Cheossarang

Cheossarang
Kembali ke Indonesia



Waktu terus berlalu tidak terasa sudah dua tahun lama nya Sean mengikuti therapy hingga kini ia sudah dapat kembali berjalan seperti semula.Namun hingga kini ia masih belum mendapatkan donor mata yang cocok.Maira masih setia menemani dan mendengarkan cerita Sean.Keseharian Sean saat ini menjadi penyanyi di kafe milik papi Dave dengan menggunakan topeng menutupi wajah nya.Setiap hari nya Sean selalu mendengar kan suara Flora yang sedang bernyanyi di televisi.


Karir Flora dan Rachel semakin melejit setelah mereka lulus.Flora kini menjadi sutradara terkenal di Hollywood, ia sesekali suka ikut bernyanyi di acara TV di Los Angeles.


" Mai, Flora pasti makin cantik ya sekarang? " tanya Sean kepada Maira.


" Iya dia semakin dewasa. " jawab Maira cemberut, bagaimana tidak semua pengorbanan Maira lakukan namun hingga kini Sean tidak pernah memiliki perasaan kepada nya.


Sama halnya dengan Sean, Darren pun selalu mengikuti setiap berita atau apapun yang menampilkan Rachel di layar kaca internasional itu. Rachel kini menjadi dewi Yunani di LA.Setiap penghargaan dia raih, kini ia bukan lagi gadis miskin seperti apa yang dikatakan oleh nyonya Anderson.Bahkan banyak para bangsawan yang ingin mempersunting Rachel.Namun Rachel sedang tidak memikirkan masalah percintaan, di hatinya hingga kini masih ada nama Darren.


Darren mengepalkan tangannya saat mendengar isu kedekatan Rachel dengan Adit yang kini sudah menjadi sutradara terkenal di LA. Ia tidak akan membiarkan ini terjadi, Rachel hanya milknya terlebih saat ini penampilan Rachel yang semakin dewasa membuat nya bertambah cantik.


Hari ini Rachel dan Flora tiba di Indonesia untuk menghadiri pesta pernikahan Ghea dan Rain yang akan diselenggarakan besok di ballroom hotel milik keluarga Rain.


Keduanya merentangkan kedua tangan nya seolah merindukan suasana indah negara tercintanya.


" Oh aku jadi pengen seblak sama boba. " ucap Flora membuat Rachel terkekeh.


" Kita ke kafe papi Dave yuk, di sana ada seblak versi baru yang dikembangkan oleh Krystal. " ajak Flora.


" Maksud lo? " tanya Rachel bingung.


" Seblak nya ada rasa nya, seblak suki, seblak samyang, seblak gochujang sama apa lagi ya gue lupa. " ucap Flora sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Wah ayo lah kuy kita ke sana, ini barang kita tapi gimana? " tanya Rachel.


" Nanti sopir gue suruh anter ke mansion. " ucap Flora.


" Lo serius mansion lo nggak ada siapapun? " tanya Rachel lagi.


" Nggak lah kan semua udah pada pindah ke London. " jawab Flora santai.


Saat tiba di depan pintu keluar bandara mereka di serbu oleh banyak wartawan.Banyak pertanyaan yang di lontarkan oleh para awak media itu kepada keduanya.Termasuk masalah percintaan mereka, namun baik Rachel maupun Flora hanya menjawab dengan senyuman.


Flora dan Rachel pun berhasil keluar dari kerumunan para wartawan di bantu oleh supir Flora.Kini keduanya sudah dalam perjalanan menuju kafe I LuV U milik papi Dave. Flora meminta supirnya menaruh barang- barang Flora dan Rachel di mansion.Dan kini keduanya mulai memasuki kafe mereka mencari tempat duduk lalu mulai memesan saat pelayan datang menghampiri mereka.Kafe ini banyak di gandrungi kaum remaja terlebih anak SMA.


Flora pamit kepada Rachel untuk ke toilet saat hendak ke toilet ia bertemu dengan seorang pria yang sangat ia kenali namun tidak melihat nya sama sekali.


Deg..


Manik mata Flora membulat setelah sekian lama ia bertemu kembali dengan cinta pertama nya.Flora ingin menyapa Sean namun suara nya tercekat saat mendengar suara seorang wanita memanggil nama Sean.


" Udah selesai Se? " tanya wanita itu lalu menggandeng Sean.


" Udah ayo pulang. " jawab Sean lalu mengulum senyum.


Keduanya tidak menyadari keberadaan Flora yang melihat interaksi Sean dan Maira.Keduanya berjalan keluar dari kafe, Sean yang sudah lama tidak dapat melihat terkadang dapat berjalan sendiri.Oleh sebab itu kebanyakan orang tidak mengetahui apabila ia buta.


" Pulang? apa mereka sudah menikah? " batin Flora.


" Hiks.. hiks.. lo jahat Se. " gumam Flora lirih.


Rachel merasa khawatir karena sedari tadi Flora tidak kunjung kembali.Ia pun menyusul Flora ke toilet sebelum nya ia menitipkan pesanan nya kepada pelayan kafe.


Rachel terkejut saat melihat Flora menangis sengsengukan di bilik toilet.


" Lo kenapa Flo? " tanya Rachel.


" Sean, gue liat Sean tadi sama Maira mereka gandengan tangan ngajak pulang gitu.Mereka pasti udah nikah. " isak Flora.


Rachel memeluk Flora ia mengusap punggung sahabat nya.


" Mungkin lo sama Sean nggak jodoh Flo. " sahut Rachel.


" Gue masih cinta Sean. " balas Flora sendu.


Rachel terdiam ia merasa tidak percaya Sean melakukan hal itu kepada Flora.Setelah merapikan penampilan Flora keduanya kembali pulang setelah membayar pesanan mereka tanpa memakan makanan tersebut.


Dengan langkah gontai Flora berjalan masuk menuju mansion setelah beberapa menit berkendara.Seharian ini Flora tidak bersemangat ia hanya berdiam diri di dalam kamar membuat Rachel semakin frustasi.


Keesokan hari nya Rachel dan Flora menghadiri pesta pernikahan Ghea dan Rain.Ghea nampak cantik dengan gaun pengantin nya, begitu pun Rain nampak cantik dengan tuxedo putih yang ia kenakan.


Di sana Flora dan Rachel bertemu kembali dengan Manda, Kiara, Nino, Rico dan yang lainnya.Acara ini seperti acara reuni bagi mereka.


Darren yang melihat Rachel menuju toilet dengan cepat menarik Rachel kesebuah lorong kosong.


" Elo? " sentak Rachel kesal.


" Lo nggak kangen gue sayang? " tanya Darren membelai lembut pipi Rachel.


" Lo gila, kita udah nggak punya hubungan apapun. " sentak Rachel.


" Tapi gue ngeliat di mata lo masih ada cinta buat gue. " balas Darren lalu mengecup bibir Rachel tanpa permisi.


Cup.


" Lo gila ren, gimna kalau ada wartawan yang liat? " teriak Rachel kesal.


" Wow wow dewi Yunani kita sekarang lebih takut dengan wartawan ya. " ledek Darren membuat Rachel semakin kesal ia menghempaskan tangan Darren asal.


" Mana janji lo yang akan terus berjuang untuk cinta kita? mana janji lo yang akan membuat diri lo pantas buat gue? " ucap Darren membuat langkah kaki Rachel yang hendak meninggalkan nya menghentikan langkahnya.Air mata Rachel lolos begitu saja, ia tidak dapat membendung lagi semua rasa ini sendirian.


" Sekarang lo udah pantes bahkan lo lebih kaya dari gue tapi apa lo malah ninggalin gue. " sambung Darren lagi lirih.


Rachel pun berbalik ia mantap wajah Darren yang hampir saja menangis.Pria yang selama ini mengisi hatinya pertahanan nya sebentar lagi roboh, ia dapat menangis karena dirinya.Rachel mencium bibir Darren dengan lembut, Darren terkejut dengan tindakan Rachel ia pun membalas ciuman Rachel.Setelah beberapa tahun keduanya berpisah kini mereka kembali berciuman di lorong sepi itu.


...........