Cheossarang

Cheossarang
Bukan Layangan



Malam ini Darren sangat bahagia, walaupun ia belum yakin kalau Flora sudah mencintai nya atau belum namun ia bahagia bisa memiliki Flora.Gadis cantik yang sudah mengisi hati nya beberapa hari ini.


Flora sedang berusaha untuk bisa move on dari Sean ia akan berusaha membuka hati nya untuk Darren.


Berbeda dengan Flora dan Darren, Sean kini sedang terduduk sendirian meratapi segala kesalahan nya.Andai saja ia lebih cepat menyadari perasaannya terhadap Flora semua ini tidak akan terjadi.Flora sudah berjuang sendirian mencintai nya selama 16 tahun ini, ingatan Sean yang selalu mencaci Flora dengan berbagai kata- kata pedas terus terngiang di benak nya.


Acara masih berlanjut, Flora hendak ke toilet dengan cepat ia berlari ke toilet.Toilet disana lumayan jauh dari tempat acara, setelah dengan ritual buang air kecilnya Flora hendak kembali ke tempat api unggun namun tanpa ia sadari ia salah mengambil jalan.Sehingga kini Flora terus saja berputar- putar di tempat yang sama.


Malam semakin gelap, tangan Flora gemetar ia merasa ketakutan. Ia lebih memilih menghadapi banyak musuh dari pada harus sendiri di hutan seperti ini.Tiba-tiba Flora terperosok jatuh ke bawah, bahkan kini kaki nya terkilir.


" Tolong!! tolong!! tolong!! " teriak Flora.


Sementara di tempat camping Darren dan sahabat Flora sibuk mencari Flora yang sudah lama meninggalkan acara.


" Dia tadi bilang nya mau ke toilet, tapi sampe sekarang belum balik, " ucap Manda panik.


Darren pun berlari mencari Flora bersama Rico.


Sean yang mendengar hal itu pun ikut mencari Flora.Sudah dua jam semua orang mencari Flora namun Flora masih belum di temukan.


Saat Sean sedang berjalan tiba-tiba ia mendengar suara seseorang minta tolong. Sean hafal betul suara siapa itu, dengan cepat Sean turun ke tempat Flora berada.


Sean berlari menghambat Flora lalu memeluk nya menghujani nya banyak kecupan.


" Gue khawatir banget, gue takut lo kenapa- kenapa, " ucap Sean panik.


" Hiks.. hiks.. gue takut Se, " ucap Flora terisak.


" Tenang ada gue di sini, " ucap Sean mengelus puncak kepala Flora.


" Gue nggak bisa jalan, kaki gue terkilir, " ucap Flora lirih.


Flora melihat luka di tangan Sean, ia pun merobek kain kemeja nya yang panjang lalu menutupi luka Sean dengan kemeja Flora.


" Tangan lo kenapa kayak gini? " tanya Flora sendu.


Sean tidak menjawab pertanyaan Flora ia masih sibuk memandang gadis di hadapan nya ini.Sean mendekatkan wajah nya dengan wajah Flora.Manik mata mereka kini saling berpandangan.Dengan cepat Sean mendaratkan bibir nya di bibir manis Flora. Kedua bibir itu kini saling bertautan, seolah mereka lupa kalau mereka masing-masing mempunyai kekasih.


Flora yang menyadari itu langsung melepaskan tautannya lalu mendorong dada Sean agar menjauh.


" Lo masih cinta sama gue Flo, buat apa lo Terima cinta dia? " tanya Sean kesal.


" Gue kan udah bilang gue akan berhenti berharap sama lo, " balas Flora ketus.


" Nggak bisa Flo, lo milik gue " sahut Sean.


" Maksud lo? ".


" Lo calon istri gue Flo, " ujar Sean lalu memegang kedua bahu Flora.


Flora menepis tangan Sean, " Gue kan udah bilang maen rumah- rumahan nya udah selesai, jadi permainan konyol itu udah nggak berlaku, " jawab Flora kesal.


"Lo nggak bisa giniin gue Flo, gue calon suami lo, " bentak Sean.


" Nggak ngerti gue sama lo kemarin lo yang mendorong gue untuk menjauh sekarang lo yang menarik gue untuk kembali suka sama lo. Ini hati bukan layangan yang bisa lo tarik ulur sesuka hati, " ketus Flora kesal.


Deg!!


" Pinjem ponsel lo, gue mau telpon Darren, " ucap Flora.


" Gue nggak bisa jalan, gu_" belum sempat Flora melanjutkan ucapannya Sean sudah menggendong nya.


" Nggak akan gue biarin dia gendong lo, walaupun dia pacar lo sekalipun, " ujar Sean lalu berjalan sambil menggendong Flora.


Karena Flora takut jatuh ia pun mengalungkan tangannya di leher Sean.Kalau dulu ia di cium dan di gendong seperti ini oleh Sean mungkin ia akan senang sampai jingkrak jingkrak.Namun saat ini untuk memandang wajah nya saja Flora tidak ingin, ia sudah terlalu kecewa dengan keegoisan Sean.


Tiba-tiba Darren datang dengan menggunakan sepeda yang ia pinjam.Flora yang melihat Darren ia pun turun dari gendongan Sean.Darren langsung memeluk Flora.


" Kamu nggak apa- apa beib? "tanya Darren.


" Kaki aku terkilir, aku nggak bisa jalan, " rengek Flora.


Darren pun menaikan Flora di sepeda, ia pun mendorong sepeda itu menuju tempat camping. Sebelum nya ia mengucapkan terimakasih terhadap Sean yang menemukan Flora.


" Berat nggak? " tanya Flora kepada Darren yang masih mendorong sepeda.


" Nggak sayang, bawa kamu sampe KUA juga aku masih sanggup, " celoteh Darren hingga Flora ikut terkekeh mendengar nya.


" Makasih ya, " ucap Flora sambil mengulum senyum.


Sean yang berjalan di belakang mereka hanya merenggut sambil mengepalkan tangannya.


Sesampainya di tempat kamping semua berbondong-bondong menghampiri Flora, kini Flora sudah dalam gendongan Darren setelah Darren mengembalikan sepeda pinjamannya.


" Flora kenapa kak? " tanya Kiara.


" Kaki nya kekilir kayak nya, " jawab Darren.


" Kok bisa? " tanya Ghea.


" Jatoh gue, " jawab Flora.


" Pengen cepet dikawinin ya lo pake jatoh segala, "goda Manda.


" Dih baru juga pacaran masa langsung nikah aja, " cibir Flora mengerucut kan bibir nya.


" Tadi aku ngajak ke KUA dia malah ketawa, " sahut Darren yang kini sudah mendudukkan Flora di kursi.


" Bentar lagi ada tukang urut yang kesini, " ucap Sean yang tiba-tiba datang entah dari mana.


" Makasih ya Se , " ucap Darren yang hanya mendapatkan senyum terpaksa dari Sean.


Tak lama kemudian tukang urut nya sudah datang lalu memijat kaki Flora yang sakit.


" Aaarrghh, " teriak Flora kesakitan.


Darren memegang lengan Flora, karena kesakitan Flora memeluk Darren.Sean melihat hal itu hendak menarik Flora namun di tahan. oleh Nino dan Rain.


Oh astaga situasi macam apa ini?


Setelah selesai di pijat kini kaki Flora sudah baikan, walaupun masih sedikit sakit. Kini Flora sudah di dalam tenda untuk istirahat.


Darren dan yang lainnya pun kembali ke tenda masing-masing.Malam ini semua nya tidur dengn tenang. Terkecuali Flora dan Sean malam ini mereka mengalami perang batin. Mereka membayangkan kejadian tadi saat di hutan. Ciuman pertama bagi mereka, andai saja mereka tidak memiliki kekasih saat ini mereka pasti sangat senang. Namun yang Flora rasakan kini justru rasa bersalah terhadap Darren.


Ia akan menjauh dari Sean demi Darren, Darren terlalu baik untuk disakiti.Flora tidak ingin menyakiti nya karena ia tau rasa nya sakit hati seperti apa.