
Semenjak kejadian itu Flora semakin menjauhi Sean.Kini ada hati yang harus ia jaga, ia tidak ingin Darren sakit hati seperti yang ia rasakan. Bahkan saat di perjalanan pulang Flora kini sudah tidak canggung lagi untuk bersikap manja kepada Darren.
Gishele yang masih belum menyadari apapun hanya bersikap biasa saja.Begitu pun Nino dan Rain yang kini sudah tidak marah lagi kepada Sean, justru kini mereka merasa kasihan melihat Sean harus selalu menyaksikan pemandangan yang pasti menyesakkan dada nya.
Sean nampak gusar, ia memejamkan mata nya.Perjalanan dari cibubur menuju Jakarta terasa sangat lambat bagi Sean.Apalagi mendengar Flora dan Darren yang sedang asyik bernyanyi bersama teman-teman nya.Seolah tidak terjadi apa-apa, kini apakah hanya ia yang merasakan kesakitan yang mendalam?
Salah, sebenarnya jauh di lubuk hati Flora masih sangat mencintai Sean.Ia pun merasakan sakit saat Gishele terus bermanja ria kepada Sean.
Beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di sekolah.Karena Flora ingin memakai motornya sendiri,Darren pun mengikutinya dari belakang untuk sekedar mengawasi.
Jangan lupa Sean yang juga ada di belakang mereka.Kini mereka pu sampai di pekarangan mansion.Darren turun dari motor nya menghampiri Flora yang baru saja membuka helm nya.Menampilkan wajah cantik yang tadi bersembunyi di balik helm.
" Aku langsung pulang ya beib, maaf nggak mampir. Salam aja buat mommy sama Daddy ya, " pamit Darren lalu mengecup puncak kepala Flora.
Sean yang baru sampai langsung melajukan motor nya kencang menuju tempat parkir Penthouse.
" Hati-hati ya, " ucap Flora sambil melambaikan tangan nya kepada Darren.
Darren pun kembali naik motor nya lalu melajukan nya meninggalkan mansion Wijaya.
Flora pun memasukkan motornya ke tempat parkir, setelah selesai ia yang hendak masuk ke dalam mansion. Namun tangannya di cekal oleh Sean, Sean membawa Flora ke Penthouse tempat ia dan yang lainnya tinggal.
" Lepasin gue Se, lepas, " teriak Flora mencoba berontak.
Namun Sean tak bergeming, bahkan saat melewati Kean, Kaivan dan Kavin pun ia masih terus menarik Flora.
" Kalian jangan ikut campur, " sentak Sean saat melihat ketiganya berdiri ingin membantu Flora.
Mereka pun kembali duduk setelah mendapat isyarat dari Kean.
" Lo pengen kita kena amukan Key? kalau Sean ngapa- ngapain Flora gimana? " tanya Kavin gusar.
" Gue yakin ade gue nggak sampe sebejat itu, " sahut Kean kembali melihat layar ponsel nya.
Sementara Sean kini sudah membawa Flora ke halaman belakang Penthouse.
" Gue capek Se, gue mau pulang, " rengek Flora.
" Biasa juga lo ikut tidur di sini, " balas Sean sambil memandang Flora yang sedari tadi menunduk.
" Gue mau mandi, kangen sama mommy juga, " ucap nya seraya mengerucut kan bibir nya.
" Putusin Darren, gue juga akan putusin Gishele, " ucap Sean dengan tatapan tajam nya.
" Nggak bisa Se, " jawab Flora sendu.
" Kenapa? lo cinta sama dia hah? " bentak Sean.
" Lo egois Se, saat lo pacaran sama Gishele gue nggak pernah nyuruh lo putus sama dia. Terus kenapa saat gue mau ngebuka hati gue buat orang lain lo malah kek gini, " sahut Flora dengan nada tinggi.
" Gue nggak bisa liat lo deket sama cowok lain, apalagi saat dia cium lo gue pengen nabok tuh orang, " ketus Sean.
" Lalu gimana perasaan gue saat lo yang terang- terangan lebih milih Gishele daripada gue? "tanya Flora dengan tatapan menghunus.
Deg!!
" Nggak mikirin kan lo? lo tuh egois Sean Adhitama, andai lo nggak gengsi ini semua enggak akan terjadi, " jelas Flora yang kini sudah meneteskan air mata nya. Sean memeluk Flora dengan sangat erat.
Sean mengusap air mata Flora lalu mengecup kedua pipi nya bergantian.
" Putusin Darren ya, please " pinta Sean dengan wajah sendu.
Flora memalingkan wajahnya, " Nggak bisa gue nggak mau buat Darren kecewa, ".
Flora melepaskan pelukan Sean lalu pergi meninggalkan Sean yang mematung di halaman belakang.
Sementara Kean, Kavin dan Kaivan sedari tadi mengintip mereka.
" Si Sean nya bego dari dulu nggak peka, sekarang giliran udah ada yang nyalip dia nggak Terima, " jelas Kean kesal dengan kebodohan adiknya.
Sementara Flora yang baru masuk ke dalam kamar setelah menemui kedua orang tuanya.Kini ia lebih memilih untuk membersihkan diri sambil berendam di dalam bathtub.
Flora memejamkan matanya rasanya ia merasa sangat penat dengan semua yang ia jalani.Tingkah Sean yang berubah 180 derajat dari biasanya.Mengapa baru sekarang Sean menyadari nya? mengapa baru sekarang Sean bertingkah manis kepada nya? bahkan kini ia sering mencium Flora tanpa izin.
Setelah selesai dengan ritual mandinya Flora langsung mengenakan pakaian piyama nya.Lalu mengambil ponsel nya yang berada di atas nakas.
Ada banyak panggilan tidak terjawab dari Darren di ponsel Flora.
Flora pun melakukan panggilan video kepada Darren.
" Sayang kamu dari mana aja? " ucap Darren dari sebrang sana.
" Maaf tadi aku abis berendem, karena capek aku ketiduran, " jelas Flora sudah tidak memakai kata elu gue lagi.
"Pantesan dah cakep bener ayang aku, " puji Darren.
" Besok aku jemput ya," imbuh nya lagi.
" Iya iya, " ucap Flora pasrah.
" Aku dateng pagi- pagi banget ya? " tanya nya lagi.
" Ngapain? " Flora mengkerut kan keningnya.
" Mau pendekatan sama camer, " celetuk nya lalu tersenyum.
Flora terkekeh.
" Ih kamu gemesin deh kalau kayak gitu jadi pengen sun, " sahut Darren lagi.
" Dah ah kamu gombal terus, aku ngantuk. Udah dulu ya, " ujar Flora lalu melambaikan tangannya di depan layar ponsel nya.
" Iya sayang mimpiin aku ya, " goda Darren.
Lalu mereka pun mematikan sambungan telepon nya.Flora merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur lalu mulai memejam kan mata nya.
Sang mentari kini sudah mulai menampakan wujud nya, suara kicauan burung pun saling bersautan.Membuat seorang gadis yang bergelung selimut menerjapkan matanya.
Flora meregangkan orot nya lalu menguap, " Hoaamm, ".
Flora pun langsung beranjak dari tempat tidur berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.Setelah selesai mandi dan berdandan ia pun melanggang keluar kamar.
Hari ini mansion dan dua Penthouse Wijaya sudah dipenuhi oleh para kerabat dan keluarga dua keluarga Alexander dan Wijaya.Tak lupa para sahabat daddy dan mommy nya pun ada di sana.
Meja makan pun sudah di penuhi oleh keempat ibu peri dan suami nya.Tak lupa para anak- anak mereka yang tampan.
Para tetua masih beristirahat di kamar mereka karena baru saja mereka sampai.Berbeda dengan Stella, Nichole dan Jessica dan suami mereka yang sampai tadi malam saat Flora sudah tertidur.
" Waw aku lupa akan ada acara besar, pasti para ibu peri akan ada juga.. Flora rindu, " ucap Flora yang langsung memeluk Bunda Nichole. Flora memang sangat dekat dengan Nichole karena itu saat melihat Nichole ia langsung melupakan mommy nya.
" Udah deh mommy di lupain kalau udah ada bunda nya, " cibir Alexa merajuk.
Flora melepaskan pelukan nya dari Nichole lalu berpindah memeluk mommy tersayang nya, " Mommy yang terbaik, i love you, " ucap Flora mencium pipi Alexa.
Ia pun kini menyalami Stella dan Jessica juga.Tak lupa para suami mereka juga.Saat Flora sedang menikmati makanan nya tiba-tiba Sean berdehem.
Ehem!!
" Ayah bunda Sean mau melanjutkan pertunangan Sean sama Flora yang tertunda, kali ini Sean siap. Bahkan kalau harus langsung nikah juga oke, " ucap Sean dengan suara lantang sehingga Flora yang sedang minum langsung tersedak.
Uhuk!! uhukk!!
" Apa? " teriak Flora tak percaya.