
Sudah seminggu ini para siswa telah melewati ujian akhir semester.Para pemain theater sekolah pun sudah mulai gladi resik untuk acara pentas besok hari yang akan di adakan di gedung aula sekolah.Para sponsor acara pun sudah mulai mendanai acara yang akan di adakan besok sejak awal.Panggung pentas pun sudah di hias serapi mungkin.Kegugupan kini dialami para pemain terutama pemeran utama Flora dan Rachel.Kini mereka semua sedang berkumpul di kantin seperti biasa.
" Gue nervous banget nih. " ucap Flora sambil menaruh wajah nya di atas meja, Sean pun melakukan hal yang sama sambil menatap kekasih hati nya itu.
" Semangat sayang. " ucap Sean seraya tersenyum manis kepadanya.
" Aku bener- bener nervous. " ucap Flora.
" Aku percaya kamu pasti bisa. " ucap Sean sambil mengusap pucuk kepala Flora.Flora pun tersenyum manis memandang wajah tampan Sean.
Rachel yang melihat keuwuan mereka hanya mendengus kesal begini lah nasib nya menjadi jomblo tidak memiliki sandaran saa ini.
Manda dan Kiara pun sama hal nya dengan Flora dan Rachel mereka gugup menghadapi hari esok.Karena acara ini akan di liput banyak awak media oleh karena itu mereka tidak boleh melakukan kesalahan sekali pun.
" Aku takut melakukan kesalahan. " ucap Manda sambil mengerucutkan bibir nya.
Nino menangkup wajah Manda dengan kedua tangannya, " Aku percaya kamu pasti bisa beib. " ucap Nino menyemangati kekasih nya itu.
Manda terharu mendengar ucapan Nino, hati nya mendadak melehoy. " Uuhh makasih kamu udah dukung aku. " ucap Manda dengan Nanda manja lalu memeluk Nino.Nino pun mengelus punggung Manda dengan lembut.
Sama hal nya dengan Nino dan Manda Rico pun memberikan dukungan kepada Kiara yang akan berperan menjadi penyihir jahat di dalam cerita itu.
" Aku tuh nggak bisa berperan jahat tau nggak, hati aku terlalu lembut untuk menyakiti orang lain. " protes Kiara.
" Kamu pasti bisa baby, percaya sama aku. " balas Rico sambil menggenggam tangan Kiara yang masih mengerucutkan bibirnya.
Sudut bibir Kiara kini sedikit terangkat membentuk senyuman. " Makasih yah ayang aku emang the best. " ucap Kiara tersenyum manis kepada Rico.
Berbeda dengan Kiara dan Manda, Ghea dan Rain justru sibuk makan bersama saling menyuapi.
" Lo nyantai banget, nggak nervous emang? " tanya Rachel.
" Gugup sih kak, cuma rasa laper gue ngalahin kegugupan yang gue alamin sekarang. " jawab Ghea santai.
Rachel menepuk keningnya, ia tidak percaya dengan teman nya satu ini yang lebih menyukai makan daripada apapun.
" Makan yang banyak babe, biar makin semangat besok. " sahut Rain kembali menyuapi Ghea dengan kentang goreng.
Pandangan Rachel kini tertuju kepada Darren, namun saat pandangan mereka bertemu dengan cepat Rachel memalingkan wajah nya.Suara riuh para siswa terdengar saat Adit masuk ke dalam kantin.Ghea, Kiara, Manda dan Rachel pun ikut menghampiri kerumunan para gadis yang mencari perhatian Adit idola baru sekolah setelah Sean.
Sean tersenyum menatap Flora yang tidak tertarik sama sekali dengan pria tampan idola baru sekolah itu.Adit tersenyum kepada Rachel, entah lah ia yang awal nya menyukai Flora akhirnya menyerah karena Flora sama sekali tidak bisa berpindah ke lain hati selain Sean.Justru saat ini Adit merasa nyaman dengan Rachel yang asyik di ajak berbicara dan tampil apa adanya.Adit tidak yakin apakah perasaan nya kepada Rachel adalah cinta atau hanya nyaman sebagai sahabat.Yang jelas saat ini ia ingin berada di dekat Rachel.
Rachel akui ia kagum kepada ketampanan Adit, namun perasaannya hanya untuk Darren.Pria menyebalkan yang selalu marah- marah tidak jelas kepada nya.
" Hel, pulang sekolah jadi ya kita ke tempat biasa. " ajak Adit dengan senyum yang membuat para gadis di sekitar nya auto iri kepada Rachel.
Rachel tersenyum, " Oke. " jawab nya singkat.
" Nggak bisa Rachel harus pulang bareng gue, nyokap nya nitipin dia ke gue.Nanti kalau ada apa-apa lo mau tanggung jawab? " ucap Darren ketus.
" Lagian lo bukan siapa-siapa nya Rachel kan? terus kenapa lo sewot. " sambung Adit lagi menskak Darren.
Darren tercengang mendengar ucapan junior nya yang berani berkata seperti itu kepada nya." Gu_ gue sahabat nya Rachel jadi gue harus jagain dia, kalau lo mau ajak pergi Rachel gue juga ikut. " jawab Darren tergagap.Ia merutuki kebodohannya yang selalu mengaku dirinya sahabat Rachel bukan pria yang mencintai Rachel.
" Udah sih kak , jangan ganggu yang lagi PDKT. " ledek Kiara sengaja memanasi Darren.
" Nggak bisa Rachel harus pulang bareng gue pokok nya titik. " ucap Darren memaksa.
" Lo tau kalau orang lagi berduaan yang ketiga setan, elo mau jadi setannya kak? " tanya Adit.
Darren yang kesal langsung pergi meninggalkan kerumunan para gadis itu sambil menyenggol bahu Adit.Sementara Rachel berjalan keluar kantin diikuti Adit.
" Dia kok sewot gitu? apa dia suka sama lo hel? " tanya Adit memastikan kali ini ia tidak boleh kembali di tolak.
" Nggak mungkin dia suka sama gue, orang kita ribut mulu tiap ketemu." jawab Rachel santai.
" Bagus kalau gitu. "ucap Adit tersenyum senang.
" Kok bagus? " tanya Rachel lalu meminum minuman botol yang sedari tadi ia bawa.
" Siapa tau gue bisa pedekate sama lo " ucap Adit tanpa beban.
Uhukk!! Uhukk!!
Ucapan Adit membuat Rachel tersedak, ia tidak percaya pria setampan dan sepopuler Adit mengatakan hal tersebut pada nya. Rachel hanya tersenyum canggung ke arah Adit.
Sementara kini Darren sedang berdiam diri di bawah pohon belakang sekolah. Ia marah sangat marah melihat Rachel di dekati pria lain. Apalagi sikap Rachel yang akhir- akhir ini menjauhi nya ia semakin tidak memiliki harapan mendapatkan cinta Rachel.
Tiba-tiba Sean datang menghampiri nya, Sean berdehem saat melihat Darren yang diam saja.
Ehemm
" Apa sih lo kayak cewek pake ngedehem segala. " ejek Darren.
" Abis lo ngelamun mulu, ngapa lu? " tanya Sean.
Darren diam tidak menjawab, ingin sekali ia bercerita kepada Sean mengenai hubungan dia dan Rachel.Namun dengan segera ia urungkan mengingat Sean sangat suka mengejek nya.
" Lo naksir Rachel kan? kenapa nggak diungkapin coba dari pada marah- marah nggak jelas.Dia mana tau kalau lo suka sama dia, dia bukan cenayang yang bisa tahu isi hati lo. " cerocos Sean panjang lebar.
" Jangan nyesel kalau nanti dia diambil orang kagak gue dulu. " sambung Sean lagi lalu pergi meninggalkan Darren yang mematung.
........
Jangan lupa laik dan komen epribadeh..