
Di lapangan olahraga semua siswa di kelas Flora memulai kegiatannya.Flora yang pandai bermain basket dengan lihai nya mendrible lalu melemparkan bola nya ke ring basket.Semua siswa terpesona melihat Flora yang serba bisa. Selain wajah nya yang cantik ia pun multi talenta.
Sean yang selesai dari gudang melewati lapangan olahraga. Ia pun memperhatikan wajah cantik Flora yang sedang tertawa senang dengan para temannya saat bermain basket.
Banyak hal yang Sean tidak tahu mengenai Flora saking terlalu cuek nya dia dahulu terhadap Flora.Ia sangat menyesal terlambat menyadari perasaan nya terhadap Flora.Andai saja dulu ia tidak gengsi dan mengakui perasaan nya mungkin saat ini mereka sudah berpacaran.
" Cakep bener ya?" goda Nino yang baru saja menghampiri Sean.
Sean mengangguk tanpa sadar ada Nino di samping nya.
" Nyesel ya nggak dari dulu di jadiin pacar? " tanya Nipara no lagi.
Sean kembali mengangguk masih setia menatap Flora yang masih asyik bermain basket.
" Mampus lo. " sarkas Nino lagi.
Sean auto menoleh ke arah Nino lalu memukul lengan Nino " Sialan lo nyet. " ketus Sean.
Sean dan Nino pun kembali ke kelas mereka,sementara Flora hanya bisa melihat punggung Sean yang semakin lama menghilang dari pandangan nya.
" Cie yang lagi cp cp. " goda Kiara. Diantara para sahabat Flora hanya Kiara yang mendukung Flora dengan Sean.
Sebenarnya Manda dan Ghea pun tidak mempermasalahkan dengan siapa Flora nantinya. Hanya saja mereka jengah saat melihat Flora yang terus menerus berjuang sendirian.
" Apa itu cp cp? " tanya Flora mengernyitkan kening nya.
" Curi pandang cari perhatian ayee. " bisik Kiara menggoda sahabatnya itu.
Wajah Flora kini memerah oleh ocehan Kiara.Mereka kembali dengan aktifitas olahraga nya.
Saat pulang sekolah motor yang di gunakan Sean tiba-tiba ban nya kempes.Sean turun dari motornya lalu ia mendengus kesal saat melihat ban motor nya kempes.Tiba-tiba segerombolan preman datang menghampiri Sean.
" Wah kayak nya dia anak orang kaya" ucap salah stu preman saat melihat Sean dari atas ke bawah.
Posisi Sean saat itu berada di jalan yang sepi sehingga tidak ada yang membantunya.Para preman itu mencengkram kerah baju Sean.
" Cepetan serahin HP sama semua duit lo, sekalian kunci motor bagus lo juga. " bentak si preman botak.
Sean tersenyum mengejek, " Nggak ada kerjaan yang lebih bagus apa pak selain ngebegal?" jawab Sean santai.
Preman itu pun melayang kan bogeman mentah ke arah wajah Sean namun Sean berhasil menangis nya.
Kini mereka sedang adu jotos di jalanan sepi itu.Karena lawan Sean banyak tentu nya Sean kewalahan dan hampir kalah.
" Sialan wajah ganteng gue kena tabok. " ucap Sean seraya mengusap sudut bibir nya yang sedikit berdarah.
Tiba-tiba datang dua motor sport menghampiri mereka.Mereka melihat Sean sedang di keroyok, saat si preman hendak menendang Sean yang sudah terbaring di trotoar sebuah tendangan berhasil menghalangi nya.
Si preman tersenyum remeh saat melihat ternyata Flora yang menghalangi nya.
" Hey cantik, kalau anak cantik nggak boleh berantem. " ucap si preman itu.
Dengan sigap Flora menendang balik si preman itu. Darren pun membantu Sean untuk berdiri.Ketiga nya melawan para preman itu.
Bagaikan di film action ketiga nya kompak menghajar para preman itu.
" Wow.. mantan gue keren bener. " puji Darren sambil memukul satu preman.
" Calon bini gue. " ucap Sean yang sedang memelintir tangan salah satu preman.
" Aduh kalian malah ribut, mending buat gue aja. " ucap preman botak.
Keduanya memukul pria botak itu bersama an. " Enak aja" . ucap mereka lalu bertos ria seolah mereka melupakan kalau mereka rival.
Para preman pun menyerah mereka berlari terbirit-birit meninggalkan mereka bertiga.
" Waw kalian akur banget kan keren tuh. " ucap Flora merangkul mereka kiri dan kanan.
Keduanya sama-sama memalingkan wajahnya.Flora tersenyum senang lalu mengajak mereka berselfie.
Dengan posisi Darren dan Sean di depan.
" Kuy traktir gue makan cilok, kalian tadi udah janji kan. " ucap Flora menggandeng keduanya kanan dan kiri.
Ketiga nya kembali ke motor masing-masing dan melajukan motor mereka meninggalkan tempat itu.
Sementara Nino dan Rain kini sedang asyik berkompetisi dengan Manda dan Ghea bermain dance di pusat bermain di mall.
Kaki mereka dengan lincah mengikuti panah panah petunjuk yang ada di layar depan.Tak lama kemudian tim Manda dan Ghea memenangkan kompetisi nya.
" Sesuai janji kalian, kalian harus jadi asisten kita oke. " ucap Manda sambil bersidekap dada.
Nino mendengus kesal, " Kalian maen curang nih. " protes nya.
" Curang dari mana nya coba, udah kalau kalah kalah aja nggak usah ngelak. " ketus Manda menatap tajam ke arah Nino.
Keduanya saling menatap dengan tatapan menghunus.
" Ish kalian ini nggak boleh saling benci, nanti jadi saling cinta lho. " goda Ghea terkekeh.
" Idih najis. " ucap keduanya sambil memalingkan wajahnya.
" Tuh kan kompakan. " sahut Rain ikut menggoda mereka.
" Pokoknya gue nggak mau jadi pesuruh mereka. " ujar Nino merenggut.
Rain menepuk bahu Nino pelan, " Laki-laki harus bisa memegang janji nya bro. "
" Wah Rain, lo bukan nya ganteng aja tapi pengertian juga. " puji Ghea.
" Berarti lo suka sama gue dong, Ghe? " goda Rain yang memang sudah mengincar Ghea sejak lama.
" Enggak juga. " jawab Ghea singkat. Sehingga membuat Manda dan Nino tertawa mendengar nya.
" Lo di tolak bro. " ejek Nino terkekeh.
" Sialan lo. " ketus Rain. " Yang penting gue ada usaha. " lanjut nya lagi.
" Yaudah mending kita makan aja sekarang. " ajak Manda lalu mengambil tas sekolah nya yang ditaruh di dekat tempat mereka bermain.
" Kuy. " ucap Ghea setuju lalu ikut mengekori Manda yang sudah jalan terlebih dahulu.
Nino dan Rain pun ikut menyusul setelah mengambil ransel mereka.
" Si Kiara kemana nggak ikut sama kalian? " tanya Rain.
" Dia baru jadian sama kak Rico, jadi dari kemaren nempel mulu mereka. " jawab Manda santai.
" Kalian sama Rico mangil kak, giliran sama gue manggil lo gue. " protes Nino.
" Males, abis lo ngeselin. " ketus Manda mencebik.
Kini mereka sudah sampai di tempat makanan cepat saji mereka melihat Sean, Darren dan juga Flora disana. Keempat nya memesan makanan lalu ikut bergabung dengan mereka.
" Kalian bisa barengan lagi double date ya? " tanya Flora kepada mereka berempat.
" Mana ada gitu? " protes Manda.
" Iya gue juga nggak tertarik sama dia. " ketus Nino.
" Jarak benci sama cinta beda dikit lo. " ucap Darren ikut menimpali.
" Big no. " sentak Nino dan Manda bersama an.
" Wes.. selow aja keles kalian ngegas aja bisa kompakan gitu. " ejek Sean lalu meminum minuman soda nya.
Keduanya memalingkan wajahnya bersamaan.Mereka pun melanjutkan makan siang bersama.