
Sudah satu minggu para siswa peserta theater sekolah mengikuti latihan sepulang sekolah.Sean yang posesif sering kali membuat Flora dan Adit gagal membangun chemistry.Para panitia pun geram dengan tingkah laku si ketua OSIS itu.
" Profesional dong Se, lo liat kakak sutradara udah membuang banyak waktu nya untuk acara theater ini.Kalau gagal terus sekolah kita nggak akan jadi direkomendasikan sama dia. " jelas Dinda anggota OSIS yang menjadi salah satu panitia.
" Iya, lo juga jangan ngerusak bakat yang dimiliki Flora karena sikap cemburu dan posesif lo.Biar kan dia berkembang menunjukkan mimpi nya. " seloroh Rico.
Sean terdiam sejenak, semua yang diucapkan para temannya itu ada benar nya.Sean terlalu berlebihan membatasi gerak gerik Flora karena rasa cemburu nya itu.Namun entah mengapa sangat sulit untuk mencoba bersikap biasa saja.Padahal ia sudah tahu pasti cinta Flora hanya untuk dia seorang.Andai saja Flora menjadi istri nya ia tidak akan membiarkan Flora dipandang dan didekati pria mana pun.Egois memang, bagi nya Flora hanya milik Sean seorang.
Tapi kini ia akan berusaha berfikir realistis ia tidak boleh terlalu mengekang Flora.Ia harus membiarkan Flora mengekspresikan bakat nya, ia harus mendukung apa yang disukai oleh calon istri nya itu.
" Iya iya gue akan coba profesional. " ucap Sean.
Flora dan Adit pun memulai latihan drama kembali.Drama musikal ini berjudul Swan Lake yang menceritakan Pangeran Siegfried dan seorang puteri angsa yang cantik bernama Odette. Di bawah mantra seorang dukun, Odette menghabiskan hari-harinya sebagai angsa yang berenang di danau air mata dan malam-malamnya dalam bentuk manusia yang indah.
Flora menarikan tarian balet dengan sangat indah dan kaki nya yang lentur mulai berjinjit dan berputar mengikuti musik yang berputar.
Dalam cerita itu pasangan itu dengan cepat jatuh cinta. Seperti dalam kebanyakan dongeng, hal-hal tidak semudah itu dan sang dukun memiliki lebih banyak trik untuk dimainkan. Itu membawa Odile, putrinya, ke dalam gambar. Kebingungan, pengampunan, dan akhir yang bahagia dengan Siegfried dan Odette bersama-sama selamanya melengkapi balet.
Para pemeran pendukung pun ikut bernyanyi dan menari bersama Adit dan Flora di dalam aula.Sutradara Kent sangat takjub oleh bakat para pemain drama theater ini, ia berharap hasilnya akan memuaskan saat pentas nanti.
" Wah kamu keren banget Flo. " puji Adit saat latihan telah selesai.
" Kamu juga keren kok dit. " ucap Flora sungkan.
" Pulang nanti mau makan bareng nggak di kafe depan. " ajak Adit lalu tersenyum manis.
" Aku ada janji sama Sean dit, maaf ya. " tolak Flora lalu tersenyum.
Adit tersenyum kecut, baru pertama kali ia ditolak seperti ini.Ternyata mendapatkan Flora sangat lah sulit, bukan karena Sean yang selalu protektif menjaga nya namun karena hati Flora pun tak tergoyahkan.
" Oke nggak apa- apa kok. " ucap Adit mencoba untuk tetap tersenyum walaupun sebenarnya ia sangat kecewa.
" Kita mau kok dit. " ucap Ghea, Manda, Kiara dan Rachel yang baru saja datang menghampiri mereka.
" Wah aku takut sama pawang- pawang nya kalian. " ledek Adit kepada para gadis yang menatap nya penuh damba.
" Giliran sama Sean lo nggak ada takut- takut nya dit" cibir Rachel.
Baru beberapa langkah mereka keluar dari ruang aula mereka sudah disuguhkan dengan wajah horor dari para pacar mereka.Hanya Rachel yang merasa aman karena hanya dia yang tidak memiliki kekasih.
Belum sempat mereka berbicara para pacar mereka menarik mereka untuk pergi meninggalkan aula satu persatu.Termasuk Sean yang membawa Flora sambil tersenyum tidak seperti biasanya.
Rachel menghembuskan nafas lega, ia meregangkan tangan nya ke atas." Wah senang nya ternyata ada faedah nya gue masih jomblo. " ucap Rachel kepada Adit yang masih berdiri disamping nya.
" Yakin lo jomblo? " tanya Adit saat melihat satu lagi pria yang kini berjalan ke arah nya dan Rachel dengan tatapan tajam.
" Iya lah, jadi cha eunwoo oppa kuy kita makan seblak di depan sekolah. " ajak Rachel sambil tersenyum manis kepada Adit yang ia rasa mirip cha eunwoo itu.
Namun saat ia hendak menarik tangan Adit ia terlebih dahulu sudah ditarik paksa oleh Darren.
Darren membawa Rachel masuk kedalam mobilnya, ia menutup pintu mobil dengan kencang membuat Rachel terlonjak kaget dibuatnya.
Darren memutari mobilnya lalu duduk di kursi kemudi, ia menyalakan mobil setelah menutup pintu mobil.
" Lo kenapa sih marah- marah nggak jelas. " tukas Rachel seraya melipat kedua tangan nya di depan dada sambil mengerucutkan bibirnya.
Darren tidak menjawab pertanyaan Rachel, dengan cepat ia melajukan mobilnya membelah jalanan kota.
" Lo kenapa sih Darren? lo narik gue ikut sama lo, tapi dari tadi lo cuekin gue.Tau gitu gue tadi makan seblak aja bareng Adit, omo cha eunwoo oppa. " ucap Rachel kecentilan.
Darren berdecak sebal, ia melirik sinis ke arah Rachel yang sedang senyam senyum sendiri.
" Cha eunwoo apa nya biasa aja tuh nggak ada mirip nya. " cibir Darren.
" Lo kenapa sih marah- marah mulu dari tadi. " sentak Rachel.
" Lo ngapain deket- deket sama ade kelas lo, mana ada ade kelas dipanggil oppa oppa nggak jelas gitu geje lo. " bentak Darren ketus.
" Iya terus kenapa kalau gue deketin dia? gue kan masih jomblo Darren nggak apa atuh gue deketin dia siapa tau jodoh. " jawab Rachel yang tidak sadar kalau pria disamping nya sedang terbakar api cemburu saat ini.
" Gue cemburu Rachel, gue cemburu. " batin Darren.
" Pokoknya nggak ada tuh kecentilan sama ade kelas, kayak nggak ada cowok lagi aja di kelas kita. " ucap Darren sedikit gugup.
" Contohnya siapa? elo? " ucap Rachel lalu terkekeh setelahnya.
Darren diam tidak bergeming ia saat ini pura- pura fokus pada jalanan di depannya.
" Gue pikir lo cemburu ren. " batin Rachel.
" Ini kita mau kemana sih? gue pengen makan seblak. " rengek Rachel.
" Iya nanti kita mampir beli seblak di depan. " ucap Darren.
"'Ogah ama lu ah, elu selalu larang gue makan pedes nanti.Lo bawel soalnya bawel nya ngalahin ibu- ibu komplek yang sering gibah. " celetuk Rachel.
" Lo tuh punya maag Rachel, gue ngelarang lo buat kesehatan lo juga. " kilah Darren.
" Tapi nggak asyik kalau nggak pedes. " rengek Rachel lagi.
" Oke buat kali ini aja, tapi nggak boleh banyak- banyak. " ancam Darren.
Rachel langsung tersenyum selebar mungkin. Tak lama kemudian mereka turun di depan tempat orang berjualan seblak di jalan.
....
Jangan lupa laik komen dan vote nya bestie..