Cheossarang

Cheossarang
Nino dan Manda



Keesokan hari nya Flora pergi ke sekolah bersama Sean dengan mobilnya.Flora nampak cantik dengan rambut yang dicepol ke atas serta poni depannya dan juga headphone yang ia pakai untuk mendengarkan musik sambil bersidekap dada menatap keluar jendela.


Sean yang sedang menyetir hanya bisa memandangi nya dalam diam.Ingin mengajak nya berbicara namun Flora sudah terlebih dahulu menutup kedua telinga nya.


Jalanan pagi ini tidak terlalu padat karena masih pagi.Tiba-tiba Flora melihat seseorang yang ia kenal sedang di bonceng oleh seorang pria.Flora pun membuka headphone yang sedari tadi menutup kedua telinga nya.


" Itu kan Manda. "


" Itu kan Nino. " ucap mereka bersama an.


Flora dan Sean saling memandang, lalu mereka tersenyum.


" Kayak nya gue ketinggalan sesuatu? " ucap Sean.


" Wah mereka jadian nggak bilang- bilang nih. " sahut Flora.


" Tuh yang lain aja gercep banget jadian, masa kita engga. " goda Sean sambil mengerlingkan sebelah mata nya.


" Biarin kayak gini dulu aja Se. " balas Flora lalu kembali memakai headphone nya ia lelah harus mendengar ocehan Sean yang terus saja mengajak nya berpacaran.


Tak lama kemudian mobil Sean sudah memasuki lapangan parkir Adhitama School.


Sebelum Flora turun dari mobil Sean menarik tangan Flora sehingga Flora menoleh ke arah Sean dan..


Cup


Cup


Dua kali Sean mengecup bibir manis Flora, mata Flora membelalak.


Sean tersenyum tanpa dosa, " Walaupun lo nolak terus gue akan terus ngejar lo.I love you. " bisik nya lalu kembali mengecup pipi Flora yang kini langsung merah merona.


Dengan cepat Flora keluar dari mobil Sean, tanpa mereka sadari Gishele sedari tadi memperhatikan mereka.Gishele mengepalkan tangannya, ia merasa Flora telah mengambil Sean dari nya.


Sementara Sean keluar dari mobil dengan senyum yang lebar setelah mendapatkan vitamin nya pagi ini.


Walaupun ia mendapatkan nya dengan mencuri curi namun ia senang bisa merasakan manis nya benda kenyal itu.


Karena masih terlalu pagi Sean,Flora dan kawan-kawan beserta Darren dan Rico kini sedang berkumpul di kantin.


Nampak Manda dan Nino merasa canggung setelah tragedi ciuman kemarin.Tidak seperti biasanya mereka hari ini tidak bertengkar.Menimbulkan kecurigaan dari teman- teman mereka.


" Tumben kalian nggak berantem hari ini? " tanya Rico kepada Manda dan Nino yang kini duduk bersebelahan. Nampak wajah Manda merah merona seperti tersipu malu.


" Apa love war kalian menjadi love line sekarang? " goda Flora.


" Maksud lo Flo? " tanya Kiara.


" Gue liat mereka boncengan tadi kesekolah, pasti terjadi sesuatu kan di antara kalian? " goda Flora kepada Nino dan Manda.


Manda memukul lengan Flora sambil tersipu malu.


" Gue kemarin cuma nolongin dia aja dari preman.Nggak lebih" jawab Nino yang membuat raut wajah Manda berubah kecewa.


" Ah .. ya kemarin gue di kejar- kejar preman Flo. Terus Rain sama Nino bantuin gue, karena gue takut pulang ke kost an jadi gue nginep di apartemen Nino. "jelas Manda.


" Lo nginep di tempat Nino? " tanya Ghea tidak percaya.


" Iya, kalian jangan berpikir yang macem- macem kita tidur di kamar terpisah kok." jawab Manda mencoba tersenyum.


Ghea, Kiara dan Flora pun menganggukkan kepalanya.


" Selama belum ada yang cocok lo nginep di mansion gue aja. " tawar Flora.


Manda pun memeluk para sahabat nya itu, lalu melirik ke arah Nino yang tampak biasa saja setelah kejadian kemarin.Ia salah telah berharap ternyata Nino tidak memiliki perasaan apapun pada nya.


Manda bangkit dari tempat duduk nya, " Gue ke kelas duluan ya.. kayak nya ada tugas yang belum gue selesai in. " ucap nya lalu pergi meninggalkan mereka semua dengan mata yang berkaca - kaca.


Manda berjalan menengadah ke atas menahan agar air mata nya tidak lolos begitu saja.


Rain dan Sean memandang Nino yang hanya diam saja dari tadi.Flora dan yang lainnya ikut menyusul Manda ke kelas.


" Jangan sampe lo nyesel kayak gue Nin. " ucap Sean menepuk bahu sahabat nya lalu pergi meninggalkan teman- teman nya di kantin.


Darren dan Rico pun ikut pergi ke kelas karena sebentar lagi pelajaran di mulai.


Di kelas sedari tadi Manda sedikit murung, Flora teman sebangku Manda merasa ada sesuatu yang terjadi antara Nino dan Manda..


" Man, serius lo nggak mau cerita sama gue? " tanya Flora sedikit memerankan suara nya.Flora pikir Manda tidak mau memberitahu kan kepada siapapun masalah nya.


Manda menggelengkan kepalanya, " Gue nggak apa- apa Flo. " bohong Manda.


Flora pun menghela nafas kasar.Mereka pun melanjutkan tugas yang diberikan guru hari itu.


Saat jam istirahat Kiara, Ghea dan Flora mengajak Manda ke kantin. Namun Manda tiba-tiba ingin tidur di kelas karena semalam sepulang dari kafe ia kurang tidur.


Flora dan yang lainnya pun pergi ke kantin meninggalkan Manda yang langsung rebahan didua kursi yang dijadikan satu dengan berbantalkan tas gendong nya.


Sementara di kantin semuanya sudah berkumpul dan memesan makanan dan minuman.Seperti biasa Darren, Sean dan Flora selalu memesan makanan yang sama.Entah mengapa kini mereka memiliki selera yang sama.


Kiara dan Rico semakin romantis setiap hari nya.


" Si Manda kemana? kenapa nggak ikut makan? " tanya Rain kepada Ghea.


" Ngantuk kata nya semalem kurang tidur. " jawab Ghea.


" Nanti kita bawain makanan buat dia, pasti dia laper. " sahut Flora sambil mencomot cilok milik Darren.


Nino pun bangkit dari tempat duduk nya lalu pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.Sebelum nya ia membelikan makanan dan minuman untuk Manda.


Nino melangkah kan kaki nya menuju kelas Manda, namun langkah nya terhenti saat melihat Manda sedang tertawa dengan Jerry teman sekelasnya.


Di meja Manda pun sudah ada makanan dan minuman yang sepertinya di bawa oleh pria itu.


Nino pun membuang makanan dan minuman itu ke dalam tempat sampah.Lalu ia kembali berjalan meninggalkan kelas Manda dengan kesal.


Nino cemburu melihat kedekatan Manda dan Jerry, namun entah mengapa rasanya sulit sekali mengungkap kan nya.


Ia mengingat ucapan Sean yang memperingati nya.Nino kembali mengingat ciuman nya dengan Manda kemarin. Ia menendang apa saja yang ada dihadapan nya untuk meluapkan kekesalannya.


Ingin marah namun ia bukan siapa-siapa nya Manda. Bahkan tadi secara tidak langsung ia mengatakan tidak terjadi apapun pada nya dan Manda.Rasa gengsi nya kini bahkan mengalahkan rasa cintanya.


...........


Jangan lupa tinggal kan jejak like komen dan vote nya ya sista..


saranghae 😘🥰😍