
Semenjak kejadian itu Kiara dan Rico resmi balikan, sebenarnya Rico ingin marah kepada Nino dan Rain karena menjebak mereka.Namun berkat mereka kini Ia dan Kiara kembali menjalin hubungan.Sesuai saran dari para sahabat nya dua usaha wedding organizer mereka gabungkan. Dengan Kiara yang menjadi make up artis dan Rico yang menjadi fotografer, bahkan kini mereka sudah memiliki banyak karyawan.Usaha mereka banyak di sukai para pelanggan sehingga mereka kini menjadi terkenal.
Di LA di apartemen Adit,Feronica kini sedang membuat script breakdown dan shooting schedule .Tiba-tiba Adit datang membawa minuman untuk nya.Feronica mendongak lalu menerima minuman itu.
" Thanks ya. " ucap Feronica lalu kembali fokus pada pekerjaan nya.
" Semalem kamu udah lembur, biar aku kerjain nanti. " saut Adit.
" Nggak apa, kita harus kejar deadline soal nya. " jawab Feronica lalu meminum minuman nya.
Tiba-tiba Adit mendekatkan wajah nya dengan wajah Feronica, mata nya tertuju pada layar monitor di depan.Lain halnya dengan Adit, Feronica di buat gagal fokus oleh pria yang mirip dengan cha eunwoo itu. Jantung Feronica mendadak berdetak lebih cepat, jantung nya seperti berlari marathon ingin memeluk pria di depannya itu.
Oh astaga Feronica mengusap wajahnya kasar, ia harus cepat pulang sebelum ia terkena penyakit lainnya apabila berdekatan seperti ini dengan Adit.
Feronica mengirimkan pesan kepada Fernando sang kakak untuk menjemput nya.Beberapa hari lalu Fernando berhasil menemukan keberadaan Feronica. Namun Feronica masih enggan untuk ikut pulang ke London karena ia sudah terikat kontrak kerja dengan Adit. Entah karena kontrak atau karena hal lainnya rasa nya ia enggan meninggalkan Los Angeles.
" Dit, aku pulang dulu ya. " pamit Feronica saat mendapatkan balasan dari kakak nya yang kebetulan berada di dekat apartemen Adit.
" Mau aku antar? " tawar Adit.
" Nggak usah, aku udah di jemput. " tolak Feronica sopan.
Deg
Dijemput? apa Feronica memiliki kekasih lagi? pikir Adit.Adit pun mengantar Feronica sampai keluar lobby apartemen.Ia penasaran siapa pria yang menjemput Feronica.
" Bye. " ucap Feronica pada Adit sambil melambaikan tangannya.
Adit pun membalas melambaikan tangannya lalu tersenyum, senyum nya memudar saat melihat sebuah mobil mewah berhenti di dekat mereka.Turun seorang pria tampan berwajah bule menghampiri Feronica lalu memeluknya, Feronica pun tersenyum kepada pria itu. Pria itu membukakan pintu untuk Feronica. Feronica pun masuk kedalam mobil. Pria itu pun masuk ke dalam mobil setelah memastikan Feronica aman. Mobil itu melaju meninggalkan Adit yang masih termenung dengan hati yang entah seperti apa.
Entah mengapa Adit merasa sakit melihat Feronica pergi bersama pria lain? apakah Adit memiliki perasaan kepada Feronica? lalu harus kah ia kembali patah hati seperti sebelumnya.Melihat pria yang bersama Feronica bukan pria sembarangan.
Keesokan hari nya di lokasi Feronica datang sedikit terlambat ke lokasi syuting. Adit nampak marah saat Feronica baru saja datang, yang membuat Adit semakin kesal adalah saat ia melihat pria yang mengantarkan Feronica adalah pria yang semalam.Apakah pria itu bermalam dengan Feronica?
Sepanjang hari ini Adit terus menerus memarahi Feronica, apapun yang di lakukan Feronica salah di mata Adit.Sehingga para kru lainnya pun merasa aneh dengan sutradara mereka yang tidak biasanya seperti ini.
Feronica masuk kedalam ruangan Adit saat melihat pria itu masuk kedalam.Dengan cepat ia mengunci pintu ruangan, ia tahu Adit pasti akan menghindari nya oleh karena itu ia mengunci ruangan Adit.
" Kamu kenapa sih seharian ini marah - marah nggak jelas sama aku? aku salah apa? " tanya Feronica masih tidak paham dengan sikap Adit..
" Ini semua berantakan karena kamu datang terlambat, maka nya jangan pacaran terus jadi nggak profesional kan. " ketus Adit sambil membuang muka.
Feronica terkekeh mendengar ucapan Adit yang terdengar seperti orang yang sedang cemburu.
Ia membalikkan tubuh Adit, ia lalu menatap wajah pria yang kini masih enggan menatap nya.
" Kau ini sedang marah kepada asisten mu? atau sedang cemburu tuan sutradara? " tanya Feronica sengaja menggoda Adit.
" Si_ siapa yang cemburu? " elak Adit.
" Tidak.. tidak bisa hari ini kau banyak perkerjaan gara - gara datang terlambat. " kilah Adit gugup.
Feronica mendekati wajah Adit lalu ia mengecup bibir pria itu.
Cup
" Kalau cemburu bilang jangan gengsi. " ledek Feronica.
Adit yang mendapat kan lampu hijau langsung menarik tengkuk Feronica. Ia kembali mencium bibir Feronica, memperdalam ciumannya. Keduanya berciuman dengan tangan yang sudah bergerilya kemana - mana.
" Iya aku cemburu, puas. " ucap Adit disela ciumannya. Adit kembali mencium Feronica dengan penuh gairah. Tangan Adit bahkan sudah masuk menelunsup ke dalam balik blouse yang dikenakan Feronica.
Untung nya saat ini waktu nya makan siang sehingga tidak ada yang mengetahui apa yang dilakukan sutradara dan asisten nya kini di dalam ruangan.
Adit kini mulai merapikan pakaian Feronica yang acak - acakan karena ulah nya. Ia masih bisa menahan hasrat nya, ia tidak ingin melakukan hal itu sebelum menikah. Feronica semakin kagum kepada Adit yang tidak ingin bercinta sebelum menikah.Padahal tadi keduanya sudah sama - sama bergairah dan hampir saja mereka melakukan nya di dalam ruangan Adit. Namun setan ternyata tidak berhasil menggoda Adit, nyata nya Adit berhenti ia lebih memilih menuntaskan nya sendiri.
" Pria semalam itu kakak ku, aku baru bertemu kembali dengan nya beberapa hari yang lalu. " jelas Feronica kepada Adit yang kini sedang memeluk nya dari belakang.
Adit merasa malu, ia cemburu kepada kakak Feronica. Tak lama kemudian kurir yang membawa makanan datang mengantarkan pesanan mereka.
" Maafkan aku dari pagi marah - marah pada mu. " ucap Adit saat Feronica sedang mempersiapkan makanan mereka.
" Tidak apa, semua sudah berlalu. Sekarang aku jadi tahu perasaan mu pada ku. " saut Feronica lalu menyuapi Adit.
" Aku memiliki dua kakak laki-laki, Fernando dan Fero McKenzie. " lanjut Feronica lagi bercerita.
" Bukannya keluarga McKenzie keluarga bangsawan Inggris? lalu kenapa kau bekerja? " tanya Adit selidik.
" Aku ikut kabur dengan ibuku ke sini, aku bahkan hingga kini belum bertemu dengan daddy setelah mengetahui keberadaan nya. " jelas Feronica.
" Kenapa? " tanya Adit lagi.
" Aku masih ingin bersamamu. " jawab Feronica lalu kembali mencium bibir Adit.
" Bagaimana kalau kita menikah saja. " ucap Adit saat ciuman mereka terlepas.
" Kita bisa bicarakan ini nanti dengan kak Fernando, " ucap Feronica lalu kembali memakan makannya.
" Baiklah sayang. " jawab Adit mengulas senyum.
Keduanya kembali makan sambil sesekali bercerita tentang masing-masing keluarga nya.
........
Jangan lupa like komen dan vote ya..