Cheossarang

Cheossarang
Teman baru



Suara Darren dan Rachel yang terlalu kencang membuat semua orang menoleh ke arah mereka.Termasuk Sean dan Nino yang duduk di depan Darren dan Rachel.


" Kalian berisik banget sih. " protes Sean.


" Gue kaget kenapa ada dedemit di kelas kita. " jawab Darren sambil melirik ke arah Rachel dengan sorot mata tidak suka.


" Dedemit masa ngatain dedemit. " cibir Rachel memutar kedua bola matanya malas.


" Jadi ini dedemit yang lo maksud? jodoh kali lo Ren. " goda Rico yang duduk di bangku sebelah Darren dan Rachel.


" Idih najis. " ucap mereka bersamaan.


" Sekarang bilang nya dedemit nanti bentar lagi jadi dedemenan. " ejek Nino dengan suara keras yang membuat sangat guru melempar kan senjata oamuni nya ke arah mereka.


" Maaf Bu. " ucap Nino cengengesan.


" Berisik sih. " ketus Rachel.


Sean dan yang lainnya menertawakan Nino yang terkena lemparan penghapus dari guru killer itu.Semua siswa kini mengikuti jam pelajaran.


Waktu terus bergulir saat jam istirahat seperti biasa Flora dan yang lainnya sudah berada di kantin bersama para pacarnya.Darren dan Rain yang jomblo pun ikut bergabung bersama mereka.


" Di kelas kita ada anak baru bodi nya yahut dah. " celetuk Rain tanpa dosa.


" Yahut apaan orang kayak dedemit gitu. " ejek Darren.


" Kok kayak nggak suka gitu lo? padahal dia cakep bener. " ucap Rain lagi seolah tidak merasa bersalah saat ini Ghea menjadi cemberut saat mendengar si ujan sudah dua kali memuji gadis lain.


Ghea bangkit dari duduknya lalu pergi begitu saja dari kantin.Nino langsung menoyor kepala Rain yang mana membuat Rain semakin bingung.


" Lo nggak peka dasar ujan. " ketua Flora kesal.


" Apaan maksud kalian? gue nggak ngerti. " Rain masih dengan mode bingung nya yang nggak ketulungan.


" Si Ghea ngambek bege. "bisik Rico ditelinga playboy cap jahe itu.


Rain menepuk kepalanya, " Oh may god pupus sudah harapan gue, gue duluan ya.Gue cari ayang beb dulu. " ucap Rain lalu berlari mencari Ghea.


Rachel baru masuk ke dalam kantin, Kiara yang melihatnya langsung menariknya ikut bergabung bersama.


" Kenalin ini kakak sepupu gue. " ucap Kiara memperkenalkan Rachel kepada mereka semua.


Semua tersenyum kearah Rachel kecuali Darren yang membuang muka.


" Gue Nino dan ini cewek gue Manda. " ucap Nino sambil merangkul pundak Manda.Manda pun hanya tersenyum karena saat ini ia sedang sibuk mengunyah makanan.


" Gue Flora dan ini Sean, Darren juga Rico. " ucap Flora memperkenalkan satu persatu orang yang berada di meja bersama mereka.


" Salam kenal ya. " ucap Rachel tersenyum ramah.


Karena tidak ada kursi kosong mau tidak mau Rachel duduk di samping Darren.Kiara membawa kan pesanannya dan untuk Rachel.Mereka pun mulai makan makanan pesanan mereka.


" Kamu nggak ngenalin aku suami masa depan aku sayang? " goda Sean kepada Flora.


" Nggak di kenalin juga elu udah memplokamirkan sendiri. " sindir Darren lalu meminum minuman soda di meja makan kantin.


" Cie cie.. si mantan jealous. " ejek Kiara membuat Rachel terkejut mendengar ucapan Kiara kalau pria menyebalkan ini mantan dari gadis cantik di depannya


Darren mengusap wajah nya, " Lo ya, nggak berenti bikin masalah sama gue. "


" Maaf gue beneran nggak sengaja. " ucap Rachel lirih.


" Abis gue nggak percaya cewek se cantik Flora punya mantan kek elo. " sambung nya lagi membuat Darren kembali emosi dibuatnya.


Gadis dihadapan nya ini benar-benar membuat nya kesal.Rasanya ia ingin menarik wanita ini pergi jauh ke planet pluto.Dua kali bertemu dengan nya hingga kini gadis itu selalu membuat ulah.


Semua orang tertawa melihat Darren kesal seperti itu.Terutamanya Sean yang merasa senang saat mantan rivalnya itu menderita.


Sementara Rain kini sedang berada di atap sekolah menghampiri Ghea yang sedari tadi mengumpat.Rain hanya terdiam dengan gaya cool nya mendengarkan gadis yang ia cintai sedang mengeluarkan sumpah serapah nya untuk dirinya.


" Emang dasar playboy cap jahe, sekali playboy tetep aja playboy.Ujan sialan kemarin ngejar-ngejar gue sekarang muji cewek lain di depan gue.Gue benci sama lo ujan. " teriak Ghea kesal.


" Benci itu benar-benar cinta lho sayang. " goda Rain sambil berdiri dengan gaya cool nya.


Ghea terkejut saat mendengar suara yang jelas ia kenal dari belakang nya, ia segera berbalik menghadap pria menyebalkan yang baru saja ia umpat tadi.Pria itu tersenyum tanpa dosa sambil menaruh tangan nya di dalam saku celananya.


Dengan senyum khas nya yang membuat para gadis auto klepek-klepek ia melangkah kan kaki nya menghampiri Ghea.Ia merapikan anak rambut Ghea yang tertiup angin rooftop ia selipkan ke telinga nya.


Ia menatap dalam wajah gadis yang sudah lama mencuri hati si playboy cap jahe itu.Tatapan penuh cinta berkolaborasi dengan benci.


" Ngapain lo ke sini, masih mau nguntit gue? bukannya ada cewek berbodi yahud kaya lo bilang. " bentak Ghea tidak sadar kalau dirinya kini sedang cemburu.


Rain terkekeh mendengar ucapan Ghea yang nampak jelas cemburu." Kamu cemburu? aku seneng banget kamu cemburu gini, makin cantik gemesin deh. Boleh sun nggak? " tanya Rain menggoda Ghea.


Bisa- bisa nya si ujan becanda saat Ghea sedang esmosi.


" Ngapain gue cemburu sama lo? i_ itu terserah lo ya mau suka sama siapa juga gue nggak peduli. " cerocos Ghea gelagapan.


" Ish si ayang cemburu nggak mau ngaku, kuy cemburu lah biar kita otw jadian atau mau otw KUA langsung? aa Rain mah siap 180%" jelas Rain penuh percaya diri.


Ghea berjalan melewati Rain, ia malas meladeni si ujan yang sedikit sableng ini.Namun langkah nya terhenti saat Rain menarik lengannya lalu mendekap nya.Dapat Rain rasakan kini kedua jantung mereka berdetak sangat cepat seolah memiliki irama yang sama.


Rain menangkup wajah Ghea dengan kedua tangan nya, manik mata mereka kini saling bertemu.Dengan cepat Rain mencium Ghea dengan sangat lembut, awalnya Ghea melawan dengan memukuli dada Rain.Namun lama kelamaan ia pun menikmati ciuman lembut dari Rain.Entah berapa lama mereka bertukar saliva di atap gedung sekolah Adhitama.


" Masih nggak mau ngaku kalau kamu cinta juga sama aku ayang beb? " tanya Rain saat tautan mereka terlepas.


Ghea merutuki kebodohannya yang terbuai oleh akal bulus seorang playboy sejati itu.Ia memilih berjalan meninggalkan Rain yang tersenyum menatap kepergian Ghea dari atap.Gadis itu memiliki ego yang sangat tinggi.


.................


🌸🌸🌸🌸🌸


Makasih yang masih nunggu aku up


Maaf hari ini aku telat up..


bocil lagi nggak fit jadi rewel terus..


makanya baru bisa update sekarang...


Jangan lupa like komen dan vote ya