Desmala Gralind

Desmala Gralind
Ganti ban mobil



Bel masuk telah berbunyi 15 menit yang lalu. Tapi guru yang mengajar juga belum datang. Alhasil seluruh murid yang ada di kelas sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.


"Pengumuman-pengumuman, kepada seluruh siswa dan siswi SMA GARUDA harap berkumpul di lapangan, sekarang!"


Mendengar pengumuman dari mikrofon sekolah. Semua murid segera berkumpul di lapangan.


.


.


.


"Selamat siang anak-anak " ujar kepala sekolah.


"SIANG PAK!!!" Sahut semua murid.


"Pada siang hari ini, bapak sengaja mengumpulkan kalian di lapangan ini untuk membahas acara camping sekolah kita. Jadi pihak sekolah telah memutuskan jika camping akan di adakan lusa. Dan tujuan nya adalah kota Bogor"


Prok prok prok


Semua murid bertepuk tangan mendengar pengumuman dari pihak sekolah.


"Untuk itu alangkah baiknya sebelum kita melakukan acara camping sekolah. Anak-anak bapak untuk menyiapkan segala keperluannya! agar nanti tidak ada kendala dalam kegiatan kita"


"BAIK PAK"


.


.


.


Pulang sekolah Mala, Rakha, Affan, Dira, Haura dan Zayyan berkumpul di parkiran sekolah.


"Ternyata usulan kamu di terima ya Mala" ujar Haura.


"Iya, aku seneng banget pas denger usulan aku di terima"


"Emang kenapa sih kamu ngusulin di Bogor?"


"Nanti juga Kalian bakalan tau" kekeh Mala.


"Main rahasia-rahasiaan sekarang, oke fine" ujar Haura.


"Jangan gitu dong Haura, nanti juga kamu bakalan tau"


"Iya-iya aku bercanda doang kok"


"Mala, ikut aku bentar yuk!" ajak Rakha.


"Iya"


Rakha menarik Mala sedikit menjauh dari teman-temannya.


"Kamu yakin kita bisa nemuin sesuatu di Bogor?" tanya Rakha.


"1000% yakin" balas Mala.


"Mala!" panggilan Kevin membuat Mala dan Rakha menoleh.


"Mala kamu ngapain sama dia! kamu di larang ngobrol sama Rakha!" tegas Kevin.


"Apaan sih Vin, orang kita cuma bahas acara camping doang" bantah mala.


"Tetap aja gak boleh! kamu lupa sama ucapan orang tua kamu! kalau kamu tetap berhubungan sama Rakha kamu bakalan di pindahin ke Amerika "


"Udahlah Kevin! aku bosan denger ocehan kamu itu-itu mulu"


"Ayo Mala! kita pulang sekarang!" ajak Kevin menarik tangan Mala.


"Aku di jemput pak Adi!"


"Pak Adi gak bisa jemput! tadi papa kamu minta aku buat nganterin kamu pulang!"


"Yaudah, iya bentar"


"Rakha aku pulang dulu ya, Gayss aku duluan ya" ujar Mala pada teman-temannya.


.


.


.


Sesampai di rumah mala langsung memasuki rumah. Ia tak menghiraukan Kevin yang terus memanggilnya.


Bagi Mala Kevin sangat mengesalkan. Ia benci di atur-atur olehnya.


"Kevin kenapa sih? gangguin aku Mulu!" rutuk Mala sembari menuju kamarnya.


"Mala!" panggil Oma.


"Iya Oma" ujar Mala menoleh.


"Sini dulu! Oma mau ngomong!" ujar Oma Lia.


"Ada apa Oma?" tanya Mala menghampiri Oma.


"Besok Oma akan berangkat"


"Cepat banget Oma"


"Iya, kamu jaga diri baik-baik ya! jangan suka negebantah perintah orang tua kamu!"


"Pasti Oma, Mala gak akan ngebantah perintah mama papa kalau itu gak ngerugiin Mala" kekeh Mala.


"Yasudah, kamu pasti capek! sana istirahat. Nanti Oma anterin makanan kamu ke kamar"


"Oke Oma, Oma Emang yang terbaik" ujar Mala memeluk omanya.


.


.


.


Malam harinya Mala tengah asyik menonton film Drakor yang ada di laptopnya. Ia seakan-akan terhipnotis dengan kisah romantis yang di sajikan di dalam layar.


"Mala, turun dulu papa mau ngomong!" ujar Herman dari lantai bawah.


"Iya pa bentar" sahut Mala.


Mala turun dan menghampiri papanya yang sedang duduk di ruang tamu.


"Ada apa pa?" tanya Mala duduk di sofa.


"Kevin bilang kamu masih berhubungan dengan rakha, apa itu benar?" tanya Herman


"Kevin ngadu sama papa?"


"Jawab pertanyaan papa! jangan Mala ngalihin topik pembicaraan!"


"Ngak pa, aku sama Rakha cuman bahas acara camping sekolah doang"


"Bener?"


"Sekali lagi papa denger kalau kamu berhubungan sama Rakha, papa pastiin kamu bakalan langsung pindah sekolah!"


"Iya pa, Mala ngerti kok"


"Yasudah kalau gitu kamu istirahat!"


"Oh ya, lusa aku bakalan pergi camping"


"Kemana?"


"Bogor, di izinin kan pa?"


"Iya, selama itu keperluan sekolah papa gak bakalan ngelarang"


"Yeay, makasih pa"


***


Pagi harinya sekitar jam 10 pagi Mala dan orang tuanya mengantarkan Oma Lia ke bandara. Setelah berpamitan Oma Lia langsung menaiki pesawat yang akan di tumpangi nya.


.


.


.


Pulang dari bandara, Mala dan orang tuanya tidak langsung balik ke rumah. Mereka mampir terlebih dahulu ke mall untuk membeli keperluan camping Mala. Tapi yang paling banyak di belinya bukan lah keperluan camping. Melainkan camilan.


"Kamu mau camping apa mau lomba nyemil sih?" ujar Alisia geleng-geleng kepala.


"Ini tuh buat di bagi-bagi sama teman-teman Mala ma"


.


.


.


Di perjalanan pulang, tiba-tiba saja mobil yang di kendarai oleh Herman oleng. Untung saja mereka dapat berhenti.


"Kenapa pa?" tanya Mala.


"Gak tau, papa cek dulu"


Herman keluar dari mobil dan memeriksanya. Ternyata ban mobilnya bocor.


"Ban nya bocor" ujar Herman.


Mala dan Alisia ikut keluar dari mobil dan melihatnya.


"Trus gimana pa? papa bisa ganti ban?" tanya Alisia.


"Itu masalahnya, papa gak bisa ganti ban mobil" ujar Herman bingung.


"Coba telfon bengkel aja pa" usul Mala.


"Oh iya, kamu bener"


Herman mencoba menghubungi bengkel yang biasa mengurusi mobilnya. Namun, panggilannya tidak dapat terhubung pada bengkel tersebut.


"Gak aktif nomornya"


"Ya gimana dong?" lirih Mala.


"Kalian tunggu sini, biar papa cari bengkel terdekat dulu"


Baru saja Herman akan pergi. Sebuah motor berhenti di dekat mereka.


"Kenapa om?" tanya Rakha sembari membuka helm.


"Gak papa, ngapain kamu disini!"


"Ini Rakha, ban mobil bocor" ujar Mala.


"Ada ban serepnya om?"


"Ada" balas Herman.


"Biar saya yang ganti, saya bisa kok Om"


"Yakin, yang ada nanti mobil saya tambah rusak gara-gara kamu"


"Gak bakalan om tenang aja"


15 menit kemudian....


"Udah om" ujar Rakha.


"Makasih ya Rakha" ujar Alisia.


"Sama-sama Tante"


"Mala, masuk! kamu juga!" pinta Herman.


"Om gak lupa sesuatu?" ledek Rakha.


"Makasih" ujar Herman terpaksa.


"Sama-sama om"


.


.


.


Sesampai di rumah Mala langsung memasuki kamar. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi Rakha.


Calling Rakha...


"Halo"


"Rakha, tadi kamu keren banget" ujar Mala.


"Biasa aja sih" balas Rakha padahal ia sudah bangga di puji seperti itu oleh Mala.


"Kamu gak liat ekspresi papa kayak gengsi gitu bilang makasih sama kamu" kekeh Mala.


"Iya, aku liat kok"


"Lucu deh papa" ujar Mala.


"Iya"


"Oh ya, kamu udah persiapan buat pergi ke Bogor?"


"Udah"


"Ohya aku juga udah cari biodata dokter Usman. Jadi nanti kita tinggal datang ke alamatnya aja"


"Oke"


Jangan lupa like dan comen....