
Mala kaget dengan kabar yang diberitahukan mamanya. Bagaimana mungkin ia pergi liburan saat sekolah masih berlangsung.
"Tapi ma, Mala kan sekolah?" ujar Mala.
"Oiyah, Mala kan sekolah ya pa, gimana dong?" ujar Alisia ikut bingung.
"Izin aja dulu beberapa hari" usul Herman.
"Nah, papa kamu benar. Izin aja ya!" ujar Alisia.
"Gak mau ah, nanti Mala ketinggalan pelajaran lagi"
"Yaudah kalau gitu, kalian berdua aja yang liburan. Biar Mala sama mama" ujar Oma.
"Tapi aku kan mau liburan bareng ma" balas Alisia kecewa.
"Ya mau gimana lagi, siapa suruh kamu beli tiket saat Mala masih sekolah" ujar Oma.
"Yaudah deh, mama sama papa aja yang pergi"
"Kalau gitu Mala ke kamar dulu ya, mau istirahat!" pamit Mala.
***
Keesokkan paginya mala pergi sekolah di antar oleh pak Adi. Sesampainya di sekolah Mala langsung bertemu Rakha yang juga baru saja sampai. Setibanya di kelas para murid sangat heboh.
"Ada apa nih?" tanya Mala penasaran.
"Kamu gak tau Mala?" ujar Dira.
"Gak emang apaan?"
"Kelas kita bakalan kedatangan murid baru, katanya ganteng banget sampai-sampai cewek-cewek dikelas ini heboh" balas Dira.
"Kamu juga?" tanya Mala.
"Aku kan udah ada Affan, gak butuh lagi murid ganteng itu" kekeh Dira yang tau jika Affan tengah mempelototinya dari jauh.
"Dengar-dengar sih dia anak karate" ujar Haura.
"Keren dong" balas Mala.
"Hmmmm" ujar Rakha berdehem sangat kencang.
Hal itu membuat Dira, Affan, Haura dan Zayyan tertawa. Sangat jelas jika Rakha cemburu dengan murid baru itu.
"Bukan gitu maksudnya" ujar Mala.
"Trus maksudnya apa?" tanya Rakha.
"Selamat pagi anak-anak" sapa guru yang mengajar. Semua murid langsung duduk di bangku mereka masing-masing.
"Hari ini kalian kedatangan teman baru, Kevin silakan masuk!" pinta Bu guru.
Saat anak baru itu memasuki kelas, semua cewek-cewek di kelas langsung heboh dengan katampanannya.
"Dia!" lirih Mala tak percaya.
"Ganteng bangettt"
"Jodoh aku itu"
"Malaikat dari mana itu?"
Kurang lebih begitulah suara cewek-cewek centil di kelas.
"Kevin perkenalkan diri kamu!"
"Hai semuanya, perkenalkan namaku Kevin Irawan, kalian bisa panggil aku Kevin" ujar Kevin.
"Kevin kamu bisa duduk di kursi yang kosong!" pinta Bu guru.
Kevin duduk di kursi paling belakang tepatnya di belakang bangku Mala.
"Hai, ketemu lagi kita" ujar Kevin ramah.
"Heh, iya" balas Mala.
Percakapan keduanya tak luput dari pandangan Rakha.
"Udah gak usah di liatin terus, nanti makin panas" ujar Affan yang duduk di sebelah Rakha.
"Apaan?" balas Rakha ketus.
"Busyet, Affan kena semprot" ujarnya sembari menutup mulutnya sendiri.
Bel istirahat telah berbunyi, Mala dan Rakha pergi ke kantin. Mereka ingin mengisi perut mereka yang keroncongan karna tadi pagi tidak sempat sarapan.
Mala duduk di kursi kantin sementara Rakha ia memesan makanan. Namun, saat Rakha kembali ia kesal karna melihat Mala tengah ngobrol dengan Kevin anak baru itu.
"Ngobrol apaan nih? asyik banget kayaknya" ujar Rakha dengan muka datarnya.
"Ini Rakha, si Kevin nanya makanan yang enak di kantin ini apa? aku bilang aja bakso"
"Ohh, kalau mau tau mana yang enak kenapa gak cobain semuanya aja" ketus Rakha.
Rakha memberikan seporsi bakso untuk Mala dan satu porsi untuknya.
"Ngapain masih disini? sana pesen!" pinta Rakha.
"Kalau bisa cari tempat duduk lain sekalian" ujar Rakha saat Kevin akan bangkit dari tempat duduknya.
Kevin terlihat tidak suka pada Rakha begitu juga sebaliknya.
"Kamu ngapain ketus gitu sih sama Kevin?" tanya Mala.
"Kenapa? kamu gak terima?" balas Rakha.
"Busyett, kenapa galak banget dah" ujar Mala.
"Lagian kamu ngapain sih ngeladenin dia ngobrol?"
"Aku gak ngeladenin dia ngobrol, dia cuma nanya ya aku jawab. Itu aja!"
"Bener?!"
"Iya, kamu cemburu ya?" tebak mala.
"Gak papa, itu artinya kamu takut kehilangan aku" kekeh Mala.
Jam pelajaran telah di mulai beberapa waktu lalu. Tapi guru yang mengajar tak juga masuk. Ketua kelas memberitahu jika guru sedang rapat jadi pelajaran di kosongkan. Mendengar itu semua murid mulai sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang ngobrol, ada yang ngegame, ada yang jahil dan ada yang karokean.
"Mala!" panggil Kevin.
"Mau dengar aku nyanyi gak?"
"Boleh"
"Dari kejauhan tergambar cerita tentang kita" lantunan suara Kevin mulai mengalun mengikuti irama gitar di tangannya.
"Terpisah jarak dan waktu"
"Ingin kuungkapkan rinduku lewat kata indah"
"Tak cukup untuk dirimu"
"Sebab kau terlalu indah dari sekedar kata
Dunia berhenti sejenak menikmati indahmu"
"Dan apabila tak bersamamu
Ku pastikan kujalani dunia tak seindah kemarin
Sederhana tertawamu sudah cukup
Lengkapi sempurnanya hidup bersamamu
Eeee-eeee"
"Jika hari kulalui tanpa hawamu
Percuma senyumku dengan dia, oooh"
"Dan apabila tak bersamamu
Ku pastikan kujalani dunia tak seindah kemarin
Sederhana tertawamu sudah cukup
Lengkapi sempurnanya hidup bersamamu"
"Apabila tak bersamamu
Ku pastikan kujalani dunia tak seindah kemarin
Sederhana tertawamu sudah cukup
Lengkapi sempurnanya (sempurnanya)
Hidup bersamamu
Hu-uuuu, hu-uuuu"
"Sebab kau terlalu indah dari sekedar kata
Dunia berhenti sejenak menikmati indahmu"
Kevin mengakhiri nyanyiannya, sontak seisi kelas bertepuk tangan atas penampilan Kevin. Suaranya yang sangat merdu membuat siapa saja terpikat mendengarnya.
"Bagus suara kamu" puji Mala.
"Makasih, nanti aku nyanyin lagi deh" kekehnya.
"Gak perlu, Mala gak perlu kamu nyanyiin" ketus rakha menarik mala keluar dari kelas.
Rakha menarik Mala hingga ketaman sekolahan. Melihat wajah Rakha yang terlihat sangat kesal. Mala sudah bisa menduga jika Rakha tengah cemburu buta.
"Kamu cemburu lagi?" tanya Mala terkekeh.
"Gak usah ketawa, senang banget kayaknya liat aku cemburu"
"Abisnya kamu lucu kalau lagi cemburu" kekeh Mala.
"Aku gak suka ya kamu dekat-dekat sama si anak baru itu"
"Kevin maksud kamu?"
"Malah di perjelas lagi!"
"Jangan marah dong, aku janji deh gak deket-deket sama Kevin lagi" ujar Mala.
"Bener ya?"
"Iya"
Di tengah obrolan mereka bel pulang berbunyi.
"Udah bel? mau aku antar pulang gak?" tanya Rakha.
"Boleh, mama sama papa juga gak ada di rumah. Jadi aman" balas Mala.
"Emangnya papa mama kamu kemana?"
"Lagi liburan ke Bali"
"Oh yaudah ayo!" ajak Rakha.
Saat memasuki kelas, Mala langsung mengambil tasnya begitu juga Rakha.
"Mala!" panggil Kevin.
"Mau pulang ya?" tanya Kevin.
"Iya nih"
"Mau aku anter gak?"
"Gak usah, Mala pulang sama aku!" ujar Rakha ketus. Mala hanya terkekeh melihat tingkah Rakha. Sungguh dia sangat menggemaskan ketika cemburu.
"Iya Kevin, maaf ya! aku pulang sama Rakha. Duluan ya" ujar Mala.
Jangan lupa like dan comen ya....