
Flora kini masih berada di dalam perpustakaan saat jam sekolah telah berakhir.Ia memiliki banyak tugas yang harus segera dikumpulkan.Kini ia sedang tertidur di atas tumpukan buku yang sedang ia pelajari.Sean yang baru masuk ke dalam perpustakaan tersenyum melihat Flora yang nampak cantik walaupun saat tertidur.
Sean menghampiri Flora lalu menaruh wajahnya di atas meja berhadapan dengan Flora yang sedang tertidur.Flora yang merasa ada hembusan nafas di dekatnya lalu mulai membuka mata nya.Ia terkejut saat melihat wajah tampan Sean berada di hadapan nya kini.
Flora pun membenarkan posisi nya menjadi duduk, " Kamu dateng nggak bangunin aku. " ucap Flora lalu mengerucut kan bibirnya.Kini mereka memutuskan untuk mengubah panggilan nya tanpa lo gue lagi.
Sean pun kini duduk sambil menopang dagu nya dengan kedua tangannya." Abis aku nggak tega, mau di bantuin nggak? " tanya nya.
Flora menggelengkan kepalanya, " Dikit lagi kok, nanti diterusin aja di rumah. " ucap Flora seraya merapikan buku- buku yang berserakan di meja lalu ia masukkan kedalam tas nya.
Dengan cepat Sean membawa kan tas Flora yang terlihat berat karena buku- buku berat yang baru saja Flora pinjam dari perpustakaan.Mereka berjalan berdirinya sambil saling berpegang tangan. meninggalkan perpustakaan.
" Pengen ramen yang di perempatan jalan. " rengek Flora kepada Sean.
Sean merangkul Flora lalu mengacak rambutnya gemas, " Ayo sayang, mau greentea float juga sekalian nggak? nanti kita turun sebelum perempatan. " tawar Sean sambil mengulum senyum.
" Iya mau banget. " jawab Flora senang. Flora menengok kesana kemari, " Yang lain kemana? udah pulang duluan? " tanya Flora lagi.
" Manda dianterin Nino dia harus kerja hari ini, Kiara biasa dia mah nempel mulu ama si Rico. " jelas Sean.
" Sama kayak kamu ya nempel mulu sama aku." cibir Flora.
" Jadi nggak seneng nih dideketin mulu sama aku? " tanya Sean pura-pura merajuk.Bahkan pria itu kini sedang bersidekap dada sambil mengerucut kan bibirnya.
Flora terkekeh melihat tingkah lucu Sean yang biasa dingin kini menjadi sangat menggemaskan.
Cup
Cup
Flora memberi kecupan di kedua pipi Sean berganti an.Sean menggembung kan pipi nya, " Kenapa cuma pipi sih yang di sun. " Sean masih bersikap manja dan lebay.
Flora memijat pelipisnya yang sedikit pusing, oh astaga pria ini benar-benar sangat lebay.
" Ayo cepet, keburu rame nanti ngantri. " ajak Flora menarik lengan Sean.
Mau tidak mau Sean pun mengikuti sang ratu untuk masuk kedalam mobil.Mereka pun pergi meninggalkan sekolah.
Sementara di halte bus Rachel sedang menunggu bus melewat, tiba-tiba sebuah motor melewati nya.Karena motor itu terlalu kencang saat melewati kubangan air sehingga air itu tanpa sengaja membasahi seragam Rachel.Rachel kesal dengan cepat ia melemparkan sepatu nya kepada si pengendara motor sehingga sepatunya terkena punggung pengendara motor itu.
" Elo lagi. " ucap mereka bersamaan saat pandangan mereka bertemu.
" Kok gue kayak yang apes banget ya tiap ketemu lo. " protes Rachel kesal.
" Yang harus nya ngomong gitu gue ya, gue yang selalu dirugiin tiap kita ketemu. " kilah Darren ketus.
"Pokoknya lo harus nganterin gue pulang, malu gue naik bus baju kotor gini. " ucap Rachel kesal.
" Idih males pulang sendiri sono. " jawab Darren tak kalah ketus.
Tanpa mendapatkan izin apapun Rachel naik ke atas motor Darren dan memeluk nya dari belakang agar tidak diusir oleh pria menyebalkan didepannya ini.
Deg!!
Darren terkejut saat Rachel memeluk nya dari belakang.
" Turun nggak lo. " teriak Darren.
" Ogah." Rachel terkekeh. Ia tidak bisa naik bus dalam keadaan seperti ini.Apalagi saat ini seragam atas nya basah membuat terlihat tembus pandang.Akan banyak mata jelalatan nanti nya di dalam bus. Oleh karena itu ia lebih memilih diantar oleh pria menyebalkan ini.
" Jalan Cempaka putih no 27." ucap Rachel dengan mode juteknya.
Dengan terpaksa Darren kembali mengendarai motor nya mengantarkan Rachel pulang ke rumah nya.
Sementara Flora dan Sean saat ini sedang menikmati ramen dan greetea float favorit Flora di dalam Penthouse.Mereka tidak jadi makan di sana karena memasuki jam makan siang membuat restoran penuh.
Sean menyeka sudut bibir Flora yang kotor oleh kuah ramen yang ia seruput langsung dari mangkuk nya.
" Pelan- pelan sayang makan nya. " ucap Sean lalu tersenyum.
Oh astaga apa ini benar-benar Sean Adhitama Smith pria yang bertahun-tahun ia cintai.Flora masih tidak percaya kini ia dan Sean kembali bersama seperti saat kecil dulu.Harapannya kini sudah tercapai memiliki Sean yang mencintai nya sampai kapan pun.Namun Flora teringat ia pernah mendaftarkan diri ke sekolah perfilman di Paris.Flora bercita-cita ingin menjadi sutradara terkenal.Saat itu ia yakin karena sepertinya tidak memiliki harapan untuk bersama Sean.Namun kini ia malah takut di terima di sekolah tersebut.Ia tidak bisa membayangkan akan benar-benar berpisah bersama Sean.
Setelah selesai makan Sean mengajak Flora ke ruang rahasia milik nya yang berada di atas kamar Sean.Flora terkejut saat melihat banyak foto dirinya dan Sean sewaktu kecil, dan foto dirinya saat kini.Ternyata sikap Sean yang dingin dan ketus untuk menutupi perasaannya kepada Flora selama ini.
. ...........
Maaf aku update sedikit aku nya lagi 😷sakit