
Pagi-pagi sekali Flora sudah siap untuk ke sekolah, namun hari ini ia berangkat ke sekolah memakai celana jeans jaket kulit dan sepatu mini boots tak lupa dengan rambut yang ia cepol ke atas dan headphone yang ia tenggerkan di lehernya.
Hari ini hari ia akan melakukan camping di cibubur untuk menutup masa orientasi siswa baru.
Keenan yang melihat penampilan Flora sedikit berbeda merasa heran.
" Kok aku kayak liat kamu versi abg yang, " ucap Keenan lalu meminum kopi yang sudah di siapkan oleh istrinya.
" Aslinya Flora emang gitu, selama ini dia sok imut buat narik perhatian Sean aja, " jawab Alexa.
Yang menjadi bahan obrolan hanya diam saja sambil menikmati sarapannya.
" Jangan ngebut- ngebut ya dek, " ucap Keyzia yang baru masuk ke ruang makan.
" Hmm, " Flora hanya menjawab dengan deheman saja.
Key, Kean, Kavin, Kaivan dan Sean pun datang dan ikut sarapan.
" Kalian bawa tas gede emang ada acara apa disekolah? " tanya Alexa kepada Flora dan Sean saat melihat tas ransel besar yang mereka bawa.
Flora menepuk keningnya, " Ya ampun Flo lupa bilang ke mommy, kalau hari ini ada camping di sekolah " sahut Flora sambil tersenyum manis.
Sean yang dari tadi memperhatikan penampilan Flora tidak seperti biasanya. Hari ini Flora nampak imut bagi Sean penampilan yang apa ada nya ini justru menarik hati Sean.
" Tenang aja mom, Sean pasti jagain Flo kok, " ucap Sean yang melihat kekhawatiran di wajah Alexa.
" Titip Flo ya Se, " ujar Alexa sambil menuangkan susu untuk mereka semua.
" Flo itu bisa bela diri mom, Flo bisa jaga diri sendiri, " balas Flora dengan wajah dingin.
Semua orang yang ada di meja makan tercengang mendengar ucapan Flora, Flora yang biasanya manja kini telah menghilang menjadi Flora yang dingin seperti Keyzia.
Bahkan kini Keyzia yang sedari tadi senyam senyum terus dengan Kaivan.
" Wait! Apa kalian ketuker jiwa? kenapa sikap dan sifat kalian ketuker? " tanya Kavin kepada Keyzia dan Flora.
Keyzia hanya menggedik kan bahunya, sedangkan Flora langsung bangkit dari tempat duduk lalu berpamitan dengan kedua orang tua nya.
" Flo duluan ya, " ucap nya lalu melenggang pergi dengan tas ransel nya.
Sean pun cepat- cepat meminum susu lalu berpamitan dengan Alexa dan Keenan, lalu ia pun mengejar Flora.
Saat Sean hendak mengeluarkan motornya, ia sudah tidak melindungi Flora dimana pun.
" Kemana Flo ya? cepet banget pergi nya, " gumam Sean lirih.
Karena Flora sudah pergi duluan ia pun melajukan motornya menuju sekolah.Ia lajukan motor nya dengan cepat agar ia cepat bertemu dengan Flora.Entah perasaan apa Sean masih belum menyadari nya kalau kini ia semakin tertarik kepada Flora.
Sesampainya di lapangan parkir sekolah ia melihat Flora turun dari motor sport mom Alexa.Sean tidak percaya dengan apa yang ia lihat, Flora yang biasa nya manja menjadi Flora yang tangguh.
Sean pun memarkirkan motornya lalu berjalan menghampiri Flora, namun langkah nya terhenti saat melihat Darren datang langsung merangkul Flora.
" Waw, keren banget kamu beib.. kamu jadi lebih keliatan dewasa saat bawa motor, " puji Darren sambil mengedipkan sebelah mata nya.
Flora terkekeh, Kiara, Manda, dan Ghea pun menghampiri mereka.
" Iya nih, kita yang jomblo jadi ngiri kan? " sahut Kiara sambil mengerucut kan bibirnya.
" Ayang Kia sama abang Rico aja, " sahut Rico yang baru datang ikut menimpali.
" Wah roman - roman nya ada yang lagi pdkt juga nih, " goda Manda kepada Kiara.
" Asal jangan lupa aja traktir kita ya, ini dua pasangan ini aja belum traktir kita, " goda Ghea menyenggol bahu Flora.
Sean yang melihat hal tersebut hanya bisa mengepalkan tangannya.
" Sean, " panggil Gishele.
Sean pun menoleh ke arah Gishele, sontak Flora dan yang lain pun ikut menoleh ke belakang.
Gishele pun berlari kecil menuju Sean lalu memeluknya.
" Mereka udah jadian ya? " bisik Ghea di telinga Kiara.
Kiara mengangguk dan melirik ke arah Flora. Flora pun berjalan menuju bus yang sudah terparkir di sekolah.Sean pun ikut berjalan menuju bus, dari luar ia melihat Flora duduk sendiri dengan cepat ia masuk ke dalam bus agar bisa duduk didekat Flora.
Namun saat sampai Darren sudah lebih dulu duduk disamping Flora.Sean mendengus kesal ia benar-benar sudah kalah start dari Darren.Gishele pun menarik Sean untuk duduk bersama nya.
Kiara duduk bersama Rico, sedangkan Ghea duduk dengan Manda.Melihat Flora yang diam saja Darren mengeluarkan laptopnya lalu menyetel Film action yang disukai Flora. Manik mata Flora berbinar saat melihat Film yang ia sukai. Mereka pun menonton sepanjang jalan bersama.
Sean yang duduk disamping bangku dekat Flora dan Darren terus memperhatikan tingkah keduanya.Ia bahkan mengacuhkan Gishele yang sedari tadi berbicara dengan nya.
" Se, kamu kenapa sih diem terus? " tanya Gishele kesal karena sedari tadi Sean tidak menanggapi ucapannya.
" Aku lagi pusing, " ucap Sean lalu berusaha memejamkan mata nya.
Perjalanan sangat jauh membuat para siswa siswi tertidur di dalam bus.Sean yang terbangun dari tidurnya menahan emosi saat melihat Flora tertidur di bahu Darren dengan tangan saling berpegangan seperti sepasang kekasih.
" Ini gue kenapa sih? dari kemarin kayak nya nggak suka si Flo deket buaya itu, " batin Sean kesal.
Nino dan Rain yang duduk di kursi belakang Flora dan Darren melihat gelagat Sean yang sedang menahan cemburu.Mereka tersenyum mengejek melihat nya.
" Salah sendiri kan, kemarin nolak mentah-mentah sekarang doi udah ada yang ngembat kepanasan, " bisik Rain kepada Nino.
" Biarin biar tau rasa tuh si Sean, " gumam Nino lirih.
Ghea dan Manda yang duduk di bangku depan Flora hendak berdiri untuk ke toilet yang ada di dalam bus.Namun mereka terhenti saat melihat pemandangan dimana Darren dan Flora tertidur seperti sepasang kekasih yang saling berpegangan tangan.
Ghea pun memfoto mereka berdua, " Mereka cute banget sih, " celetuk Ghea lalu memasukkan kembali ponsel nya dan berjalan menuju toilet bus.
Manik mata Darren menerjap ia tersenyum saat melihat Flora tertidur disamping nya. Tiba-tiba Flora menggeliat lalu memeluk Darren dengan mata tertutup.
Oh astaga Jantung Darren seakan ingin loncat dipeluk oleh Flora.Ghea dan Manda pun sudah kembali dari toilet mereka semakin histeris saat melihat Flora tertidur memeluk Darren.Mungkin Flora mengira Darren guling nya di rumah.
Darren menempel kan telunjuk nya di bibir nya mengisyaratkan agar Ghea dan Manda tidak berisik. Sean semakin panas melihat pemandangan yang menyesakkan dadanya. Seharusnya ia yang berada di sana bukan Darren.
Ghea dan Manda pun kembali ke tempat duduk mereka.Sean yang sudah kepanasan akhirnya lebih memilih ke toilet untuk menyegarkan wajah nya yang sedang menahan marah.
Ingin rasanya ia menarik Darren dan memukul nya yang sudah berani dekat dengan Flora milik nya.