
Bus para siswa baru dan anggota OSIS sudah sampai di Buperta Cibubur.Sean dan Darren dan anggota OSIS lainnya sibuk memberi pengarahan kepada para siswa peserta orientasi.Terlihat tenda- tenda sudah berdiri kokoh, para siswa pun sudah berbaris mengikuti instruksi.
Pandangan mata Sean tertuju kepada sosok cantik dan imut Flora.Flora yang merasa terus dilihati langsung memalingkan wajah nya saat pandangan mereka bertemu.Nino dan Rain yang melihat itu hanya terkekeh seolah mengejek Sean.
Setelah selesai memberi pengarahan Darren menghampiri Flora.
" Aku mau siapin acara nanti malem, kamu kalau butuh apa- apa hubungi aku aja ya beib, " ucap Darren lalu mengusap puncak kepala Flora dengan lembut.
" Aduh meleleh hati dede bang liat nya, " pekik Manda lebay.
" Hooh kalian sweet banget sih! " goda Kiara.
" Apaan sih kalian, " Flora mencubit kedua sahabat gesrek nya itu.
" Nggak apa- apa nggak usah malu gitu, ini aku tadi beliin kamu cemilan. Kalau soal makan nanti udah disediain sama panitia jadi sementara ngemil dulu aja, " jelas Darren lalu memberikan satu kantong paper bagian berisi banyak minuman dingin dan cemilan.
" Kapan aku punya cowok kayak kak Darren, " keluh Ghea merenggut.
" Makasih ya kak, maaf gue ngerepotin, " ucap Flora malu.
" Nggak apa- apa buat calon pacar, " ucap nya lalu mengedipkan sebelah mata nya.
" Cie cie cie.., " goda mereka bertiga serempak.
Kegaduhan itu mengundang perhatian Sean yang sedari tadi memperhatikan ia merasa kesal melihat Darren terus saja bersama Flora.
" Aku kesana dulu ya, " pamit Darren.
" Hmm, " Ucap Flora lalu tersenyum, Darren pun berlari kecil menghampiri para panitia acara.
Mereka berempat berjalan menuju tenda mereka.
" Itu baru nama nya calon suami panutan Flo, " tutur Ghea.
" Iya udah lo terima aja sih Darren daripada berharap sama yang nggak pasti, " sahut Manda.
" Gue udah menghempaskan perasaan gue sama dia dari kemaren, " balas Flora saat mereka sudah masuk kedalam tenda.
" Wah serius lo, akhirnya . Semoga lo dapet yang lebih baik dari Sean ya Flo, " ucap Kiara tulus.
" Makasih ya, kalian selalu ngehibur gue saat gue galau, " ucap Flora memandang kearah tiga sahabat nya itu.
Mereka pun kompak memeluk Flora.
" Eh ya nanti malem ada di acara puncak lo mau nyanyi nggak? " tanya Ghea.
" Liat nanti aja, " jawab Flora santai.
Hari ini Darren dan Sean sangat sibuk mempersiapkan acara malam puncak. Para siswa yang lain mengikuti kegiatan lainnya berkeliling untuk mengenal alam.
Malam nya suasana Buperta Cibubur sangat ramai, para siswa dan kakak kelas mereka bercengkrama dan saling bertukar cerita.
Acara puncak pun kini dimulai, tak lupa sambutan dari kepala sekolah, ketua OSIS Sean dan Darren wakil nya.Setelah itu para siswa menunjukkan bakat mereka masing-masing. Ada yang dance, bernyanyi atau bermain opera.
Kini giliran Flora yang didorong oleh teman- temannya untuk bernyanyi.
Flora duduk sambil memainkan gitar, jari jemari lentik nya dengan lincah memetik senar gitar alunan musik pun mengiringi lagu yang ia bawakan.
Mungkin
Aku bisa bercinta dengan kamu
Kendati kata-katamu selalu
Menusuk jantung
Melukaiku
Mungkin
Kumau memaafkanmu kembali
Demi cinta yang ada di hatiku
Meloloskanmu
Dari kata pisah
Mungkin sang fajar
Dan sayap-sayap burung patah
Menyaksikan kita berseteru
Selalu tak pernah damai
Terlalu kuat dan menutupi
Jiwa yang dendam akan kerasmu
Sehingga kita bersama
Mungkin
Mungkin
Kumau memaafkanmu kembali
Demi cinta yang ada di hatiku
Meloloskanmu
Dari kata pisah
Mungkin
Mungkin
Kumau memaafkanmu kembali
Demi cinta yang ada di hatiku
Meloloskanmu
Dari kata pisah
Mungkin sang fajar
Dan sayap-sayap burung patah
Menyaksikan kita berseteru
Selalu tak pernah damai
Terlalu kuat dan menutupi
Jiwa yang dendam akan kerasmu
Sehingga kita bersama
Terlalu kuat dan menutupi
Jiwa yang dendam akan kerasmu
Sehingga kita bersama
Mungkin
Suara indah Flora membuat semua orang terhanyut.Sean yang baru menyadari banyak hal spesial yang tidak ia ketahui tentang Flora semakin menyesal.Flora yang ia anggap seperti adik nya sendiri, Flora yang selalu ia tolak cintanya, Flora yang selalu ia lontarkan kata- kata pedas setiap hari nya. Ternyata sosok gadis berjuta pesona.
Semua bertepuk tangan setelah Flora selesai bernyanyi.
Flora pun kembali duduk bersama teman-teman nya, kini giliran Darren yang bernyanyi dengan gitar di tangan nya.
" Lagu ini untuk gadis cantik di sana, " ucap Darren sambil menunujk ke arah Flora.
" Cie cie.." goda semua siswa serempak mereka semua tahu kalau Darren dan Flora sedang dekat.
Darren pun mulai bernyanyi sambil bermain gitar.
Aku suka dia
Tapi ku tak tahu untuk
Bilang kepadanya jika aku suka
Jatuh cinta kepadanya
Dia cinta yang pertama
Dia yang bisa membuat aku
Merasa deg-degan, berdebar di dada
Diam saat mengingatnya
Bulan, tolong katakan
Bintang, bantu bisikkan
Kepada dirinya
Kalau aku mau jadi kekasihnya, oh
Aku yakin diriku
Nanti pasti membuatnya
Suka kepadaku, cinta kepadaku
Dan kita akan jadian
Bulan, tolong katakan
Bintang, bantu bisikkan
Kepada dirinya
Kalau aku mau jadi kekasihnya, oh
Bulan, tolong katakan
Bintang, bantu bisikkan
Kepada dirinya
Kalau aku mau jadi kekasihnya, oh
Bulan, tolong katakan
Bintang, bantu bisikkan
Kepada dirinya
Kalau aku mau jadi kekasihnya, oh-oh
Di bait terakhir Darren berjalan membawa Flora ke tengah api unggun. Awalnya Flora menolak namun teman-teman gesreknya mendorong Flora untuk ikut dengan Darren.
Selesai Darren bernyanyi ia kini bersimpuh didepan Flora. " Mungkin kemarin kamu nyangka aku bercanda, tapi hari ini di hadapan semua orang aku mau ungkapin isi hati aku sama kamu Flo. Aku cinta sama kamu dari pandangan pertama. Kamu yang pertama kali buat aku berdebar debar kek gini. Please jangan tolak aku lagi? aku beneran serius sama kamu, jadi mau ya kamu jadi pacar aku?, " ucap Darren panjang lebar.
" Terima.. Terima. Terima.., "teriak para siswa lain nya mendukung mereka jadian.
Sean mengepal kan tangannya, rahangnya mengeras ia kini sedang di landa emosi melihat pemandangan menyesakkan dada nya.
Flora pun mengangguk ia akn mencoba membuka hati nya untuk Darren.Ia benar-benar akan menghilangkan Sean di hatinya.Sean semakin marah saat melihat Flora mau menjadi pacar Darren.Terlebih sekarang Darren memeluk nya dengan mesra.
Sean berlari meninggalkan acara, Nino dan Rain yang melihat Sean sedang emosi mengikutinya.Terlihat oleh mereka Sean kini sedang memukuli pohon di sana.Bahkan kini darah segar bercucuran dari tangan Sean.
Rain dan Nino dengan cepat menghampiri Sean.
" Brengsek.. brengseek, " teriak nya emosi masih memukuli pohon dengan keras.
" Stop Se, stop, " teriak Nino menahan lengan Sean yang akan memukul pohon lagi.
" Lo udah terluka, Se, " ujar Rain menarik Sean menjauh dari pohon itu.
" Ini belum seberapa dengan sakit di hati gue, " ucap nya kesal.
Rain tersenyum mengejek, " Terus gimana perasaan Flo saat dia tau lo jadian sama Gishele? " tanya Rain kesal dengan kebodohan sahabat nya itu.
Deg!!
" Ini semua salah lo sendiri, lo yang berkali-kali nolak dia. Sekarang dia dimiliki cowok lain lo nggak terima, " protes Nino ikut kesal.
Mereka pun akhirnya meninggalkan Sean yang sedang menyesali kebodohannya. Ia yang selalu menyakiti Flora, ia yang selalu menolak nya.Namun kini marah saat Flora bersama pria lain, bukan kah ini yang ia inginkan.Namun kenapa hati nya merasa tidak rela. Sean mengacak-acak rambutnya frustasi.