Cheossarang

Cheossarang
Di tolak lagi



Sean terbangun dari tidurnya ia melihat ada taksi di belakang mereka, karena bus ini tidak melewati Penthose mereka Sean memilih untuk turun dan menghentikan taksi tersebut.Sebelum nya ia membangun kan Flora yang masih tertidur di bus.


Kini mereka sudah berada di dalam taksi, Sean terus menggenggam tangan Flora.Flora yang selalu berusaha melepaskan namun Sean terus meraih lagi.


" Di sini nggak ada Darren Flo. "ucap Sean menangkup kedua pipi Flora.


Flora menatap dalam mata Sean terlihat jelas banyak Cinta kini.


" Gue tau lo nggak bisa nerima gue karena Darren kan? " tanya Sean sambil menatap Flora yang kini sedang menundukkan kepala nya.


" Kita bisa memulai semuanya di belakang Darren" sambung nya lagi.


Flora mendongak menilik wajah Sean yang semakin tampan dari dekat.


" Kesannya kayak lagi selingkuh gue kalau gitu. " ujar Flora mengerucut kan bibirnya.


" Backstreet sayang bukan selingkuh lagian kan kita sama- sama jomblo, terus selingkuh dari siapa coba. " Sean kini merangkul Flora.


Tak lama kemudian taksi yang membawa mereka sudah sampai di depan Penthouse.


Flora melepaskan tangan Sean yang merangkul nya.Mereka pun turun dari taksi tersebut, sebelumnya Sean memberikan beberapa lembar uang kertas kepada sopir taksi.


Sean mengikuti Flora yang berjalan menuju Mansion yang hanya beberapa langkah dari Penthouse. Sean menarik tangan Flora, sehingga Flora menghentikan langkah nya lalu menatap Sean.


" Lo belum jawab pertanyaan gue Flo? " tanya Sean lagi.


" Bukan hanya Darren yang sakit hati tapi mantan lo juga,andai lo seperti ini sedari dulu. Mungkin Gishele dan Darren tidak akan hadir diantara kita. " jelas Flora.


" Biarlah berjalan seperti ini dahulu nggak usah terburu-buru, dari dulu sampe sekarang lo kan tau hati gue buat siapa" sambung Flora lalu berjalan kembali menuju Mansion.


Sean menatap punggawa gadis yang ia cintai, ia pikir Flora yang ia kenal selama ini Flora yang manja dan egois.Ternyata salah, Flora lebih memikirkan perasaan orang lain dari pada perasaan nya sendiri.


Sean melangkahkan kaki nya menuju tempat tinggalnya.Ia kembali mengingat nasehat para ayah peri tempo hari.Ia harus bisa berjuang untuk mendapatkan Flora kembali.Ia sangat tau kalau Flora tidak akan mungkin berpaling dari nya.


Sesampainya di Penthouse ia melihat Kean dan Kavin sedang bermain PlayStation di ruang televisi. Mereka duduk diatas karpet bulu dengan banyak cemilan berantakan disana.


" Jam segini baru pulang lo? pacaran mulu sih? " ejek Kean dengan mata yang fokus ke arah layar TV.


" Di omelin daddy tau rasa lo bawa Flora pulang malem- malem. " sahut Kavin ikut menimpali.


" Orang gue nggak pacaran kak, ditolak mulu gue sama Flo. " ucap Sean merenggut.


Kean melemparkan bantal sofa ke arah Sean, " Salah elu dulu sok jual mahal sama Flo, mampus lo kan di cuekin. " ketus Kean.


" Lagian lo ditolak Flora baru beberapa bulan udah madesu gitu.Liat Flora dong dia baru nyerah setelah bertaun taun lo tolak. " ucap Kavin mengingat kan.


Sean mengangguk mendengar ucapan Kavin ada benar nya. Flora bisa bertahan dengan sikap jutek nya selama bertahun-tahun. Sedangkan ia yang baru beberapa kali di tolak Flora kini sudah kelimpungan.


Sean merutuki dirinya yang kerap kali menyakiti perasaan Flora.Andai saja ada alat doraemon yang bisa memutar kembali waktu. Ingin rasa nya Sean memperbaiki semua nya agar ia bisa bersama dengan Flora.


Sementara itu di sudut jalan kota seorang gadis sedang berlari dikejar-kejar oleh dua orang preman.Manda yang baru pulang dari kerja sambilan nya tiba-tiba diikuti oleh dua pria berwajah seram dan kini mereka mengejar Manda.


Manda ketakutan tanpa ia sadari ia tersandung baru hingga ia kini terjatuh di jalanan.Jalanan saat ini sudah mulai sepi, para preman itu mendekati Manda. Tubuh Manda bergetar hebat ia benar-benar ketakutan.


Saat para preman itu hendak. mendekat tiba-tiba mereka di tendang oleh dua orang pria. Nino dan Rain langsung menghajar para preman itu.


Manda merasa nyaman berada dalam pelukan Nino. Entah mengapa ia merasa kini jantung nya berdetak lebih cepat dari biasanya.


" Udah tenang aja, mereka udah pergi. " ucap Nino sambil mengusap air mata Manda yang sedari tadi lolos begitu saja.


" Gue takut. " ucap Manda terbata.


" Lo anterin dia pulang Nin, takut nya preman nya masih ada. " ujar Rain memberi saran.


" Gue nggak mau gue takut, gue kost sendiri soal nya. " jawab Manda.


" Lo disini nge kost? " tanya Rain.


Manda mengangguk pelan.


" Kayaknya daerah sini memang rawan preman deh, sepi lagi. " ucap Nino melihat kesekeliling.


" Lo cari kost an lain aja. " usul Rain.


" Terus dia sekarang tidur di mana? " tanya Nino.


" Temen- temen lo pasti udah pada tidur ya, lagian lo dari mana sih jam segini baru pulang? " tanya Rain kepo.


" Gue abis kerja sambilan di kafe sana" jawab Manda sambil menunjukkan kafe di sebrang sana.


" Dia tidur di apartemen lo aja Nin," usul Rain lagi.


Nino menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, pasalnya ia tidak pernah membawa perempuan masuk ke dalam apartemen nya.


" Sehari doang, please. Besok kan hari minggu gue bisa cari kost an yang lebih aman. " pinta Manda.


Nino menghela nafasnya lalu mengangguk kan kepalanya. Kini mereka dalam perjalanan menuju apartemen Nino setelah berpamitan dengan Rain.Manda memeluk Nino dari belakang, karena Nino mengendarai motor dengan sangat kencang.


Beberapa menit berlalu kini mereka sudah sampai di dalam apartemen Nino.


" Lo bisa tidur di kamar sana, itu kamar kosong". ucap Nino menunjuk kamar di samping kamar nya.


Wajah Manda berbinar, " Lo kost in aja ke gue, nanti gue bayar deh. " ucap Manda.


Nino menoyor kepala Manda, " Emang lo pikir ini kost kost an apa? " cibir Nino.


Manda mencebik, " Gue pikir dia udah jadi baek tau nya masih aja ngeselin. " Manda mengerucut kan bibirnya membuat Nino kini menelan salivanya.Ia melihat bibir ranum Manda yang mengerucut terlihat mengoda iman dan takwa nya.


Karena tergoda oleh bisikan syetan yang entah darimana datang nya.Nino mendaratkan bibir nya di bibir manis Manda.


Manda terkejut mendapatkan serangan dadakan dari Nino.Ia yang mendorong dada Nino namun Nino malah menahan tengkuk Manda memperdalam ciumannya.


Manda yang baru pertama kali melakukan nya hanya diam saja.Merasa tidak ada balasan Nino pun melepaskan pagutannya.


" Lo ngambil first kiss gue" protes Manda.


Nino tersenyum lalu kembali mencium Manda, entah siapa yang mengajari kini Manda mulai membalas ciuman Nino.