Cheossarang

Cheossarang
Rival yang menjadi Partner



Loha bestie.. jangan lupa like komen dan vote..


🌸🌸🌸🌸🌸


Happy Reading..


Di sebuah gedung tepatnya di acara pernikahan nampak Rico pemilik WO itu tengah mondar mandir kesana kemari ia kebingungan acara akan di mulai sementara make up artis mereka mendadak tidak dapat hadir karena ibu nya harus di bawa ke rumah sakit.Rico sedang memutar otaknya ia harus memanggil siapa yang ahli di bidang merias.Hanya satu teman yang ia miliki di bidang itu, yaitu si mantan terindah nya yang kini menjadi saingannya di bidang yang sama.


Rico ragu ingin menelepon nya duluan sudah dapat ia bayangkan bagaimana wajah mantan nya yang sangat sombong itu apabila ia meminta tolong pada nya. Namun waktu terus berjalan ia sudah tidak memiliki banyak waktu untuk mengurusi gengsi nya itu.Tiba-tiba pandangannya tertuju pada gadis berkebaya peach yang menjadi tamu di acara ini.Dengan cepat Rico menarik tangan Kiara menuju ruang rias.


" Apaan sih lo narik - narik gue? " ketus Kiara sebal.


" Bantuin gue please waktu udah mepet banget juru rias gue nggak dateng.Gue akan lakuin apa yang lo mau setelah ini gue janji. Bahkan kalau lo minta ngajak ke KUA pun hayu. " cerocos Rico meyebalkan.


Kiara memutar kedua bola mata nya malas, " Gue bantu lo, inget apa aja yang gue minta lo turutin. " ancam Kiara.


" Siip!! ke KUA juga oke. " celetuk Rico asal membuat Kiara mendelik.


" Nggak sudi gue ke KUA bareng lo. " cibir Kiara.


" Gue juga ogah cuma takut nya lo belum bisa move on aja dari babang Rico yang tampan ini. " cetus Rico sambil menyugar rambut nya ke belakang.


Tak ingin berdebat lama dengan Rico Kiara pun mulai mendandani pengantin wanita.Rico nampak terpesona saat melihat Kiara nampak cantik saat bekerja.Mantan nya itu kini bukan gadis manja lagi, ia berubah menjadi gadis mandiri yang semakin dewasa. Jantung Rico kembali berdebar kencang saat menatap Kiara yang tersenyum manis kepada mempelai wanita. Bohong bila dikatakan pria itu sudah move on dari si mantan, nyata nya hingga kini nama Kiara masih terukir di hati nya.


Tak butuh waktu lama Kira sudah selesai meriaas pengantin.Selanjutnya ia merias para bridesmaid sangat pengantin. Rico akui keterampilan Kiara sangat lah patut di acungi jempol.Hasil Riasan yang ia buat terlihat begitu sempurna semua nya tersenyum senang setelah di rias oleh Kiara.Bagaimana tidak Riasan Kiara membuat mereka semakin cantik.


Beberapa jam kemudian acara sudah di mulai, Kiara yang niat nya menjadi tamu undangan kini mendadak harus menjadi make up artis WO milik saingannya itu.Rico menyodorkan minuman kepada Kiara.


" Thanks udah bantu gue. " ucap nya seraya ikut duduk di samping Kiara.


" Ini nggak gratis tuan Rico karena sesuai janji lo, lo harus ikutin apa kata gue. " jawab Kiara dengan wajah juteknya.


" Maksud lo? " tanya Rico belum paham.


" Satu minggu lagi Nino dan Manda akan menikah dan mereka menggunakan jasa WO gue.Berhubung Fotografer gue baru aja mengundurkan diri lo harus gantiin dia sampe gue dapet penggantinya. " seru Kiara lalu meminum minuman yang di berikan Rico.


" Kenapa Nino nggak pake jasa WO gue? " tanya Rico kesal.Tuh kan mereka sekarang saingan .


" Soal nya Manda yang ngurus semua nya. " jawab Kiara dengan senyum penuh kemenangan.


Rico pun menghela nafas kasar ia tidak dapat berkata apa - apa lagi kali ini ia benar-benar kalah.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Siang ini kota Jakarta diguyur oleh deras nya hujan. Farel tanpa sengaja bertemu kembali dengan Maira yang hendak mengantarkan pesanan di butik ternyata yang memesan gaun tersebut adalah ibu Farel.Melihat keakraban Farel dan Maira ibu Farel mempersilahkan nya masuk ke dalam.Pelayan pun menyajikan minuman untuk Farel dan Maira.


" Tante maaf ngerepotin, padahal aku cuma mau nganterin gaun itu aja. " ucap Maira sungkan.


Farel memberikan handuk kecil kepada Maira, untungnya gaun yang di pesan tidak ikut basah.


" Di minum Mai, biar anget. " ucap Farel menyodorkan teh hangat yang disajikan pelayan tadi untuk nya dan Maira.


" Gue udah telepon aunty Nichole kalau lo masih di sini kejebak ujan, nanti udah reda gue anter. " saut Farel lalu tersenyum manis. Oh astaga manis nya senyumnya mengalahkan gula di teh ini.Pantas saja pria ini banyak yang memuja pikir Maira sambil meminum teh hangat nya.


" Nggak usah rel, ini aja gue udah ngerepotin. " seru Maira sungkan.


" Ish nggak apa - apa nak Maira, justru tante yang ngerepotin kamu ampe ujan - ujanan ke sini anterin gaun tante. " sahut ibu Farel yang baru saja datang membawa baju ganti untuk Maira.


" Itu udah tugas aku tante. " jawab Maira lalu mengulum senyum.


Ibu Farel memberikan pakaian ganti kepada Maira." Ganti baju kamu Mai, nanti kamu kedinginan. " ujar ibu Farel ramah.


Maira pun menerima baju tersebut lalu bangkit dari duduknya.


" Anterin Maira ke kamar tamu Rel. " titah sang ibu sambil duduk lalu membaca majalah.


Farel pun mengantarkan Maira menuju kamar tamu yang tak jauh dari ruang tamu.Setelah itu ia kembali lagi ke ruang tamu.


" Eh Rel mama lupa kunci pintu kamar mandi di kamar tamu rusak, itu Maira udah masuk belum ya. " saut ibu nya Farel.


" Ish.. mama bukanya bilang dari tadi. " ucap Farel kembali menuju kamar tamu dan benar saja Maira terkunci di dalam kamar mandi.


" Mai, mundur ya biar aku dobrak pintu nya. " teriak Farel dari pintu luar.


Maira mundur beberapa langkah Farel pun mendobrak pintu tersebut.Dan akhirnya pintu tersebut dapat di buka, untung nya Maira sudah berganti pakaian.Namun pakaian yang di kenakan Maira sangat seksi menggoda iman Farel.Maira pun tidak nyaman dengan pakaian nya ini.


Farel menepis pikiran nya yang travelling kemana mana.Saat kedua nya hendak keluar dari kamar mandi tiba-tiba kaki Farel tersandung membuat nya terjatuh dan menindih Maira.


Cup


Tanpa sengaja kedua bibir mereka saling bertemu.Manik mata mereka membulat, jantung mereka berdetak dengan cepat apalagi Farel dapat merasakan dua benda favorit para kaum adam menempel di dada nya.


Deg


Dengan cepat Farel bangkit lalu berdiri, wajah keduanya kini memerah seperti kepiting rebus.


" Sorry Mai, gue nggak sengaja. " seru Farel lalu pergi meninggalkan Maira yang kini masih mematung. Ia memegang bibirnya yang pertama kali bersenruhan dengan bibir lawan jenis.


.......


Jangan lupa tinggal kan jejak ya..