju kelasnya.


"Mala" panggil Kevin yang baru saja datang.


"Kevin, ada apa?"


"Dua hari ini kemana aja? kenapa gak masuk?"


"Aku lagi sakit, jadi istirahat dulu di rumah"


"Oh gitu, mau bareng ke kelas?" tanya Kevin.


"Boleh"


Mala dan kevin beriringan menuju kelas. Namun, Rakha yang baru saja datang tak sengaja melihat keakraban Mala dengan Kevin. Ia tak bisa bohong jika ia cemburu dengan kedekatan Mala dan Kevin.


"Pertama ketawa-ketawa di danau, sekarang jalan bareng ke kelas. Nanti apa lagi?" ketus Rakha bermonolog dengan dirinya sendiri.


"Woi, Rakha ngapain bengong disini?" ujar Affan merangkul bahu Rakha. Tapi yang di rangkul hanya diam.


"Kamu kenapa sih Rakha? dari waktu camping sampai sekarang mukanya sewot Mulu" ujar Affan.


"Affan, saran aku ya lebih baik gak usah banyak tanya kalau gak mau di semprot sama Rakha" ujar Zayyan.


"Emang kenapa sih?" tanya Affan.


"Liat tuh, si Mala lagi akrab sama Kevin. Nih anak lagi kebakar api cemburu kayaknya" kekeh Zayyan.


"Oh itu masalahnya" ujar Affan ikut terkekeh.


"Kan aku udah bilang, tembak Mala jadi pacar kamu. Biar kamu bisa larang dia Deket sama cowok lain, kayak kevin contohnya" ujar Affan.


"Berisik kalian!" ujar Rakha. Ia langsung melangkah meninggalkan affan dan Zayyan.


"Kenapa kita malah di tinggal, padahalkan kita ngasih solusi ya" ujar affan.


"Percuma ngasih solusi sama orang yang lagi kebakar api cemburu" kekeh Zayyan.


.


.


.


Pelajaran pagi adalah bahasa Indonesia. Guru yang mengajar meminta para murid untuk melakukan literasi di perpustakaan. Setelah itu mereka di minta untuk merangkum bacaannya ke dalam catatan.


"Mala kamu udah selesai ngerangkumnya?" tanya Dira.


"Udah nih"


"Aku belum nih, tungguin dong "


"Iya, aku ke Rakha dulu ya" ujar Mala.


"Oke"


Mala menghampiri Rakha yang sedang asyik merangkum.


"Rakha" panggil Mala.


"Hmm" balas Rakha tanpa menoleh sedikit pun.


"Kha, kenapa sih?"


"Gak kenapa-kenapa, aku lagi ngerangkum" balas Rakha.


"Kenapa sikap kamu dingin sama aku, aku salah apa?" tanya Mala yang merasakan perubahan sikap Rakha.


"Biasa aja, perasaan kamu aja itu"


"Mungkin" balas Mala duduk di samping Rakha.


"Masih banyak?" tanya Mala.


"Iyaa"


.


.


.


Waktu istirahat semuanya berkumpul di kantin. Tapi beda halnya dengan Rakha, ia tak datang ke kantin. Ia lebih memilih menyendiri di kelas.


"Affan, Zayyan, kalian tau gak sih Rakha kenapa?" tanya Mala.


"Emangnya ada apa sama Rakha?" tanya balik Zayyan.


"Gak tau kenapa, aku ngerasa sikap rakha jadi dingin sama aku, apa aku buat salah ya?"


"Cemburu?"


"Iya beberapa kali dia liat kamu Deket dan akrab sama Kevin. Jadi Rakha mikir kalau kamu nyaman sama Kevin"


"Ah jadi itu masalahnya, Rakha itu cuma salah paham. Aku sama Kevin gak ada hubungan apa-apa. Malahan Kevin udah ngedukung hubungan ku sama Rakha" ujar Mala.


"Bagus tuh, tapi sayangnya Rakha malah jadi suka salah paham sama kedekatan kalian" ujar Affan.


"Kalau gitu aku cari Rakha dulu ya" ujar Mala.


"Ya, semoga berhasil" ujar Haura.


"Thanks "


.


.


.


Di kelas Rakha sedang asyik memainkan ponselnya.


"Rakha" panggil Dinda yang sengaja masuk karna melihat ada Rakha di dalam kelas.


"Iya"


"Kenapa di kelas sendirian?" tanya Dinda.


"Lagi males ke kantin"


"Oh, udah makan. Ini aku bawain makanan buat kamu" ujar dinda memberikan sebungkus roti dan air mineral.


"Thanks ya" ujar Rakha menerima roti dan air mineral dari Dinda.


"Dimakan ya!" ujar Dinda.


"Nanti aku makan"


Mala yang baru saja ingin memasuki kelas. Tiba-tiba saja mendapat pemandangan yang membuatnya kesal.


"Aku pikir dia sendiri, ternyata ada temennya" ujar Mala kecut. Ia langsung meninggalkan kelas dan kembali ke kantin.


"Yaudah aku ke kelas dulu ya"


"Iya"


.


.


.


Mala kembali duduk dengan teman-temannya. Mukanya terlihat tidak bersahabat saat ini. Mala sangat kesal dengan Rakha yang bisa-bisanya asyik ngobrol dengan Dinda di kelas dari pada ikut makan bersamanya dan teman-temannya dikantin.


"Kenapa balik lagi Mala?" tanya Dira.


"Rakhanya gak ketemu?" terka Affan.


"Dia udah ada yang nemenin, gak perlu aku lagi" ujar Mala.


"Maksud kamu? Rakha punya cewek lain selain kamu?" tanya Zayyan.


"Zayyyannnn!" pekik Mala memukul Zayyan.


"Ampun Mala, aku kan cuma nebak" ujar Zayyan.


"Mala, kasihan Zayyan di gituin" ujar Haura.


"Yang jelas dong Mala, siapa yang nemenin Rakha?" tanya Dira.


"Dinda"


"Whattt? kok bisa? bukannya Rakha gak tertarik sama Dinda. Jangan-jangan dia cuman manas-manasi kamu doang Mala" ujar Haura.


"Aku gak peduli, yang jelas aku kesal sama rakha" ujar Mala.


.


.


.


Pulang dari sekolah, Mala langsung pulang bersama pak Adi. Sementara itu, Rakha yang ingin bicara dengan Mala kehilangan kesempatannya.


"Mala kenapa buru-buru banget sih" ujar Rakha.


"Tadi pagi Rakha yang cemburu, sekarang Mala" kekeh Affan.


"Maksud kamu apa?"


"Kamu gak tau, Mala itu lagi kesal sama kamu karna liat kamu sama dinda di kelas" ujar Affan.


"Padahal aku mau ngajak dia ke danau, tapi dia malah pergi duluan" ujar Rakha sedikit kecewa.


"Lain kali harus gercep" kekeh Zayyan.


.


.


.


Di rumah Mala, ia langsung masuk ke kamar tanpa menyapa penghuni rumah sama sekali.


"Ahhhh Rakha ngeselin!!!" pekiknya.


"Pokoknya aku gak mau ngomong sama Rakha" ujar Mala. Menumpahkan amarahnya.


Drtttt


Drtttt


Rakha


9 panggilan tak terjawab


"Ngapain dia nelfon aku, kenapa gak nelfon Dinda aja" ketus Mala.


...Rakha...


^^^Mala, bisa ketemu!? aku tunggu di tempat biasa^^^


"Ishhhh, Rakha ngapain sih ngajak ketemuan" ujar Mala kesal. Tapi ia tetap mengganti bajunya dan bersiap pergi ke tempat di mana biasanya mereka bertemu. Yaitu danau. Danau yang menjadi saksi pertemuan mereka.


Jangan lupa like dan comen...